25 Juli 2010

:: Amarah ::



Jantungku terhimpit pada riak amarah yang menjekik
Tapi mengapa hatiku jauh lebih merintih perih Luka
Seperti sepenggal nafas yang tak ingin  lepas….

Aku marah pada semuanya...

Pada-Mu yang menciptakan amarah ini....




- MN-

:: Rindu Tanpa Aksara ::

============================






Seperti ombak beriak semangat menerjang..........
kandas pada hempasan hampa..........


seperti mawar wangi gugur di ujung angin yang tak bermata........
Tersendak tangis pada mata yang tak lagi menatap.........
mutiara yang terhempit pada rumah putih yang dingin.............

Pada sebuah garis putih ditarik tak bertahta lagi di tanah kerinduan.......
langkah yang tersendak diujung tapak yang tak lagi berpijak…..........



Rinduku kini  tak beraksara lagi....




-MN-

:: Titik Kosong ::

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::








Merak menanti disenja yang terlanjur berlalu...........

Ketika rasa memburu sebuah jiwa di titik kosong....  

Dan ketika sepi berawal dari-MU........... 

Maka Engkau adalah muara dari semua gelisah di jiwa…




-MN-

23 Juli 2010

:: Cuap-Cuap Good Lawyer ::

Apa kabar….?? Sudah baca buku Good Lawyer season-2…?? Harus dong,hihihihi….kalau belom juga, ah kelewatan amat, kenal ama saya tapi ngga baca buku saya (apa hubungannya coba..??  :p ) pokoknya kenal saya atau tidak, buruan ke toko buku, cari buku Good Lawyer dan kita kenalan buat yang belum kenal Mhimi ( Siapa sih loe Mhi..? ) hihihihihi….

Btw, kali ini pengen cuap-cuap tentang buku Good Lawyer season-2, biar yang belom beli, bisa ngajir segera ke toko buku Good Lawyer buat beli, ingat jangan minjem! Karena sekejam-kejamnya pembajak buku, lebih kejam peminjam buku, apalagi kalau minjem pura-pura lupa balikin… :p

Buku Good Lawyer season-2, buku apa sih..? kok pake season segala…??

Wah, kelewatan amat nih kalau belom tahu buku Good Lawyer. Udah season-2 oeyy,
kemana aje loe..?? xixixixix…

Good Lawyer, adalah buku kumpulan cerita hukum, yang mana di dalam nih buku, berisi kumpulan cerita-cerita yang bertema hukum dengan tokoh central seorang pengacara ( Ya..iyalah judulnya aja Good Lawyer..) Karakter Lawyer yang diangkat juga beda-beda. Mungkin, karena yang nulis juga beda-beda. Makanya wujud seorang Lawyer  hadir dalam imajinasi yang berbeda pula. Tapi kesemuanya bermuara pada satu titik : Good Lawyer. Bagaimana seorang pengacara menyelesaikan kasus hukum secara baik. Baik, belum tentu harus memenangkan kasus, tapi bagaimana sebenarnya kasus hukum  itu ditangani secara benar dan tepat.

Nah, kalau ada season dua, berarti ada season-1 dong..! Buku Good Lawyer ini sudah hadir dalam dua season, season pertama yang terbit tahun lalu  telah sukses merebut perhatian pembaca buku tanah air yang haus akan bacaan bermutu. Karena saking banyaknya permintaan dari pembacaan GL, agar GL terus berlanjut, maka GL season-2 pun hadir kembali untuk memenuhi hasrat (hihihi…bahasana..:P) pembaca yang masih haus akan cerita-cerita yang bertema hukum.

Lalu apa perbedaan GL season-1 dan GL Season-2..?

Yah, pastilah ada! Dari Cover aja udah beda. Yang jelas dari segi cerita dan keanekaragaman kasus jauh lebih seru dan menarik. Apalagi ditambah dengan 2 kehadiran penulis baru yang turut nulis di buku GL2, memberi  warna tersendiri di buku Good Lawyer season-2 kali ini..

