25 Desember 2009

:: Diary kusam ::

Kutemukan catatan ini dalam diary kusamku, saat aku tengah membereskan kamar kecilku yang sederhana dibalut warna hijau kesukaanku.

Kubuka lembaran demi lembaran helai kertas daam buku diaryku. Kadang aku tertawa kecil mentertawakan tulisan sendirku, mentertawakan kepolosanku mencurahkan segala apa yang ada dipikiranku. Bahkan dalam salah satu lembaran aku mencaci habis seorang yang sebenarnya aku tidak kenal, hehehehe

" Lelaki itu bodoh sekali, bodoh sekali....!!!! dia pukul pacarnya!!! tapi tidak tahu juga sih, diary. itu pacarnya atau bukan!!! tapi lelaki itu bodoh dan kecam!!! saya tidak suka liat kumisnya..!! panjang dan jelek......!!! mukanya seperti tuan menir..seraaaaaaaaaammmmmmmm sekali...


Tuhan, tolong kalau kasih saya pacar, jangan berkumis apalagi yang suka memukulku. Tuhan...sekali lagi saya berdoa..jangan kasih saya pacar yang berkumis. Titik. Amieeeeennnnnnnnn!!! "





20 Desember 2009

:: Maaf...::




Maaf, untuk sekian kali aku mengucapkan kata ini dalam beberapa bulan terakhir ini...kata yang kutujukan pada diriku...memohon maaf untuk diriku...atas segalanya..mengabaikannya, menyakitinya bahkan melantarkannya...



Maafku pada diriku....

Untuk rasa sesal yang bertahun-tahun kuendapkan pada diriku...



Maafku pada diriku....

Atas semua luka yang telah kusesakkan ke dalam diriku...



Maafku pada diriku...

Untuk jeritan suara hati yang sering kuabaikan....



Maafku pada diriku....

Untuk pemikiran selintas tentang diriku yang tak penting...



Maafku pada diriku...


Untuk waktu yang terbuang percuma...



Maafku pada diriku..

Atas khilaf yang sempat melupakan diriku...
Bahwa aku masih ada....masih berdiri...masih termaafkan...



Maafku...duhai diriku......



Maaf...



Maaf...



Maaf...


:: Aku kecil dan Malamku...::




Malam...selalu ada gelap yang penuh mistik di dalamnya. Aku ingat, saat kecil..aku sangat takut kegelapan. Aku tak bisa tidur jika gelap....takutku selalu berawal ketika petang menjelang malam...

Aku yang kecil selalu benci malam. Bagiku, ketika malam tiba, semua kesenangan dunia kecilku hilang digulung pekatnya malam. Aku sangat benci malam...! Pikiran kecilku saat itu, kenapa harus ada malam...? Kenapa bukan hanya pagi-siang dan sore saja...? Tidak..tidak..tidak..! Maksudnya, sore saja...

Karna aku kecil juga tidak suka pagi...harus bangun pagi...harus sekolah...harus belajar...urghhh...sungguh membosankan....

Dan siang...? Aku kecil juga tak suka. Panas....!!! Mama selalu melarangku bermain, menyuruhku tidur siang! Kenapa aku kecil harus tidur siang....? Siapa yang mengajari Mama, kalau anak kecil harus tidur siang...?apa Mama tidak perna kecil..? Tidak perna tahu, kalau tidur siang itu sangat menyiksa aku kecil...?!? Arghhhh....

Nah, sore! Ini duniaku......! Pantai di pinggiran kecil kota toli-toli sulawesi tengah, sudah menunggu.....! Ada kepiting-kepiting kecil yang mengajak bermain...Ikan-ikan kecil yang menari-nari...ada burung yang mengajak terbang.....aku kecil adalah pencinta sore....aku kecil adalah sore dan sore adalah aku kecil...


Namun ketika menjelang petang...dan sayup suara mama terdengar memanggilku perlahan menenggelamkan sore bersama tenggelamnya matahari...dan surga soreku.....aku kecil kembali terangkap dalam tugas PR dan dinginnya malam, dan perlahan aku kecil mati suri di dalamnya......


