26 September 2010

:: Cinta Preman ::

*Notes yang diketik di tempat tidur, sembari berharap bisa terlelap secepatnya ke alam mimpi*

Mendadak berkhayal jika seorang preman mencintai seseorang, mungkin begini kira-kira luapan perasaannya pada seorang yang ia cintai... *hihihi...


==================================================


Aku memang seorang preman yang sedang jatuh cinta padamu......
Aku memang preman jalanan yang kurang ajar telah mencoba mendamba pada satu tempat kosong di sampingmu....
Aku memang preman yg tak tahu aturan karena diam-diam selalu merindukanmu.....


Aku mencintaimu secara brutal...
merindumu dengan begitu liarnya....



Aku merampok sebagian dari hatimu dan menuliskan namaku di situ, meski berkali-kali kau berusaha menghapusnya....!!

Aku mencuri sebagian mimpi-mimpimu dan hadir di sana, hanya sekedar mengingatkan aku ada dan meski sekali lagi kau menapiknya.....





Aku menyelinap masuk diam-diam dalam lantunan rindu yg kau tujukan padanya, meski berkali-kali kau menepisnya.....

Aku hadir dengan nakalnya di alam pikiranmu....meski berkali-kali kau mendorongku keluar dari alam bawah sadarmu.




Aku yang akan selalu kau rindukan diam-diam...di tengah kau merindukannya....
Aku yang akan selalu kau damba diam-diam di tengah kau mendekapnya....
Aku yang akan hadir di antara bayang-bayang wajahnya yang hadir dalam khayalmu....
Aku yang akan hadir tiap kali kau meragukannya....
Aku yang akan hadir, tiap kali kau bertanya tentang kebenaran hatimu padanya.....




aku adalah nurani kecilmu yang kau dustai...
aku adalah cinta yang kau sangkal mati-matian..


Namun tanpa kau sadari.....

Cintaku telah menjadi preman  nakal dalam pikiran dan hatimu yang tumbuh dengan begitu liar dan berantakan diseluruh sendi hatimu, mengacaukan kesetiaanmu padanya,  Dan  berjokol abadi di hatimu....meski hanya menempati ruang kecil di sana, namun tak ada satu pun yang akan sanggup memasukinya sekalipun dia tak akan pernah bisa. Karena aku mencintaimu dengan cara yang beda yang tak akan pernah bisa kau temui dibelahan hati manapun....





Maka....ikhlaskanlah hatimu untuk aku rampok seutuhnya.....sebelum aku insyaf mencintaimu.........





===============================


Hmmm....ada yang mau saya  rampok hatinya ....? :D *nyengir preman pasar sentral*




~MN~

24 September 2010

:: Cinta Prematur...:: (Anggap saja Cerpen)

Ini bulan ke tiga aku mencintaimu..tepatnya hari ke-90 aku jatuh cinta padamu..sejak di detik pertama aku melihatmu tersenyum dengan pesona kharismamu yang mampu melumpuhkan persendianku..

Detik di mana, aku yakin bahwa cepat atau lambat aku akan jatuh cinta padamu..detik yang sudah ku-fosilkan diam-diam agar tidak punah ditelan kekuatan waktu yang terkadang begitu mengerikan.

Dan semalam kita bersama kembali ke detik itu. Detik pertama aku jatuh cinta padamu..detik pertama aku meletakkan batu pertama hatiku di hatimu..

Suasana yang sama, engkau masih begitu memesona, benda itu masih melekat kokoh di pergelangan kiri tanganmu. Engkau memamerkan kepadaku dengan bangga, seakan ingin menyakinkanku bahwa engkau tak perna melepaskan benda petunjuk waktu yg kuhadiahkan di hari jadimu.

Aku tersenyum bahagia..menghampirimu dengan rindu yang sudah memuncak sedari tadi yang menggelisahkan langkahku yang mondar mandir menantimu di teras rumahku.

" I miss you.." Ucapku sepenuh hati..

Dan seperti biasa, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirmu..hanya senyum tipis dan tatapan singkat. Dan anehnya aku terkadang cukup puas! Meski aku sangat berharap ada kata yang terucap dari bibirmu meski itu hanya ada 2 kata,"Me too.." Atau kalau 2 kata itu terlalu mahal untukku, cukup 1 kata saja, " Sama" asal jangan kata, "tidak"

Entahlah..atau karna aku keseringan mengucapkan kata rindu padamu..sehingga engkau mengartikan kata-kata rindu yang sering kualamatkan padamu hanyalah pengganti dari kata"Hai.." Untuk menyapa...