Nah, kalau masih penasaran, mending besok buat kalian yang punya waktu dan penasaran dengan buku Good Lawyer, dateng deh  di acara perdana talkshow buku Good Lawyer @ Tb. Gunung Agung Margo City, Depok, Jam 3 Sore WIB 



Dan satu hal yang bisa saya jamin, acara ini bakalan fun habis, apalagi beberapa penulis  buku Good Lawyer yang tergabung dalam RHW  akan mendialogkan cerita mereka sendiri, seruuuu bukan...?? Ya iya dong, mana ada coba penulis buku yang terjun langsung mendialogkan ceritanya..?? makanya rugi banget kalau ngga dateng di acara besok. Dan bukan hanya itu, di acara talkshow tersebut akan ada games dan bagi-bagi merchandiser yang menarik...:)



See..??  Seru banget bukan...??? makanya wajib dateng yah...;) kita bakalan ngebahas tuntas buku GoodLawyer dan segala tentang dunia hukum secara menarik tentunya...:)


Jadi tunggu apalagi buruan beli buku Good Lawyer dan jangan lupa hadiri acaranya besok sore..:)
Sampai ketemu di sana...:D


Salam

~MN~



18 Juli 2010

:: Bersyukur itu Indah ::



Bersyukur itu indah, hehehhe...kedengarannya saya kaya' mau ceramah yah...??*lol

Btw, hari ini saya kembali ngantor, ngantor di hari libur untuk sebagaian orang mungkin sangat menjengkelkan. Di mana hari yang sebenarnya untuk digunakan kumpul bersama keluarga dan teman-teman, malah dipake mengabdi untuk perusahaan :D  tapi untuk karyawan seperti saya yang bekerja di salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa. Sudah merupakan kewajiban untuk tetap melayani customer yang setiap saat membutuhkan jasa perusahaan kami. Apalagi di kantor tempat saya bekerja, sudah diterapkan pelayanan 24 (jam) /7 (hari) non stop. (terdengar extrem..?? hehehehhe..)  


Saya sendiri bukan tidak pernah mengeluh, *percayalah, baru beberapa minggu ini kok ,saya belajar makna bersyukur, makanya berani nulis soal syukur :p *   apalagi untuk pekerjaan. *Duh, jangan ditanya  deeh, berapa banyak saya mengeluh soal pekerjaan, apalagi kalau dapet jatah kerja di hari libur seperti ini, please deh..seharusnya saya di salon merawat diri, ini malah meras otak dan tenaga di tempat kerja, hihihihihi...*


Tapi lambat laun, saya menyadari satu hal, sampe kapan saya harus mengeluh..?? * Catat: Mengeluh itu juga bikin capek lho... :p*  toh, saya sendiri tidak bisa melepaskan pekerjaan ini. Saya butuh pekerjaan ini untuk hidup dan membiayai perjalanan cita-cita saya yang lain. Karena saya berada di pihak " yang membutuhkan"  jadi kaya'nya saya deh, yang harus ngalah, ngga mungkin dong pekerjaan saya yang ngalah :p * bisa aja sih, kalau saya mau pensiun dini dari pekerjaan (dibaca : dipecat) *  Maka atas dasar itung-itungan sederhana ini, saya mencoba untuk berusaha menikmati pekerjaan ini, dengan mengurangi keluhan  dan memperbanyak " Syukur"  untuk pekerjaan yang saya jalani sekarang ini.  Yah, di bandingkan orang-orang di luar sana, yang masih berstatus pengangguran, saya masih beruntunglah masih mendapatkan pekerjaan yang layak *setidaknya untuk standart hidup saya yg sederhana ini ;) * 

Belajar bersyukur juga membuat saya step by step  menikmati kehidupan ini, menganggap apa yang terjadi hal-hal yang biasa yang biasa dialami orang banyak. Tidak menganggap diriku yang paling sengsara, dan berusaha bersyukur setiap "masalah"  yang saya hadapi.