Kini aku kecil tak lagi takut malam. Bahkan mencintai malam. Gelap pun sudah kebutuhan, aku tak bisa tidur di tempat terang benderang! Mataku menjadi liar jika terlalu banyak cahaya di kamar....aku suka tidur dalam kegelapan.....sebuah metamorfosa aku kecil yang ajaib...pembenci malam dengan kegelapannya menjadi pemuja malam dengan ketenangan gelapnya..........




 Notes, sambil menunggu pesanan mie goreng, 
salah satu hal yang kusuka tengah malam, mencari makanan...;) 
Makassar, 19 ke 20 desember 2009





 

19 Desember 2009

:: Cintai aku sebebasnya ::





Hujan akan selalu membawa diriku pada sebuah kepingan cerita tentang dia...maka ketika hujan turun hari ini, maka kenangan-kenangan tentangnya memenuhi ruang memoryku....

Perlahan kupilah-pilah, mana saja kenangan tentang dia dan hujan yang ingin kunikmati bersama secangkir kopi sambil duduk di dekat jendela menikmati rembesan hujan!

Aiihh...rintik hujan ini...aku ingat ketika kau berlari membawa payung kecil untukku agar aku tak kena hujan. Dan bagaimana kau selalu menyediakan jaketmu saat aku kedinginan! Aku selalu suka adegan ini...adegan ini membuatku merasa begitu dihargai dan dicintai...

Kau juga selalu menyediakan waktumu untuk membawaku kemana saja ku mau! Bahkan ke ujung dunia pun kau siap mengantarku, katamu saat merayuku untuk menerima antar jemput yang kau berikan sebagai bonus karna menerima cintamu... Aku juga suka bagian ini...

Dan kembali ketika hujan, kau menelponku tiba-tiba dari luar kota, dan bilang agar aku pulang jangan naik angkot, karna kau telah menyuruh saudaramu untuk menjemputku... Aku tak bisa lupa bagian ini...bagian yang melipatkan cintaku padamu saat itu...

Dan selanjutnya...kau menjadi kunci utama dalam hidupku. Aku mulai kebingungan saat hendak kemana-mana, jika tak ada dirimu.... Aku mulai takut kena hujan..ketika tak ada dirimu...karna kau selalu bilang padaku, untuk jangan kemana-mana jika tak ada dirimu...dan jangan main-main hujan karna bisa membuatku sakit...

Cinta dan perhatianmu, membuatku menjadi anak kecil, semua keputusan selalu atas persetujuanmu, dan aku kau buat begitu tergantungnya padamu...

Perlahan, aku menyadari...cintamu membuatku menjadi rapuh...! Cintamu membuatku kehilangan diriku...aku menjadi kamu. Dan kamu tetap menjadi kamu....

Dan akhirnya aku mulai meronta, pergi sendiri tanpa mengabarimu...bermain-main dengan hujan...aku nyasar dan sakit...dan aku pun kembali padamu......

Tapi kembali aku merasakan, bahwa aku ingin menjadi aku dalam limpahan kasih sayang yang kau berikan, namun tak ada ruang yang kau berikan padaku...dimana-mana ada dirimu...dan dirimu...aku mulai frustasi dicintai sedemikian rupa olehmu...

Sampai akhirnya aku pergi...pergi..pergi..jauh....menyasarkan diri kemana-mana....bermandi hujan sepuas-puasnya....aku nyasar, aku sakit...tapi aku menemukan diriku....

Aku menemukan diriku...dan juga menemukan sebagian dirimu yang selalu ada....

Dirimu memang tak perna lepas dariku......karna aku memang membutuhkanmu sebagai kenangan dan pembelajaran...untuk kelak aku membangun impian pada lelaki lain...pada cinta yang lain...bahwa aku ingin dicintai sebebas-bebasnya...dan dari segala penjuru tanpa membuatku tak bernafas....

Aku hanya ingin hidup dalam cinta yang bebas........

:: Kehilangan ::




Perna suatu ketika, saat kita masih duduk sederajat dalam sebuah kata "sahabat" kau perna bertanya padaku, pernakah aku merasa kehilangan..? Saat itu dengan bangga kukatakan padamu, Tidak! Dan dengan congkak pula kukatakan padamu, orang lainlah yang kehilangan diriku...

Dan saat kau pergi, aku mulai mengerti apa makna "kehilangan"

Kamu pergi, disaat aku membutuhkan mu...melebihi aku membutuhkan diriku.....aku merasa hampa, suatu rasa yang tak perna aku harapkan bahkan kubayangkan akan kualami. Tapi kau mengajarkan aku tentang semua itu, Kehilangan...