Ah, tak mudah menyakinkanmu memang..karna aku sendiri tak habis pikir kenapa bisa merindukanmu sebrutal ini..




Kini kita duduk berdua..dengan bulan purnama yang menggantung sempurna di langit. Aku menatapmu seperti biasa..seakan ingin menunjukkan betapa besar cinta yang kutabung selama ini untukmu..dan kucicil pelan-pelan kepadamu lewat ucapan-ucapan "I miss You"..meski aku tahu, tabungan cinta ini takkan habis karna aku tak perna melihat ujungnya. Tak perna ada saldo minim yang tertera di sana.

Berlebihankah..? Kuakui iya, tapi itu lah kenyataanya..aku sendiri kehabisan akal untuk mengendalikannya. Tak perna aku se-stupid ini merindukan seorang.

Dan bulan itu mulai bergeser! Tapi kita juga tak bergeser dari tempat kita masing-masing. Terdiam,dan sesekali saling mencuri pandang..entah apa yang berkecamuk di pikiranmu. Yang jelas di kepalaku ada luapan rindu yang di pompa secara brutal dari hatiku. Ingin aku melompat sesegera mungkin ke pelukanmu..namun sejurus kemudian kulihat ekspresi wajahmu berubah..dan dengan cepat indera penciumanku mengendus aroma kehilangan di sana, aku mulai ketakutan.

" Arum,tidakkah kau merasa cinta yang kau miliki padaku terlalu prematur...aku takut..apa yang kita rasakan..terlalu prematur untuk dikatakan cinta..."

"Cinta Prematur..??" Aku mengulangnya di tengah rintih hati yang tiba-tiba teriris pelan-pelan, perih sekali...

" Yah..Cinta prematur..aku takut cintamu cintaku..hanyalah cinta sesaat yang hadir..di tengah keraguan dan pertanyaan kita akan makna cinta sejati. Apakah engkau tak perna bertanya pada dirimu sendiri...bahwa kita terlalu prematur untuk saling jatuh cinta..?!? "

Dan bulan purnama yang menggantung itu entah kemana, Aku tak melihatnya di langit..di sini terlalu gelap..aku bahkan mulai mengigil..dan kurasakan hatiku perlahan membeku..

"Mungkin engkau benar..kita terlalu prematur untuk jatuh cinta.."

" Iya, arum..aku merasakan itu..."

" Tapi saya rasa kita tidak prematurkan untuk memesan makan malam sekarang, aku sangat kelaparan! Maukah engkau memesankan aku..satu piring nasi goreng yang pedas sekalii dengan porsi jumbo..? Aku sangat kelaparan...!! "

" Hehehe..baiklah.."

Dan akhirnya engkau pun beranjak dari hadapku..bukan hanya dari hadapku..dari hidupku..dari hatiku..dari ribuan kata " I miss You" yang belum sempat kuucapkan..dan dari kalimat yang begitu kuagungkan, yang begitu kusimpan erat, hingga waktunya aku punya kekuatan untuk mengatakan, " Aku mencintaimu...."

Dan itu bukan cinta prematur..andai engkau tahu..cinta tak perna mengenal ukuran waktu...namun engkau selamanya tak kan perna tahu..tak kan perna tahu..

Dan aku menangisi perpisahan diam-diam ini dengan nyanyian yang amat pilu bersama bulan yang semakin bergeser jauh...( ~MN~)





:: Cerita Bulan Pada Dua Hati ::

* Lagi asyik membenahi beberapa cerpen yang keteteran di sana-sini, yang sempat terposting dan yang hampir jamuran di Folder. Daripada membeku di HDD, mungkin lebih baik terposting di Notes FB ini. Sekalian belajar dari segala masukan (Ge'er, berasa ada yg mau baca aja..:D) pembaca yang kebetulan insyaf baca cerpen ini,hehehhehe..*


===================================


CERITA BULAN PADA DUA HATI


Bulan di awal Bulan....