Dapet masalah disyukuri...?? 

Yeps, why not..?? coba deh, kita sama-sama renungkan hal ini dengan cara sederhana. Kalau kita dapet masalah dalam hidup ini, tentu kita kepengen dong, segera menyelesaikan. Nah, dalam proses penyelesaian masalah ini lah kita akan menemukan pelajaran-pelajaran tentang hidup yang tidak mungkin kita dapetkan kalau kita tidak bermasalah. Betulkan..?? hehehehhe.. Semakin banyak masalah yang kita hadapi maka semakin besar peluang untuk mendapatkan "ilmu hidup"  baru.  Bukankah dunia mengatakan,"Tak ada yang gratis di dunia ini.."  Nah," Ilmu hidup"  ini juga tidak gratis dong, *Enak aja, mau gratisan.. :P*   kita mesti bayar juga untuk dapet " Ilmu hidup" ini. gimana cara bayarnya..?? yah, dengan " Masalah " hidup yang kita hadapi, dengan masalah hidup yang diamanatkan ke kita, dengan masalah hidup yang dikaruniakan ke kita. Itu lah alat bayar untuk mendapatkan, " Ilmu hidup"   ini. Yang jelas ingat satu hal, bahwa apapun masalah di dunia ini minumnya teh botol sosro pasti ada penyelesaiannya. Hanya dibutuhkan sedikit kesabaran + kegigihan+keikhlasan dalam menghadapi tiap masalah. Terdengar enteng banget yah, saya bicara..eh nulisnya...??  tapi percaya deh, meski teori ini pasaran  banget, tapi ketiga hal sederhana ini. memang ramuan jitu untuk menghadapi tiap masalah yang kita hadapi. Dan jangan sekali-kali berpikir, kalau cuma kamu satu-satunya yang paling sengsara, yang paling sekarat dengan masalah yang kamu hadapi. Ingat, manusia ini millyaran jumlahnya. Masa cuma kamu doang yang disengsarakan oleh masalah..??heheheh...  Intinya, berpikirlah secara sederhana untuk melihat setiap permasalahan yang berat. Kalau masalahnya yang berat aja  kita udah mikir yang bukan-bukan, yahh..bukannya menyelesaikan masalah tapi menambah beban masalah yang sedang kita hadapi. betulkan..?? *ayo bilang betul, biar tulisannya cepat kelar nih..hehehhe...

Dan kembali lagi, cobalah memperbanyak bendahara syukur dalam hidup kita. Iya, saya ngerti ini kedengarannya amat klise, dan terlalu naif. Tapi sekarang saya mau nanya deh,  teori-teori klise dan naif seperti ini saja, kalau kita ngga mau jalani dulu, bagaimana bisa kita memahami  teori  dari para pakar kehidupan yang penuh dengan teori-teori kehidupan dengan istilah-istilah yang jelimet itu..?? Masa' menyelesaikan masalah dengan masalah..??? duh, sekali-kali pake istilah penggadaian dalam menyelesaikan masalah. "Menyelesaikan masalah tanpa masalah" :P

Sepertinya saya udah kepanjangan deh, *nyadar diri* hehehhe......jadi mari  belajar bersyukur...*hallah, belagu amat yak..?hihihihi*  yah, dari hal-hal yang kecil aja dulu, misalnya bangun di pagi hari, : " Alhamdulillah,  saya masih bernafas. Thx God"   pegang telinga, " Syukur, telinga masih utuh"  Dan buang air kecil/BAB di pagi hari, " Untung ngga kesumbat, thx God.."

See....??  mudah kan...?? Iya dong, pokoknya mulailah dari hal-hal kecil dan sederhana dulu. Karena terkadang dari hal-hal yang kecil justru mendatangkan hal-hal yang tak terduga.