Dan semenjak kau pergi, aku begitu banyak kehilangan...begitu banyaknya, aku bahkan sudah muak sebelum mendapatkan sesuatu. Karna aku sudah mencium aroma kehilangan terlebih dahulu sebelum mendapatkan sesuatu...

Kepergianmu juga akhirnya menghantarkanku pada tingkat dimana aku sudah tak bisa membedakan rasa dari kehilangan dan mendapatkan sesuatu.

Bagiku kehilangan dan mendapatkan sama saja, tak ada bedanya. Kehilangan mendatangkan peluang datangnya hal-hal yg baru. Dan mendapatkan hal-hal yang baru mendatangkan peluang untuk kehilangan hal-hal tersebut. Begitu seterusnya seperti sebuah siklus kehidupan yang mengelilingiku dan mem-terbiasa-kan diriku pelan-pelan, bahwa kehilangan adalah suatu kewajaran! Dan sebuah fase kehidupan yang pasti dilalui setiap orang ketika hendak lebih manusiawi.....


Maka ketika kau datang kembali, aku sudah siap kehilanganmu..lagi...dan lagi.....



(Mhimi Nurhaeda-Makassar, dipenghujung malam, 18 Dec 09)

16 Desember 2009

:: Lucky :: ~ Secangkir Moccacino~

Sangat suka ama lagu ini....




Lucky

Do you hear me
I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying..



Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard



I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again



Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh



They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will



I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way



Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair
Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now



I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way



Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday



Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh


(Pray) Semoga kelak aku se" Lucky" dalam lirik lagu ini......^_~

~M~

15 Desember 2009

:: Aku Muak..!! :: - Secangkir kopi pahit -

Saya tidak tahu, apa yang ada di kepala orang-orang ini. Mereka saling menghujat para pelaku politik bangsa ini. Padahal mereka sendiri belum tentu lebih baik dari apa yang selama ini mereka hujat!

Tidakkah orang-orang ini berpikir, bahwa jika mereka berada di "posisi" orang-orang yang mereka hujat, belum tentu bisa berbuat yang lebih baik dari orang-orang yang mereka hujat...?





Saya bener-bener muak...! mulut mereka penuh kalimat kotor, sementara sebagian dari mereka ada yang surban, berkopiah haji, tapi mulut mereka penuh dengan sampah! tidak heran kalau bangsa kita seperti ini..! karna, kita lebih senang saling berlomba-lomba menghujat bangsa ini..! padahal sebobrok-bobroknya bangsa ini, bangsa ini adalah bangsa kita, tempat kita dilahirkan, tempat kita mencari nafkah, dan belum tentu lebih buruk dari bangsa-bangsa di luar sana yang mereka puja-puja! yang mereka banding-bandingkan lebih baik dari bangsa ini...!

Bangsa ini terlalu sekarat buat mulut-mulut penghujat seperti kalian..!!

Berhentilah menghujat...!!


Aku muak...!!


~ M ~

14 Desember 2009

:: Perih :: - Secangkir Curcol-


Perih...



( Pic dari Mbah google, lupa Url-na)


Sebenarnya tak harus kukeluhkan ini...karna ini sudah menjadi bagian kodrat dari perwujudanku sebagai wanita. Yah..wanita dengan segala tetek bengek yang terkadang membuatku ingin berganti wujud saja seketika. Ah, kurang dewasa memang pernyataanku..tapi adakah yang bisa mendefiniskan arti," dewasa" sesungguhnya...?

Aku sedang sensitif..bulan ini sedang membunuhku pelan..pelan....

Yang sedang perih...



~M~

12 Desember 2009

:: Secangkir Kopi Untuk Dina :: - Secangkir Cerpen-

Di mana dirimu Dina…

Sudah sepuluh ribu delapan ratus  detik, aku di sini..Sudah tiga cangkir Coffe latte yang mengaliri kegelisahanku…Sudah dua  iris tiramisu yang mengganjal kerinduanku..Dan entah berapa kali aku meminta Kenny Loggins kembali menyanyikan lagu, “ For The First Time..” di I podku, tapi kau tak juah menjelma di hadapku yang sekarat ini…

And for the first time I am looking in your eyes
For the first time I'm seein' who you are
Can't believe how much I see
When you're lookin' back at me
Now I understand why love is...
Love is... for the first time...