Di salah satu sudut pusat perbelanjaan, Aku lagi sibuk berbelanja kebutuhan bulananku. Tiba-tiba aku menangkap satu sosok wajah yang amat aku kenal, bahkan wajah itulah yang selalu menggetarkan hatiku dan menghiasi mimpi-mimpiku selama ini. Aku tersenyum penuh kasih melihat wajah itu.

Bergegas aku mendekatinya, bermaksud mengejutkannya. Belum sempat aku menyapa pemilik wajah penakluk hatiku itu. Seorang wanita cantik telah menghampirinya dan mendaratkan ciuman mesra ke pipi wajah itu yang sedang hendak kuhampiri.

Ia membalas kecupan wanita itu, hatiku berdesir pilu...
Tepat di pipi kanan wanita itu, ia daratkan ciumannya. Hatiku meradang pilu...

Langkahku terserat pilu, namun berhasil kugapai wajah itu, tepat sejengkal di hadapannya.

" Apa kabar Mas Gun ?" sapaku sesantai mungkin saat berhasil kutatap wajah yang begitu kurindukan itu.

" Kamu....??"

" Yah, aku Laila, masih Laila yang sama, Laila- Istrimu." Ingin rasanya aku menghambur tangis, ketika susah payah aku menyebutkan statusku di hadapan wanita yang menggenggam mesra tangan Gunawan, lelaki yang masih kuyakini sampai detik itu adalah suamiku.

Dan atas keyakinan yang masih terpatri itu, kuraih dengan lembut tangan suamiku dari genggaman tangan wanita itu.

" Boleh kuambil suamiku...?!?"

Dengan wajah pucatnya, wanita itu terdiam menatapku sambil perlahan melepaskan genggaman tangannya dari tangan suamiku. Mungkin ini pertama kali ia mendengar seorang wanita meminta suaminya padanya. Mungkin, entahlah..

" Maaf Mbak, suamiku..harus pulang"

" Mari Mas, kita pulang, aku merindukan suamiku.." lanjutku sambil menarik lembut tangan Gunawan.

Dan kami pun melangkah meninggalkan wanita itu. Sempat kulirik usaha sepasang mata suamiku untuk melihat wanita itu. Dan akhirnya aku menyadari , Gunawan bukan lagi suamiku.


***

Bulan menangis...

Aku berdiri menatap pantulan wajahku di cermin. Begitu banyak garis wajah yang mulai melukiskan raut-raut tanda penuaan.

Gunawan menghampiriku, memelukku dari belakang. Kurasakan pundakku terasa hangat oleh air matanya.

" Maafkan aku Laila..."

Aku memejamkan mata.

" Pergilah........."

Pelukan Gunawan semakin kuat,sangat kuat. Airmatanya membasahi pundakku,merembes ke sela-sela kulitku, bermuara di hatiku. Menyatuh dalam limpahan mata air mataku.

Dan perlahan pelukannya melemah, nafasnya kian jauh....dan sunyi itu pun mengawali ceritanya.

***

Bulan baru...



Gunawan berganti Herman. Lelaki yang begitu memujaku empat tahun terakhir ini. Namun tak mampu menggeser posisi Gunawan. Gunawan telah mendarah daging dalam hatiku. Rembesan air matanya masih ada di kolam hatiku. Membentuk kubangan kecil. Tak perna kering. Meski sesekali menyesakkan.


***
Bulan merekah...


Sore yang tak terduga..


" Apa kabar Laila...?"

" Kabar baik, Mas Gunawan.."

" Bagaimana dengan Herman..?"

" Ia juga baik, kamu sendiri?"

" Aku baik..."

" Good.. bagaimana dengan dia..? "

" Dia juga baik..."

Dan sore itu terus terulang di sore-sore berikutnya. Janji untuk bertemu kembali selalu menjadi ending pertemuan kami, aku dan Gunawan. Mantan suamiku.


***

Bulan berkabut.....


Kubiarkan ia menindih tubuhku di sore itu, mendekapku dalam erahan nafasnya yang berburu.
kubiarkan itu terjadi tanpa tahu apa sebabnya. Dan selalu ada sore-sore yang lain untuk menyatu, sore-sore yang tak perna kupahami, namun begitu kuinginkan.

Dan akhirnya, satu sore pun teringkari.

" Laila...tinggalkan dia...." genggaman herman begitu kuat. Sangat kuat menahan langkahku...

Soreku pun berakhir. Tak ada lagi sore-sore yang lain dengan nafas-nafas berburu, yang ada hanya sore yang tenggelam dalam bulan yang berkabut.


