22 Oktober 2013

Tentang menunggu

 
Akhir-akhir ini, sering dibuat menunggu. bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu melalui proses menunggu. Tapi kenyataannya, saya seperti sudah ditakdirkan untuk melalui satu step dalam perjalanan hidup ini yang penuh dengan menunggu. 

Tuhan berangkali sedang menjebak saya dengan situasi ini. Sebagai jalan untuk saya belajar memaknai sabar. Tuhan tahu betul, betapa saya tidak menyukai menunggu. Saya pengikut gariskeras tentang pemahaman, bahwa pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu.




All pics from my instagram. Photo iseng yg diambil ketika sedang menunggu

Namun kenyataannya beberapa bulan ini, menunggu kini menjadi pekerjaan favorit saya. Entah kapan saya jatuh cinta dengan pekerjaan menunggu ini. Saya hanya menyadari satu hal, ketika sedang menunggu berarti ada jedah waktu yang harus saya manfaatkan dengan apa saja. Seperti saat ini, ketika sedang menunggu seorang senior di kantor yang sedang rapat, saya mengisinya dengan nge-blog. 2 postingan saya sukses hari ini disela-sela menunggu. Satu hal yang sulit saya lakukan akhir-akhir ini, malah bisa saya selesaikan disela-sela menunggu.

Menunggu juga terkadang memaksa saya menelusuri lorong-lorong waktu tentang semua yang telah terlalui. Membuat semacam catatan pribadi yang berisi banyak hal yang memerlukan evaluasi. Menunggu seperti memperlajari pelajaran filosofi hidup. Banyak pemaknaan yang secara tak sengaja saya temui dengan menunggu. 

Saya percaya pada satu hal, bahwa Tuhan ada dimana-mana. Bahkan diselipan waktu menunggu. Ia ada di sana. Bersama kita menunggu. Melihat kita bagaimana kita mengisi ruang kosong pada menunggu. Sehingga menunggu tak pernah lagi menjadi sia-sia. 

Yah berangkali, ada hal yang memang harus ditunggu, diberi kesabaran lebih untuk menjalaninya. Agar ketika proses menunggu itu berakhir. Kita punya banyak cerita untuk disampaikan kepada yang membuat kita menunggu. Membuatnya semakin berharga. Bahwa kita melalui banyak hal untuk sampai padanya, untuk mengakhiri sebuah penantian.... 


Selamat menikmati menunggu, selamat bercumbu dengan waktu... 


Sebelum Oktober Berakhir

Tadi siang, liat timeline ada temen yang nge-tweet," tak sabar ketemu November ceria".
Sesaat saya terdiam, ternyata Oktober akan berakhir. Entah kenapa, ada tetiba rasa panik yang memenuhi sebagian ruang di kepala. Hanya sebagian. Tapi sukses bikin pening juga. 

Ternyata banyak hal yang harus diselesaikan dan dibenahi. Entah waktu yang begitu cepat berlalu. Atau sayakah yang terlalu lamban akhir-akhir ini..? 

Berangkali bukan lamban. Tapi kebiasaan buruk yang suka mensepelakan segala hal, dan janji nanti, nanti, nanti, nanti sajalah dikerja. Yang semakin parah akhir-akhir ini.
 
Hufft...

Mendadak merasa ngeri sendiri dengan kebiasaan buruk ini. -____- 
Well, sebelum Oktober berakhir, semoga saya bisa membenahi semua yang tercecer. Dan bertanggungjawab ditiap lini yang diamanahkan ke saya. Amiin.. 

Oh yah ya Rabbiku, tetap beri aku kesehatan yang prima yah. Aku harus selalu sehat. Banyak kegiataan yang membutuhkan kesehatan primaku. Amiin sekali lagi.

16 Oktober 2013

Find your MoodBooster With Wardah Beauty

Hello..Hello..