Kembali, tiga ribu enam ratus detik terdebet dalam pundi waktuku, Dan Aku masih ada di sini, di  sudut white café mengantongi rekor empat belas ribu detik, dengan bergelas-gelas Coffe Latte menanti seorang perempuan yang amat menyukai Caffe Latte ini.

Aah…Aku tiba-tiba iri pada Caffe Latte ini, Dina amat mencintainya..


Andai Dina tahu, bagaimana susahnya membujuk ujung lidahku yang terbiasa mencicipi teh ginseng agar mau mencicipi secangkir Caffe Latte. Dan bagaimana aku harus memaksa lidah tak berdosa ini, untuk kompromi dengan kegilaanku yang mendadak ingin menjadi caffe latte sejati  supaya aku selalu ada alasan menghubungi Dina, sekedar bertukar cerita tentang cita rasa Caffe Latte.

Aku bahkan telah berencana membuat sebuah Café yang hanya menyediakan Caffe Latte. Dan tentu saja, nama Dina akan kusematkan dengan indah  di depan pintu Café impianku itu.


Mungkin aku belum bisa seperti Kaisar Shah Jahan yang membuatkan Taj Mahal yang megah itu untuk Mumtaz Mahal, istrinya.   Tapi aku yakin, Café yang kubuat khusus untukmu, akan menjadikanmu permaisuri yang paling bahagia di dunia ini.

 Ahh........Aku sudah tak sabar menanti hari itu..Din…

Suatu hari, saat aku ceritakan tentang Dina pada seorang sahabatku. Sahabatku itu berkata, aku sudah dimabuk kenikmatan caffe latte, sehingga meracuni nalarku, membungkam logikaku.

Tapi apakah cinta butuh logika..?  Bahkan kuyakin logika juga akan melelehkan segala nalarnya ketika menatapmu Din..

Sahabatku juga bilang, Aku terlalu cepat men summary jejak-jejak rindu ini, menjadi sebuah petanda cinta pada Dina.

Tapi siapa  yang mampu mengukur kecepatan cinta..? bahkan, Albert Abraham Michelson kuyakin tak mampu mengukur kecepatan cinta yang kurasakan saat pertama kali bertemu denganmu di Guilin.

Love is... for the first time..

Lirik lagu ini kembali terdengar untuk kesekian kalinya di telingaku, membunuh jenuh yang belum sempat hadir.  Seperti soundtrack sebuah film. Lagu ini sudah berkali-kali harus bekerja rodi mengiringi ratusan lembaran   slideyang berkeliaran di kendi fikirku. Memenuhi ruang otakku, menarikku dalam pusaran waktu dimana aku pertama kali bertemu dengan Dina di bukit longji Rice Terraces. Salah satu kepingan Guilin yang memesonaku. Puncak tertinggi kudaki hanya untuk menikmati keindahan lapisan-lapisan teras sawah yang begitu memesona, menghantarkanku pada kenangan kecil di kampung halamanku yang telah lama kutinggalkan. Dan di saat aku tengah terhanyut dalam Dejavu ku, sesosok perempuan cantik dengan rambut hitam terurai panjang, hadir membuyarkan segalanya.

“  Indonesia…?”

“ Ii..iya..” jawabku sedikit kaget.

“ Oh..thanks God..!” ujarnya lega mendengar jawabanku. Aku hanya tersenyum kaku, menatapnya takjub, seketika keindahan lapisan-lapisan teras sawah di hadapanku tak berarti lagi.

“ Aku terpisah dari rombonganku, aku tak bawa apa-apa. Tasku  ada sama mereka. Dan tak satu pun orang yang kujumpai di sini yang mengerti bahasa inggris, apalagi bahasa Indonesia, hehehe…” Dia tertawa kecil, mentertawakan dirinya.  Dan aku mematung menatapnya.

 Oh..Tuhan, siapakah  perempuan cantik ini..?

“ Aku Dina..”

Jadi bidadari ini bernama Dina…


“ Hallooo…Tuan….”

“ Oh..sory..sory.., siapa tadi..?”