So, masih tak ingin bersyukur...??

Yuukkk mari belajar bersyukur bersama....;)

" love wholeheartedly be surprised give thanks and praise then you will discover the fullness of your life " -  Brother David Steindl-Rast





~MN~





7 Juli 2010

:: Lelaki di sampingku itu..


Sabtu malam kemarin,  saya ke undangan pernikahan temen. Temen kuliah yang menikah dengan salah seorang ex teman kantor saya. Perjalanan cinta yang cukup berliku-liku kayak sinetron ini akhirnya berakhir happy di pelamina. Ke dua temanku yang berbahagia sangat ini, tak hentinya mengucapkan terimakasih kepada saya dan seorang teman yang telah mempertemukan mereka, atau bahasa kerennya jadi Mak Comblang mereka. hehehe....

Kepada ke dua mempelai, saya katakan dengan berusaha tampak bijak (cieeee....) bahwa pertemuan mereka bukanlah suatu kebetulan. (Saya sendiri tidak percaya dengan kebetulan) Bagi saya dan teman yang kebetulan jadi mak comblang untuk ke duanya. Tentu saja menapik, bahwa karena kamilah mereka akhirnya bisa bersama di Pelaminan ( Dan semoga seterusnya. Amien).  Bagaimanapun pertemuan mereka sudah diatur oleh alam dan si pemilik tunggal alam, jauh sebelum mereka disajikan di bumi, jauh sebelum mereka mengerti apa itu jatuh cinta ( sesuatu yg masih begitu absurd bagi saya pribadi) jauh sebelum mereka mengerti kenapa harus ada pernikahan, dan kenapa pada akhirnya berdua memutuskan menikah. Semua sudah diatur sedemikian sempurnanya oleh alam dan si pemilik Tunggal Alam. Dan kami berdua (Mak Comblangnya)  hanyalah sebuah cerita kecil yg diselipkan dalam skenario pertemuan mereka di bumi ini.  (Tjahhh...kenapa saya jadi ngelantur gene...? hihihihi....)  

Acara pernikahan berjalan dalam suasana yang sederhana dan penuh keakraban. Ke dua mempelai membaur dengan para tamu. Tidak duduk di pelaminan sebagai raja dan ratu sehari menanti ucapan selamat dari undangan yang datang. Keduanya datang menyambut para undangan, berbincang, menyapa secara langsung. Berbagi kebahagian secara langsung. Tak ada batasan antara kedua mempelai dengan para  undangan.  Pesta pernikahan malam itu benar-benar bukan milik mereka berdua saja. Tapi milik para undangan yg datang yang sama-sama merayakan (menikmati)  kebahagian  mereka.  Dan di tengah-tengah keakraban inilah,  saya bertemu dengan seorang lelaki.  Lelaki  lama kenalan lama, yang juga larut dalam suasana keakraban pesta pernikahan teman kami. Kami berdua sama-sama memuji konsep pesta pernikahan ini. Dan  entah siapa yg mulai, bahwa jika kelak,  jika kita masing-masing berada pada posisi ke dua teman kami yg sedang berbahagia ini, kita juga menginginkan konsep pesta pernikahan seperti ini. 

Tunggu...!!  tidakkah  saya terlalu dini merencanakan konsep pesta pernikahan..??? hihihihi, kan konsep calon yang bakalan saya temanin nikah aja belom ada...?? hahahahha..... sepertinya saya terlalu terlena dengan pesta pernikahan teman saya, sampai jadi ngelantur begini..:P


Pertemuan dengan lelaki, kawan lama yang duduk di sampingku malam itu. Akhirnya berlanjut di salah satu warkop yang tak jauh dari kompleks perumahanku. Kita berbincang banyak hal, layaknya kedua kawan lama yang baru berjumpa. Begitu banyak yang kami ceritakan. Sampai saya lupa apa yang telah kami bicarakan saking banyaknya. Hehhe..