***

Bulan pun menangis....

Herman melepaskan genggamanku, membiarkanku pergi. Aku pun pergi selamanya, tidak kepada Gunawan, tidak pula ke Sore itu. Tapi pada bulan.

Bulan, aku datang, mari kita menangis bersama...


***



23 September 2010

:: Tiba-tiba saja...

Tiba-tiba saja hari ini, merasa “eneg” dengan segala ketololan yang kulakukan selama ini. Mungkin seharusnya begini dari dulu. Karena terkadang, dengan menganggap semua adalah perbuatan tolol. Kita jadi pengen segera “pintar” lagi…meski kita bukan orang yang pintar… :)

Yeah…….Anggap saja baru bangun dari mimpi panjang  yang melelahkan! fiuhhh……..


*Tepuk2 jidat*


And btw, jadi kangen pengen dengar suara tawa sendiri..... :D




14 September 2010

:: Rindu ::


Kulukiskan wajahmu di pucuk akasia.......

Tapi aku tak menemukan senyummu.......

Mungkin kita terlampau jauh disingkap waktu.......

Seperti temali suara-suara di mana arah terpeta....

Kutuliskan namamu lewat sajak rindu.........

Di atas daun akasia air mataku.............

Bentuk guratan wajahmu.........

Lalu mekar diseruput kabut dan aku tercenung gagu bersama waktu seperti batu.-aku  

 

 

==============================

Salah satu puisi karya seorang sahabat,*Ashady yang dulu begitu sulit kumengerti..bagimana merindukan seorang sampai melukiskan wajah seorang yang dirindu dengan air mata....


Dan perlahan, aku menemukan diriku tenggelam dalam puisi rindu ini.....

:: Jodoh = Perfect Bra...??? *lol

* Pake " Gue" " Loe" karena yang mesen notes ngga suka gue make kata " saya" katanya terlalu formal... :P 


Singkat kata, Gue ama dia adalah sahabatan, Persahabatan yang berawal dari dunia maya. Udah lama. Dan Gue ama dia sering ketibang nasib yang hampir sama. Dari jatuh cinta ampe patah hati hampir terjadi secara bersamaan! heran juga gw nape, tp ini kenyataan. Hehehehee...

Dia dari sedikit orang yg bisa gw ajak ngobrol apa aja, Enak aja ngobrol ama dia. Padahal gw ama dia pernah ribut besar karena satu hal. Untunglah "kedewasaan" kami berdua menyelamatkan persahabatan kami...*tsaaahhhhhhhhh..... ( FYI : Gue ngga ingin mengulang itu lagi, Sist. Terlalu sepi dunia ini tanpa obrolan kita berdua...*Hallaah,xixixix) 

Suatu hari kita ngobrolin soal " jodoh" gw lupa tepatnya apa dan kenapa obrolan soal " jodoh" ini bergulir di layar YM. Yang jelas obrolan kita berdua jadi begitu seru, saat ngobrolin soal " Jodoh" ini. Apalagi saat gw ingat quotes yg gue ambil dari film Indo yang pernah gw nonton.

" Mencari jodoh itu seperti mencari BH yang pas..."





Awalnya sih gue ngga terlalu," ngeh" ama quotes tersebut. Lagian apa hubungannya coba Bra ama Jodoh..?? dan gue ngga pernah berharap ketemu jodoh yang doyan make Bra apalagi wajahnya yang mirip Bra!! * huakkakaka....(Istigfar mhi, bulan puasa...:P)

Tapi setelah gue pikir-pikir, ada benarnya quotes itu. Buat perempuan-perempuan yang sudah memakai Bra, tentu paham betul siksanya jika memakai Bra yang tidak cocok buat kita. Saat kita memilih Bra yang baik dan cocok buat kita, yang kita pertimbangkan tentu " kenyamanan" saat memakai Bra itu. Nah, begitu pula saat bicara Jodoh. Apa sih yang membuat loe betah berlama-lama dengan seorang lelaki....?? Apa sih yang membuat loe bisa menyakini kalau doi adalah orang yang tepat buat loe...?? sekian dari banyak alasan loe, gue yakin salah satunya , karena loe merasa nyaman ama dia.