“ Dina”

“ Setyo”  balasku seraya menyambut uluran tangannya.  Tangan kami berjabat erat. Jantungku berdegup kencang, ada suara desir terdengar halus di dasar hatiku, Aku telah jatuh cinta…

Love is... for the first time...


Dan seketika itu pula, bukit Longji Rice Terraces menjelma menjadi bukit Jabal rahman, bukit kasih sayang  tempat pertemuan Adam dan Hawa.


And for the first time I am looking in your eyes
For the first time I'm seein' who you are
Can't believe how much I see
When you're lookin' back at me ...



“ Mau tambah Café Latte nya lagi Tuan..” Pelayan tiba-tiba membuyarkan lamunanku, tepat ketika Kenny Loggins mengucapkan  lirik,  Now I understand why I love you…

“ No, Thanks”

Pelayan itu pun berlalu, kembali aku meminta Kenny Loggins menyanyikan The First time, untuk kesekian kalinya.  Dan slide-slide indah bersama Dina kembali menari di kepalaku.  Dan ketika tepat berada di slide saat aku mengayung sepeda bersama Dina di  Yangshuo menyusuri  indahnya  sungai  Yulong  yang membelah tebing-tebing karst yang tinggi. Tiba-tiba dan  tanpa sempat kusadari,  Dina sudah di hadapanku menjelma nyata. Begitu cepat, aku tersentak..! Slide-slide di kepalaku secara otamatis ter pause pun

“ Dina…”

“ Setyo, maafkan aku…aku telah membuatmu menunggu lama..”

“ Tak apa-apa Din, aku juga baru sampai kok..” kataku,  melupakan begitu saja empat belas ribu detik yang telah kulalui selama menantinya.

“ Besok aku akan ke Guilin lagi..!!”

 Katakan kau ingin mengajakku Din…

“ Aku ketinggalan barang di Hotel Guilin star…”

“  Barang apa Din..? begitu pentingkah sampai kamu mesti balik besok ke Guilin..”

“ Sangat penting Setyo…”

“ Apa..?”

“ Cincin kawinku..!!!”

Tiba-tiba bukit Longji Rice Terraces, runtuh.  Dan kulihat Adam tersesat jauh, ia  tak tahu arah ke Jabal Rahman

“ Aku sudah menghubungi pihak Hotel. Syukurlah mereka menemukan cincin kawinku yang kuletakkan di dalam laci lemari hotel, aku harus ke sana. Pihak hotel memintaku mengambilnya langsung. Aku cemas, karna dua hari lagi, suamiku balik dari Jerman..”

Entah bagaimana  Sungai Yulong yang dangkal tiba-tiba meluap dan men-tsunamikan jiwaku..


“ Aku memang sengaja tidak memakai cincin kawinku selama berwisata di Guilin dan Yangshuo. Aku takut tercecer, tak kusangka aku malah melupakannya di hotel..”

Aku tak mendengarkan Dina lagi, mataku cemas melihat pelayan yang tadi menawarkan Caffe Latte, kini tengah menuju ke meja kami berdua. Ia semakin dekat…

kemana tongkat ajaibku , aku ingin pelayan itu lenyap seketika..

Aku ingin Pelayan itu tiba-tiba mendapatkan serangan jantung…

Oh..tidak..tidakkk…!!  itu terlalu kejam…

Baiklah, pelayan itu tiba-tiba amnesia dan tak tahu, kemana ia harus membawa pesanan coffe latte itu.

Ah..mustahil….!!

Oh, gosh..!! kemana tongkat ajaibku….

Tunggu….!!! Sejak kapan aku punya tongkat ajaib..?

Oh..tidak…jangan kemari…aku mohon….

Oh..bumi telanlah aku..…

Dan pelayan itu pun terus melangkah, semakin dekat kearah kami. ia membawa nampan yang berisi secangkir Caffe Latte dengan buih berbentuk Love  untuk Dina. Di sampingnya ada seikat bunga Mawar putih dan secarik kertas yang berisi rangkain kata-kata indah, yang kususun sehari sebelum pertemuan ini. Aku bahkan tak tidur semalam membuatnya, berpikir keras bagaimana merangkai kata-kata indah untuk Dina dan aku sengaja  tiba di Café White satu jam lebih dari awal dari waktu yang kusepakati dengan Dina, hanya untuk bekerja sama dengan pelayan Café White, agar begitu Dina tiba dan duduk di hadapku, pelayan itu segera membawa nampan yang berisi pesan cintaku untuk Dina.