Apa kabar dear pembaca duniamhimi.com..? mumpung masih dalam suasana Idul Adha 1434 H. Izinkanlah saya, si tukang nulis di blog ini mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H mohon maaf yaah jika selama nge-rusuh di blog ini terselip kata-kata yang mungkin nyakitin secara sengaja maupun engga, yukk kita selesaikan sekarang, mumpung golok masih tajem nih, habis dipake kemarin potong hewan Qurban.

Hahahhaha husssttt becanda...woi...becanda, pada serius amat bacanya,sampe udah ada yang kebawa emosi. ssst....coolingdown baby, santai... jangan sensi gitu, lagi PMS yah...?oupsss! hihihihi....

Maaf yah maaf.....*Salim atu-atu* 

Btw ngomongin soal,'Sensi' nih yah, terutama sensi dikalangan perempuan yang biasanya datang dikarenakan PMS (premenstrual syndrome  ) benar-benar bisa jadi semacam gangguan yang amat menjengkelkan apabila datangnya disaat yang sangat tidak tepat. 

Badmood atau super sensi disaat PMS sebenarnya sih ngga masalah-masalah amat, wajar-wajar aja. Namanya juga lagi dalam siklus menstruasi wanita

Tapi semuanya akan jadi big problem banget, ketika kamu sedang dituntut dalam keadaan prima lahir bathin. Sementara kamu sendiri ngga bisa ngatasi mood kamu, ngga bisa ngontrol emosi. Bawaannya emosi mulu. Dan kamu sendiri kebingungan hadapi itu semua. 

Saya pernah (bahkan berkali-kali) ada disituasi neraka tersebut. Dimana saya harus keliatan fresh banget, karena harus berhadapan dengan banyak orang, berurusan dengan berbagai macem manusia dengan ribuan watak yang berbeda. Yang mana pada satu sikond, saya lagi PMS, emosi mulu, pokoknya bawaanya pengen nonjok orang aja deh,hahahhaha....

Kejadiannya waktu harus nangani dua event beberapa bulan lalu. Nikahan temen, dimana saya sebagai Wedding Organizer dan event peluncuran suatu produk. Kebayang saat itu saya lagi sedang puncak-puncaknya PMS, emosi ngga kekontrol, bawaannya pengen marah-marah mulu. Sementara disatu sisi saya harus selalu nampak fresh dihadapan klien, belum lagi harus dikit-dikit meeting dengan tim saya.  Semua itu membutuhkan kewarasan tingkat tinggi, ketenangan lahir batin. mood yang stabil. Tapi jangankan untuk itu semua, yang ada mood saya sejak dari pagi itu udah berantakan habis. -___-

Tapi apa semua kegiataan saya mau berkompromi dengan badmood dan sensi saya akibat PMS itu..? ngga kan..? ya iyalah, yang ada juga saya yang harus berkompromi dengan itu semua. Dengan semua tanggung jawab yang sudah diamanahkan ke saya. Maka tak ada jalan lain ,kecuali  menemukan Moodbooster yang tepat buat keluar dari 'neraka pms' tersebut :p 

Salah satu Moodbooster saya biasanya disaat sedang terperangkap di neraka pms, saya biasanya mencoba dandan yang sedikit berbeda dari hari-hari biasanya, tapi bukan berarti harus norak lho...!

Dari Make-up saya biasanya suka main warna-warna ceria. Yah sebagai pemicu mood juga sih. Nah pemilihan Make-up yang berwarna ceria ini, meski hati-hati karena kita harus pandai-pandai mengkombinasikan warna-warna, terutama untuk bibir dan mata. karena dua area tersebut (Bibir dan Mata ) sangat berperan penting dalam menentukan riasan wajah kita. 

Nah masalahnya lagi, jika dalam keadaan PMS begini, bawaannya itu malesssss dandan. Kalau cuma tinggal di kamar sih ngga apa-apa yah ngga dandan. Tapi kalau meski harus keluar rumah, ketemu dan berurusan orang banyak, ngga mungkin dong yah kita ngomong keorang-orang yang kita temui, "sorry yeee berantakan lagi PMS ". Atau naruh pengumuman di jidat : " LAGI PMS, MALES DANDAN " wuahahhahahha..... 

