30 Juni 2010

:: Setelah Juni Ini...



Setelah Juni ini...

Aku ingin berhenti sejenak..

Bukan menyerah..

Hanya ingin berhenti sejenak...

Sepertinya aku  terlalu jauh berlari...

Tanpa tahu apa yang kukejar...


Setelah Juni ini....

Aku ingin berhenti sejenak..

Menatapmu sekali  lagi....




Akhir Juni'10 - MN-




19 Juni 2010

:: Me, Good Lawyer dan Mimpi-Mimpi Kami.. ::

Ada yang beda di acara launching buku Good Lawyer season 2 kali ini. Setidaknya ini yang saya rasakan, begitu memasuki Restaurant Sindang Reret, lokasi tempat berlangsungnya acara launching kali ini. Tidak seperti tahun kemarin, perasaan saya dipenuhi rasa, "minder" dan " segan" ke sana kemari..(hallaah, bahasanya...hihihihi) Kali ini yang saya rasakan, saya seperti sedang memasuki sebuah Rumah besar tempat berkumpulnya keluarga besar saya selama ini. Meski perasaan "was-was" sempat hadir sebelum tiba di lokasi, namun semuanya tiba-tiba sirna. Ketika di parkiran sy bertemu dengan Mba Risa dan Mas Dwi. sambutan hangat ke duanya, langsung membuat saya semangat..." Ngga ada alasan untuk takut, minder, segan! saya sedang akan bertemu dengan keluarga saya, bukan orang lain. Mereka adalah keluarga saya..!!" Kalimat inilah yang saya tanamkan ke dalam hati saya, sebelum melangkah masuk ke Restoran Sindang Reret.

Dan benar juga, begitu masuk saya langsung disambut dengan hangat oleh sebagian keluarga besar RHP/RHW yang sudah ada terlebih dahulu. Benar-benar seperti acara pertemuan keluarga besar. Selanjutnya satu persatu RHW pun datang dan lengkaplah seluruh penulis RHW yang kembali berkarya di Good Lawyer Season 2 kali ini. Perasaan terharu menyeruak seketika dalam diri saya. Ini benar-benar perasaan luar biasa yang saya rasakan, menemukan kenyataan kalau saya benar-benar ada diantara mereka, sedang tertawa, sedang bercerita, sedang berangkulan, sedang bertatap muka, sedang begitu sangat dekatnya dengan mereka..........saya menangis terharu dalam hati, hati saya basah seketika.  Ini terlalu luar biasa, Tuhan....




Acara Launching pun berlangsung sangat seru dalam suasana kebersamaan yang begitu hangat. Saya tidak melihat mereka yang datang sebagai tamu acara atau pembaca buku Good Lawyer. Mereka adalah sahabat, keluarga RHW/RHP juga. Karena saya yakin, jika tak ada rasa ikatan kebersamaan antara kami (RHW) dengan mereka, tentulah sesuatu yang sulit untuk meluangkan waktu apalagi di hari kerja dan suasana lalulintas Jakarta yang dikenal dengan kemacetannya (Tapi kok sy ngga merasakan macet selama di Jakarta yah..??hihihihi..) untuk hadir di acara launching ini dan bertemu dengan kami semua dalam suasana kehangatan...

6 Juni 2010

:: Kematian ::

* Terbangun tengah malam, pening + mimisan dan mendadak pengen nulis notes*


Kematian...

Beberapa hari yang lalu saya kehilangan salah satu anggota keluarga saya, adik Ipar kakak saya. Yang meninggal secara tragis, disambar petir ketika sedang memperbaiki atap rumahnya.

Kematian yg mendadak ini, begitu sangat mengejutkan. Karena kira-kira satu jam sebelumnya saya sempat berbincang-bincang dengan dia. Hal yg cukup aneh sebenarnya, mengingat saya dengan dia tidak terlalu akrab. Entah mengapa hari itu, saya yg kebetulan off kerja, ketemu dia yg kebetulan sedang menitipkan anaknya yang kecil pada kakak saya. Kemudian dengan bercanda saya bertanya padanya, " aduh..Kak, kakak ini cakep..tidak susah rasanya cari Ibu pengganti buat Salsa.." Ia pun tertawa dan membalas candaan saya, dengan sepotong kalimat yang saya tahu dia kutip dari film India favoritnya," Kuch-Kuch Hota Hai" - "Hidup ini cukup sekali, menikahpun cukup sekali" dan kemudian dengan cepat ia menambah," Lagian, masa sy nikah lagi. Sementara kamu belum nikah2! Ngga enaklah saya dua kali melangkahi" hahahhaha...sontak saja saya tertawa terbahak mendengar ucapannya. Kemudian ia kembali berkata, bahwa hidup terlalu ini terlalu singkat sebenarnya kalau kita mau pikirkan. Banyak orang-orang yang meninggal dunia yang meninggalkan urusan dunia yang belum sempat terselesaikan. Saya pun terdiam, berpikir sejenak akan perkataannya.

Hmmm...benar juga. Hidup ini memang singkat. Bahkan terlalu singkat jika dibandingkan dengan bejibunnya permasalahan hidup yang kita alami.

Sesaat kami terdiam. Kemudian anaknya yang masih kecil yang baru duduk dibangku SD itu, menghampirinya, dibelainya anaknya penuh cinta dan menitipkan pesan pada anaknya agar anaknya jangan nakal selama tinggal dengan kakak saya.