KENYAMAN 


Seberapa penting rasa, " nyaman" buat loe...?? kalau gue sih menempatkan ini di urutan nomor satu dalam segala hal. Saat memilih Bra yang baik dan pas buat gue, gue mengutamakan "kenyamanan". Buat apa gue memakai Bra yang berenda-renda, tapi bikin gue nyiksa dengan renda-renda tersebut...?? meski Bra itu nampak sempurna di mata sebagian perempuan dan kelihatan "sexy" (mybe) di mata laki-laki... :p Tapi kalau gue tetap tidak merasa nyaman buat apa...?? yang make kan gue...? hehhehe...

Begitu pun soal jodoh.....*tarik nafes* ehem....gue tahu, mengingat record percintaan gue yang buruk :( bicara soal jodoh gue bukan orang yang tepat. Tapi bicara soal " Bra" yang tepat, hehehehhe....gue bisalah. hohohohohoho..... Karena gue taunya soal " Bra" yang nyaman itu gimana dan gue juga lagi pengen nulis soal jodoh dan kebetulan terinspirasi dengan quotes di atas, jadi ngga salah dunks, kalau gue sedikit berbicara soal, "jodoh' ( Ehem...)

JODOH

Di sini, gue ngga pengen ngebahas gimana sih ciri-ciri jodoh yang tepat buat kita. Karena gue yakin tiap pemakai Bra punya selera tersendiri soal ini. Begitu pun gue ngga akan ngebahas soal bagaimana mengetahui kalau dia adalah jodoh kita. Karena gue bukan Mama Lauren. Meski Mama Lauren salah satu pemakai Bra (Ngawurr, mhi!) . Jodoh tetap menjadi hal misteri buat gue, dan gue lebih nyaman Tuhan menyimpan rahasia soal Jodoh ini sampai tiba waktunya Tuhan membukakan rahasia itu untuk gue, dengan cara-Nya tersendiri, biarlah Tuhan mempertemukan gue dengan jodoh gue.

Kata seorang mentor gue, " Mintalah Jodoh yang baik sama Tuhan" dan gue menyakini ini , bagaimanapun jodoh yang terbaik itu bersumber dari Tuhan, entah bagaimana caranya Tuhan mempertemukan gue dengan jodoh tersebut. Tapi kalau gue bisa berharap, gue pengen orang itu adalah seorang yang bisa membuat gue nyaman. Begitupun sebaliknya gue juga mampu membuat dia nyaman dan betah di samping gue, tertawa,menangis, ngobrol apa aja sampai kami berdua kehabisan bahan cerita dan akhir hanya saling menatap, diam dalam seribu bahasa dan saling tersenyum dengan sejuta makna...dan pelan-pelan saling berbisik kata, " I love you...."


Huaaaaaaaaaaaaakkk.....gue mulai ngawur kayakna...*Perasaan dari awal deh kayak na udah ngawur, mhi..hihihihi*


Well, tiap perempuan pasti tahu bagaimana memilih " Bra" yang cocok  buat mereka. Jika kita masih merasa bingung bagaimana jodoh yang baik buat kita, mungkin analogi " Bra" ini bisa kita terapkan dalam memilih " Jodoh" yang tepat buat kita,hahahahhah....
Tapi lucu juga kalee yee kalau pas kita merasa yakin ama seseorang kalau ini jodoh yang kita inginkan selama ini, terus kita natap dia lekat-lekat dan berkata, " Mungkinkah kamu adalah Bra yang selama ini saya cari....?? " huakakkakakkakakka.....gue yakin laki-laki itu akan ilfill seketika, hahahha....mana ada laki-laki mau disamain dengan Bra...??hihihihihi....


So, sudahkah  menemukan Perfect Bra anda...?? *lol.....

9 September 2010

:: Dunia Mhimi Berlebaran ::


Mari kita setting NIAT,
Upgrade IMAN,
Download SABAR,
Delete DOSA,
Approve MAAF,
Hunting PAHALA agar kita getting GUEST LIST
masuk surga..

Minal a’idzin wal faa idzin..

Selamat Hari Raya Idul Fitrih  


- Mhimi Nurhaeda - 

6 September 2010

:: AKU ::

AKU





Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943 - Chairil Anwar


1 September 2010

:: Stadium Satu ::

Hanya itu yang dikatakan lewat udara...

Hanya stadium satu.....

Dan aku pun membeku di sini........




.............................................