Makanya untuk ngatasi semua itu, saya sarankan untuk dandan minimalis yang elegant. Tapi sayangnya tidak semua kosmetik bisa menunjang untuk kita bisa tampil minimalis. Kendala terberat adalah bahan-bahan kosmetik yang biasanya agak berat dikulit wajah. Jadi beneran dandanan kita sih mungkin minimalis yah, tapi rasanya benaran kayak tembok-tembok rumah minimalis. Beraaattt boww.....!!! 

Saya sering bermasalah dengan tipe kosmetik seperti itu, belum lagi berurusan soal halal tidak halalnya produk tersebut,benar-benar melelahkan dan sekaligus tragis juga sih, di negeri yang sebagian besar penduduknya muslim ini masih jarang produk-produk kosmetik yang mengedapankan unsur ke-halal-an produk mereka.Makanya  kita pun tetap harus teliti dan jadi smart buyer terutama ngecek kwalitas dari mutu produk tersebut, serta halal tidaknya kandungan pada produk tersebut.


Saya sempat uring-uringan juga sih dibuat ketika banyaknya berita tentang kandungan bahan-bahan yang tidak halal pada produk-produk yang biasa kita gunakan sehari-hari, yang nyaris luput dari perhatiaan kita. Salah satunya yah tentang produk kecantikan yang halal.

Seperti yang kita ketahui, bahwa jarang banget ada kosmetik yang hadir dipasaran dengan konsep islami. Diantara sedikitnya kosmetik yang mengedapankan unsur ke-halal-an produknya, adalah Wardah beauty yang hadir dengan produk-produk kosmetik yang mengedapankan unsur halal nya tanpa mengurangi kwalitas produk-produk mereka.

Sebagai muslimah yang lumayan harus berurusan dengan segala hal dengan kosmetik, sangat Ahamdulillah bangeet akan kehadiran Wardah Cosmetic. Selain karena halalnya yang ngga diragukan lagi. Bahan-bahan yang terkandung dalam semua produk-produk Wardah beauty betul-betul ringan banget dikulit, jadi ngga bakalan masalah kalau mood males dandan kumat sementara kita dituntut harus dandan nih yah, karena itu tadi produk wardah ringan banget dikulit, berasa ngga dandan, aman dan tentu saja HALAL...

 


















Me and My MoodBooster ( dibaca : Produk halal wardah beauty )


Kembali ke-tips untuk menemukan MoodBooster saat Mood lagi berantakan habis karena PMS. Seperti yang saya tulis diawal tadi, bahwa ketika lagi terjebak di 'neraka pms' biasanya boodmooster saya adalah mencoba make-up yang sedikit berbeda dari hari-hari biasa, tapi tetap minimalis. Nah untuk itu, saya perlu banget dengan kosmetik yang ringan dan tentu saja halal dari Wardah Beauty.

Secara simple, ini lah rumusan tips simple For find your MoodBooster ketika lagi PMS :


Wardah Exclusive Two Way Cake (ngga perlu lagi pake Foundation) Wardah Long Lasting Lipstick jangan lupa dipadukan dengan Wardah Wondershine - Creamy BrownWardah Eye Shadow A
(pilih warna yang senanda dengan warna lisptik atau hijab yang dikenakan )  + Perona Pipi Wardah Blush On B (pilih warna yang lembut banget ) + Yang terakhir jangan lupa semprotkan wangian pembangkit mood dari Wardah, pilihan saya jatuh pada Eru DeToilette. Percaya deh wewangiannya langsung bikin mood bangkit 100 % 


Hasilnya :



Yeah Finally I found My MoodBooster, Thankyue Wardah beauty

Kalau kita sudah ngerasa udah cantik, biasanya mood kita ikutan membaik. Yah emang sih dimana-mana perempuan ingin terlihat cantik. Tapi cantik di sini ngga asal cantik dong, meski cantik lahir batin. Dan untuk menghadirkan cantik lahir batin tentu harus didukung dengan mood yang baik dan kosmetik berkwalitas yang  halal seperti produk-produk Wardah Beauty. 