Yang paling kuingat dari lelaki yang sudah tidak duduk di sampingku ini tapi di hadapanku. Adalah ketika ia menceritakan hal yg paling menyedihkan yang pernah ia alami, bahwa ketika ia harus kehilangan seorang yang mampu membuatnya tertawa disaat ia sendiri tak mampu tertawa, bahkan untuk mentertawakan dirinya sendiri. 


"  Orang seperti ini susah ditemui,Mhi.." Katanya.
"  Orang ini mampu membuat kamu tertawa, bahkan dalam kondisi terburuk dalam hidupmu.."  lanjutnya dengan mimik serius.
" Berarti dia pelawak ulung dong.." Potongku..
" Bukan, Mhi.  Bukan.  Dia membuat kita tertawa secara tak sengaja tanpa konsep. Beda dengan pelawak. Pelawak membuat kita tertawa itu sudah biasa.  Karena itu tujuan mereka jadi pelawak. Tapi orang ini membuat kamu tertawa bahkan untuk sesuatu yg tidak bisa kamu tertawakan sampai hal-hal yang tak terduga sama sekali untuk ditertawakan.  Orang seperti ini tidak punya konsep melawak seperti pelawak. Bahkan mendengar tawanya, suaranya,bahkan kerling matanya susah untuk tidak tertawa. Bukan karena dia lucu. Atau dia seperti pelawak. Saya susah menggambarkannya, yang kutahu orang-orang seperti ini terlalu sedikit di bumi ini...." Terangnya dengan sungguh-sungguh, dan kulihat wajahnya mendadak layu, ketika mengucapkan kata "sedikit".

" Begitu sedikit..?!?" 

" Yeps, mhi. Begitu sedikit. Saking sedikitnya, saya tidak pernah bisa bertemu dengan seorang seperti ini lagi  " katanya sambil  tersenyum miris, miris sekali.

Entah mengapa, saya tak ingin bertanya lagi.  Lalu kita sama-sama diam. Diam dalam pikiran yang tiba-tiba beku. Mungkin dia sedang berada dalam ingatan seorang yang "sedikit" itu. Entahlah..

 Dan dua cangkir kopi, mengakhiri pertemuan kami. Tanpa ada janji untuk ketemu lagi. Semuanya kami serahkan pada alam. Sebagaimana alam juga mempertemukan kami malam ini tanpa adanya rencana untuk bertemu.

Sesampainya di rumah, tentang "orang sedikit" yang dimaksud oleh teman lelaki, kawan lamaku itu. Terus memenuhi kendi fikirku.  Mungkinkah, saya akan menemukan sedikit keberuntungan untuk bertemu dengan "orang sedikit" itu...?? seorang yang mampu membuatku tertawa disaat saya sendiri tak mampu tertawa, bahkan untuk mentertawakan diriku sendiri...??

Dan tepat saya mengakhiri pertanyaan tersebut. Sebuah Private number terpampang di LCD Blackberryku, dan sedetik kemudian suara seorang di seberang sana terdengar renyah menyapaku seperti biasanya. Dan tak butuh waktu lama untuk meluruskan satu kesalahpahaman diantara kami, tawa kami berdua pun memenuhi ruang hampa di kamarku....

Mungkinkah dia salah seorang dari " orang sedikit" itu...??


Entahlah.....

2 Juli 2010

:: Saya tahu ini (mungkin) salah...




Saya tahu ini (mungkin) salah..

Tapi saya hanya punya jalan ini....

Jalan yang tak mungkin bisa dimengerti..

Saya pun tidak mengerti....

Tapi saya hanya punya jalan ini....








- In the End, Des'09 - Juli'10 -

:: In The End - Linkin Park

* Catatan kecil tentang Linkin Park...

Dari sekian banyak jenis aliran musik dan ribuan lirik-lirik lagu. Entah mengapa, saya selalu merasa bahwa hanya Linkin Park, yang mampu mengekspresikan apa yang sedang saya rasakan secara sangat tepat.