Namun di saat ini, saat Dina masih bercerita tentang cincin kawinnya, aku sangat berharap sekali, Pelayan itu melupakan skenario yang kami susun tadi.

Tapi tak ada yang bisa menghentikan pelayan itu, lidahku tiba-tiba mengutukku, ia menjadi keluh, mati rasa. Dan ke dua kakiku seoalah-olah tertanam di bumi white house .

Tuhan, turunkanlah mujizatmu…

Pelayan  itu masih terus bergerak, Dina terus mengoceh tentang cincin kawinnya yang ketinggalan, Kenny Loggins  tiba-tiba menyanyikan lagu patah hatinya Cliff Richard, Ocean Deep. Yang membuat ratusan slide kepalaku saling bertabrakan, seperti benda-benda langit yang bertabrakan dalam film luar angkasa.

Dan tepat ketika nampan itu mendarat di hadapan Dina. Dan Dina perlahan meraih secarik kertas itu.  Aku telah jauh berada di Dina Café , sekarat di dalamnya, tenggelam dalam lautan caffe latte berabad abad lamanya.

Tiba-tiba aku rindu pada  teh ginsengku…

 

***

(Mhimi Nurhaeda ~Makassar, 07 Agustus 2009)

:: Cuap-Cuap Secangkir Kopi :: - Secangkir Artikel-


Hoaaammmm..............;)

Ngantuk, satu cangkir kopi segera kuseduh. Ini cangkir ke dua hari ini. Tak ada hitungan pasti berapa cangkir dalam sehari aku meminum kopi. Yang jelas, kopi menduduki tempat tertinggi sebagai minuman yang paling dahsyat sepanjang masa perminumanku di dunia minum meminum. ( Iki..bohoso apa seh..?? hehehhe..) 


Well, tak banyak yang tahu, Kopi ternyata memiliki sejarah panjang, sampai akhirnya berada di dalam cangkir dan siap kita minum.  Mungkin kita tak perna menduga, kalau Kopi dibeberapa negara sempat di HARAMKAN..

Inilah salah satu fakta menarik dari sebiji kopi. Yang masih kurang diketahui oleh beberapa penikmat kopi. Termasuk yang lagi ngetik notes ini sambil sesekali menenguk kopinya. Hehehehe..

Di Italia. Konon katanya kopi sempat di haramkan. Alasannya saat itu, menurut pemuka-pemuka agama di Italia. Bahwa kopi itu adalah minuman-minuman Sultan Muslim yang dipersediakan untuk mengganti keberadaan Bir,  minuman yang dianggap haram oleh kalangan muslim.  Hmmm....masa iya sih segitunya sih..???

Tapi ternyata, bukan hanya di Italia Kopi sempat diharamkan.  Kerajaan Usmaniyah di tahun 1656, sempat mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Bukan hanya melarang kopi, tetapi menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Busyeettt....habis minum kopi langsung di cambuk...??? gimana rasanya yah..??hahahaha....

Bukan hanya sampai di sini sejarah panjang soal kopi. Swedia sendiri, juga punya sejarah yang terkenal tentang Kopi. Dulu ceritanya nih yah, Raja Gustof II sempat menghukum dua orang saudara kembar yang melakukan tindakan kejahatan. Tapi saudara kembar ini, tidak ada yang mau mengaku siapa sebenarnya yang melakukan kejahatan tersebut. Akhirnya si Raja Gustof ini menghukum ke duanya.  Tapi bukan hukuman cambuk, seperti yang terjadi pada Kerajaan Usmaniyah. Raja Gustof justru menghukum ke dua saudara kembar ini dengan cara yang unik. Yang satu hanya diperkenankan meminum Kopi sepanjang hidupnya. Dan yang satunya lagi, hanya boleh meminum Teh. Nah, siapa diantara mereka yang duluan meninggal, Maka dia lah yang dianggap sebagai pelaku kejahatan tersebut. Dan akhirnya, si teh lah yang meninggal dunia terlebih dahulu. Dan sejak saat itulah, Masyarakat Swedia sangat tergila-gila akan minuman kopi. Bahkan terkenal paling fanatik di dunia. Bayangkan saja, menurut sebuah survei, setiap orang warga bisa menghabiskan 12 Kg Kopi dalam setahun hanya untuk dirinya sendiri. Ck..ck..ck....bisa dagang kopi nih ke sana. Hahahahaha...








Lalu bagaimana dengan sejarah kopi di Indonesia..? Indonesia juga ternyata punya cerita yang membanggakan soal kopi. Sebelum tahun 1880-an,  Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar dan terbaik di Dunia. Dan pada masa jaya  itu, industri kopi di Jawa pernah berpameran di AS untuk memperkenalkan kopi, sehingga publik AS mulai mengenal kopi dan menjuluki minuman itu dengan nama Java. ( Wetz...jadi bule-bule Amrik itu kenal kopi dari orang-orang Indonesia lho..., wah Obama mesti mengucapkan terimakasih nih pada Indonesia, tiap kali  ia minum kopi. hahahhaa...)

Namun sayang,  kejadian wabah hama karat daun yang memusnahkan kopi arabika yang ditanam di bawah ketinggian 1 km di atas permukaan laut itu,  akhirnya mengakhir masa kejayaan kerajaan kopi di Indonesia. Sehingga Brasil dan Kolombia akhirnya mengambil alih peran  sebagai eksportir kopi arabika terbesar, sampai kini.

Sebenarnya masih banyak cerita-cerita unik seputaran kopi ini. Tapi sepertinya kopiku sudah habis nih, mau buat dulu, lain waktu, lain kopi, lain cangkir, kita sambung lagi soal cuap-cuap kopi ini yah...;)


~M~




Jejak Wangi Setangkai Mawar ( Review Buku)






Perempuan, selalu menjadi hal yang paling menarik untuk dibahas. Disalah satu situs yang menulis tentang perempuan, dikatakan sejak awal kali diciptakannya manusia berjenis kelamin perempuan bernama Hawa. Kekuatan kosmis seakan menempatkannya sebagai sosok sentralistik di balik keunikan dan keeksotisannya. Mengeksplorasi dunia perempuan menjadi sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Baik kalangan awam, yang lebih sering mengeksploitasi perempuan dari sisi sensualitas dan seksualitasnya, maupun dari kalangan praktisi yang memahami betul teori ilmiah dan humanity-nya perempuan. Mulai dari urusan dapur hingga politiknya perempuan, teritorialisasi peran public vs domestiknya perempuan, permasalahan kesehatan, keunikan karakter perempuan hingga masalah pilihan dan selera hidupnya kaum perempuan. Praktis, semua menjadikan kaum perempuan dengan konsep hidup paling kompleks ditinjau dari keluasan dimensi kemanusiannya.

Adalah Risa Amrikasari atau lebih dikenal Rose Heart, perempuan penulis yang saat ini tengah menyelesaikan program Magister Hukumnya disalah satu Universitas di Jakarta, kembali hadir dengan karya barunya, yang diberi judul : “Especially For You”  sebuah buku kumpulan artikel motivasi diri yang ditujukan khusus untuk perempuan.

Tidak kebanyakan buku-buku tentang perempuan lainnya, yang lebih banyak ribut soal “ gender” yang terkesan” pemberontakan” dan “ Pembangkangan “ kaum perempuan terhadap kaum Lelaki. Buku EFY ini mencoba menawarkan sesuatu yang “beda”. Merombak cara pikir perempuan dan pandangan-pandangan terhadap suatu pemikiran yang masih dianggap tabu yang kemudian dikupas dengan cara “ Smart” tanpa harus menanggalkan predikat sebagai “ Perempuan “

65 Artikel motivasi diri yang terangkum dalam buku setebal 352 halaman ini.  Seakan mengajak kita menelusuri Jejak-jejak hidup dan pemikiran seorang Rose Heart, sebagai seorang perempuan yang berbicara tentang kaumnya sendiri. Membeberkan kesalahan-kesalahan pemikiran yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Semua dibahas dengan gamblang tanpa meninggalkan sekat sedikitpun. Sehingga di cover belakang buku EFY, Rose Heart telah menegaskan lebih awal, bahwa apa yang ditulis adalah berbagai kenyataan yang sering diabaikan atau mungkin dihindari oleh orang-orang karena takut menyinggung perasaan. Bahkan, ia sendiri mengerti dan menganggap wajar jika ada yang tersinggung setelah membaca tulisan di buku ini.