Seperti kali ini , lirik In The End- Linkin Park begitu sangat mengena keadaan saya ini. Tentang apa yang kurasakan, tentang sesuatu yang tak mampu kujabarkan dan ketika saya memilih untuk diam.

In The End - Linkin Park

 One thing, I don’t know why
It doesn’t even matter how hard you try
Keep that in mind, I designed this rhyme
To explain in due time
All I know
time is a valuable thing
Watch it fly by as the pendulum swings
Watch it count down to the end of the day
The clock ticks life away
It’s so unreal
Didn’t look out below
Watch the time go right out the window
Trying to hold on but didn’t even know
Wasted it all just to
Watch you go
I kept everything inside and even though I tried, it all fell apart
What it meant to me will eventually be a memory of a time when I tried so hard
And got so far
But in the end
It doesn't even matter
I had to fall
To lose it all
But in the end
It doesn't even matter
One thing, I don’t know why
It doesn’t even matter how hard you try
Keep that in mind, I designed this rhyme
To remind myself how
I tried so hard
In spite of the way you were mocking me
Acting like I was part of your property
Remembering all the times you fought with me
I’m surprised it got so (far)
Things aren’t the way they were before
You wouldn’t even recognize me anymore
Not that you knew me back then
But it all comes back to me
In the end
You kept everything inside and even though I tried, it all fell apart
What it meant to me will eventually be a memory of a time when I tried so hard
And got so far
But in the end
It doesn’t even matter
I had to fall
To lose it all
But in the end
It doesn’t even matter
I've put my trust in you
Pushed as far as I can go
For all this
There’s only one thing you should know
I've put my trust in you
Pushed as far as I can go
For all this
There’s only one thing you should know
I tried so hard
And got so far
But in the end
It doesn’t even matter
I had to fall
To lose it all
But in the end
It doesn’t even matter


 

1 Juli 2010

:: CInta Monyet Is True Love...??






Pernah dengar kata Cinta monyet...??
itu lho cinta sepasang monyet..! he..he..he..engga ding becanda wakk...wakkk...

Btw..waktu saya sakit 2 tahun yang lalu.  Tiga orang sahabat saya setia nongrong di kamar saya. Yang katanya bermaksud menghibur saya..! tapi buntutnya malah mengajak saya begadang sampai subuh..!hohohoho...sahabat yang benar-benar sahabat...xixixixi...


Sutralah, apapun yang saya katakan. Kalau udah ketemu ama neh tiga mahkluk jadi-jadian, semua percuma aja..coz mereka ngga ngerti bahasa manusia,hehehhe...

Malam itu,di kamar saya yang sempit yang tiba-tiba berubah jadi neraka, saya ngga tahu siapa diantara kami mulai membahas yang namanya "TRUE LOVE"

Ada yang percaya true love, selain cinta kepada si pencipta, or cinta orang tua?? sebelum pertanyaan itu terpecahkan, teman saya bertanya lagi " APA ITU TRUE LOVE ..??"

Kita kemudian saling melemparkan argument masing-masing, yang bermacem-macem, beraneka rasa...

True love is...

Cinta Sejati...(ini bahasa indonesianya)

Cinta tanpa batas...( siapa bilang..??)

Cinta tanpa syarat... (oh yah...??)

And bla..bla..bla... *bilang aja Mhi, kalau lupa..??* hahahaha....tau aja..:p

Yups,  pada intinya cinta sejati menurut teman-teman aneh saya neh, adalah sebuah perasaaan yang begitu murni yang tak terbatas, tanpa syarat,tulus dan apa adanya pada seseorang yang betul-betul kita cintai...!

Nah yang jadi masalah sekarang, apakah diantara kita sudah pernah merasakan "true love itu pada seseorang..???


Hmmmm.......!!!