Salah satu yang menarik dalam buku ini. adalah cara penyampaian yang dilakukan oleh sang penulis. Dialog-dialog monolog dibeberapa artikelnya membuat tulisan ini begitu "hidup". Sehingga ketika kita membaca seakan kita tengah berdiskusi dengan penulis tersebut. Ditambah lagi, penulis menjadikan pengalaman hidupnya sebagai contoh kasus, sehingga apa yang dibahas dalam buku ini, terasa begitu nyata, karna merupakan fakta hidup yang memang sering kita abaikan, bahkan kita menganggap itu wajar. padahal tanpa kita sadari bahwa perlahan-lahan kita telah menanam bibit-bibit masalah yang kelak akan menjadi boomerang buat hidup kita.

Seperti contoh pada artikel, “ Walk With Me”  Rose Heart berbicara tentang sikap sebagian besar lelaki yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dimana ketika laki-laki tersebut sedang berjalan dengan pasangannya. Dengan angkuhnya sang laki-laki tersebut berjalan di depan, sementara perempuannya mengikuti dari belakang. Kita bisa saja, menganggap hal ini adalah wajar, bahkan beberapa diantara perempuan bisa memahami ini sebagai pemakluman terhadap laki-laki yang memiliki naluri “ pemimpin”

Tapi apakah ini benar-benar suatu yang bisa kita diamkan..? kita maklumi saja..? dan mewajarkannya semua tindakan ini. Toh, tidak banyak berpengaruh dalam suatu hubungan. Benarkan..demikian…? kalau anda mengatakan benar, maka tidak untuk Rose Heart. Menurut penulis, bahwa suatu hubungan itu perlu dua orang untuk bekerja sama dan saling membantu, perlu ada kesadaran dari dua belah pihak untuk berbuat sesuatu untuk pasangannya. Seperti seorang laki-laki yang punya keinginan terhadap perempuan. Maka sebaliknya perempuan juga berhak memiliki hal yang sama terhadap laki-laki. Maka di akhir artikel ini, Rose Heart menyampaikan pesan pada perempuan yang mungkin mengalami hal yang sama .  Tell him, tell your man, to “ walk with me You,” because walking with you is not easy as he thought. It has a deep meaning, and if he can say that he loves you, just prove it by walking with you in every single things.

Tidak hanya berbicara tentang hubungan  manusia dan manusia itu sendiri dalam keseharian. Pemahaman-pemahaman yang sering kita jumpai, namun di”amin”kan begitu saja,  juga menjadi rangkaian tulisan yang menarik untuk mengajak pembacanya untuk terus mengikuti jejak-jejak pemikiran sang penulis yang sepertinya selalu meninggalkan jejak “wangi”  bagi pembacanya untuk selanjutnya dinikmati dalam bentuk perenungan hidup.

Artikel berjudul “ Obrolan Sebatang Rokok”  misalnya, yang membahas hubungan manusia dengan Tuhan. Adalah salah satu artikel yang juga sangat menarik, menarik bukan hanya dari segi pemilihan judul artikel tersebut. Namun, isinya yang terasa suprise, yang ternyata berbicara tentang bagaimana sikap dan hubungan manusia dengan Tuhan-nya. Walau penulis menyampaikan dengan bahasa yang sangat santai dan tidak membahas begitu dalam soal ini. Namun, satu jejak wangi  di akhir artikel ini, kembali mempertanyakan  akan hubungan kita terhadap sang Pencipta. Benarkah Manusia akan benar-benar mengingat Tuhan di saat-saat tertekan….? Apakah Tuhan selama ini hanya sebatas tempat untuk meminta pertolongan saja..? 

Especially For Your, memang terasa begitu special untuk pembacanya. Khususnya perempuan. Namun, sebagai buku motivasi diri, buku ini akan terasa sangat ganjal sekali jika hanya ditujukan untuk perempuan-perempuan. Karna laki-laki sepertinya lebih membutuhkan buku ini ;)


“ Remember the dignity of you WOMANHOOD. Do not appeal. Do not beg. Do not grovel. Take courge. Join Hands, stand beside me, fight with me! “ – Rose Heart.



Salam,

~M~