Sebenarnya pertanyaan ini gampang-gampang susah, tapi pertanyaan ini jadi neraka buat kami berempat mengingat rekor percintaan kami yang buruk.. :P jangankan cinta sejati kepada seseorang, mencintai diri sendiri saja, kami masih ragu,hahhhaha...


Saat melirik kesimpulan true love yang diutarakan oleh sohib jadi-jadian saya ini, saya tiba-tiba berasumsi kalau cinta sejati seperti demikian, maka sebenarnya saya udah nemu cinta sejati saya pada saat kelas 4 SD.

Whatsss..kelas 4 SD ...?? *Ketahuan, kecil-kecil daku dah centil,hihihihi...*

Iya, kelas 4 SD. Kenapa mesti heran, cinta kan bisa tumbuh kapan dan di mana..?dan engga mandang usia kita.(Tjahhhhhhhhh....bahasanya...hihihi)

Tapi teman-teman saya pada protes, katanya itu cinta monyet, bukan cinta sejati. Tapi saya juga balik protes dan keberatan kalau rasa cinta yang saya alami waktu kelas 4 SD itu bukan cinta monyet. Coz waktu saya suka  sama kakak kelas saya yang duduk di kelas 6 SD,  saya ngga menjelma menjadi seekor monyet :p

Intinya perasaan saya saat itu murni, apa adanya...bahkan tanpa syarat...

Nah,  itu kan salah satu definisi dari cinta sejati..??

Tapi temen-temen ajaibku tetap ngotot. Bahwa apa yang saya rasakan saat itu adalah murni cinta monyet, cinta-cintaan, cinta anak ingusan...


Weksssssss.........duduls, jelas banget saya protes waktu itu. Sebagai PCMS (Pengikut Cinta Monyet Sejati) saya ngga rela kalau perasaan yang saya rasakan saat itu dikatakan cinta-cintaan..apalagi cinta anak ingusan. Sowrrry yah, saya ngga ingusan saat jatuh cinta...!! :p


Menurutku, perasaan saya saat itu betul-betul murni. Tulus apa adanya. Tanpa tahu alasan, mengapa saya bisa suka sama kakak kelas saya tersebut.
Bahkan syarat utama dari tanda-tanda jatuh cinta, ada pada saat itu. Misalnya,  jantung yang berdegub kencang saat bertemu (nih, ajaran siapa yah..?? lupa, di mana sy pungut,hihihi....) Yang jelas saya merasakan itu. Coz saya takut ketahuan ama guru dan teman-teman kalau lagi naksir dia, hahhaha....

Sumpah pocong disco...! *angkat dua jari, sambil disco dengan gaya lompat-lompat pocong kebelet pipis* Perasaan saya saat itu betul-betul cinta.  Yeah, ini menurut saya sih,lepas apakah itu kekaguman, atau faktor yang lain..

Rasa saat itu bahkan menurut saya jauh lebih tulus ketimbang cinta yang sering saya temui saat saya beranjak dewasa dan menemukan keanekaragaman pemaknaan cinta. Saat sekarang, saat saya jatuh cinta ama seseorang! saya selalu punya alasan untuk mencintai seseorang dan mungkin itu pula menyebabkan saya juga selalu punya alasan untuk berpisah,  entahlah....ini lah salah satu yang membuat saya benci dengan, "alasan" karena menurut saya, tidak semua yang tersaji di bumi ini  butuh alasan.

Sayangnya, masih saja mereka yang pernah dan sedang saya jatuh cintai bertanya, mengapa saya jatuh cinta pada mereka. Pertanyaan yang begitu saya hindari, karena hanya akan membuatku mati akal. Tak tahu harus menjawab apa....sayangnya lagi, ketika saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Cinta saya kepada mereka, mulai  dipertanyakan..dan ironisnya diragukan....


Hmmmmm............

haruskah kucari alasan yang tepat sebelum merencanakan jatuh cinta..?? sayang, cinta selalu datang tanpa bisa direncanakan..........