Pokoknya ketika PMS menyerang jangan lupa deh untuk keluarin segala hal yang bisa menjadi moodbooster kita, jangan mau diperalat oleh mood, hihihihi...

findy Your MoodBooster with Wardah Beauty.... ^^


Bye...Byee...Byeee 'Neraka PMS' :p 




Tulisan ini diikutkan serta dalam lomba  BLOG dengan tema: "Aku dan Kosmetik Halal "  yang didukung oleh : BLOGdetik, LPPOM MUI dan juga Wardah Cosmetics

6 Oktober 2013

Benarkah Pipik Mantan Istri Ustads Uje..?



Kira-kira dua minggu lalu, si Daeng Bisot asyik nge-sotoy (pinjem istilah beliau) tentang status Alm. Istri Uje yang dianggap sudah berstatus  " Mantan Istri  Ust. Uje " oleh Ust.Aswan, saudara kandung dari Alm. Ust. Uje.

Seperti biasa, saya suka nyambar isi tweet Daeng Bisot kalau ke-sotoy-annya lagi menarik :)) eh, hasil nyambaran (ini saya make isitliah apa sih? x_x  ) malah menghasilkan tugas ngepost tentang status  Pipik, dalam hukum :)



awal petaka ini :p

Wuhehehe, berasa dapat tugas makalah dari Dosen,hihihihi....

Pernyataan Ustan Aswan yang bilang Pipik dah jadi mantan istri yang bermula menanggapi sikap pipik yang keberatan atas pemugaran makam Alm.Ust.Uje. Sebenarnya patut disayangkan sih,  apalgi yang ngucapin itu bukan orang lain. Tapi keluarga dekat dari Alm.Ustads Uje. Kakak kandung Uje.  Ipar Pipik, Paman dari anak-anak almarhum *sigh*


Ngga mau ngurusin isi otak dan perasaan Ust. Aswan saat melontarkan kata-kata itu di depan publik, saya lebih tertarik menyusuri dari sisi hukumnya aja deh. lebih asyik soalnya, dan terutama saya jauh lebih ngerti kalau ngebahasnya dari sisi hukum, hahahahaha...

Dari beberapa artikel yang sempat saya baca terkait soal berita ini, sebenarnya dasar kontroversi dari pernyataan Ust. Aswan ini, terletak pada kata, 'Mantan'. Yang mana kata' Mantan' ini sangat populer dikalangan para galauers yang belom berhasil move on dari masalalu, yang belum bisa menerima kenyataan masalalunya *puk2seluruhparagalaurssedunia*

Source from www.fimela.com


Menempatkan posisi Pipik sebagai, " Mantan Istri" Uje dalam keadaan Pipik masih berselimut kepedihan dalam duka sejak kepergian suaminya, jelaslah kurang etis. 

Kalau Ust. Aswan menyeret Ilmu Fiqih-nya dalam pembelaannya, beliau boleh dikatakan benar. Bahwa Pipik secara kedudukannya dalam hubungan suami-istri sudah tidak terikat lagi setelah masa iddah  yang dijalani oleh Pipik. 

Tidak terikat disini, secara sederhana kita bisa artikan bahwa Pipik sudah lepas kewajibannya sebagai seorang istri  (termasuk didalamnya menjalani masa Iddah).


Lepas kewajiban di sini bukan berarti Pipik serta merta tidak peduli dong, dengan segala hal yang terkait dengan Almarhum suaminya. Apalagi dari Almarhum mereka dikarunia anak-anak yang merupakan warisan tanggung jawab terbesar Pipik sebagai istri yang ditinggal mati oleh suaminya. Dan jika kita  mengingat tingkat kedudukan, 'Hak dalam apapun yah (terutama harta waris)' jelas kedudukan Pipik masih di atas Ustads Aswan. Jadi jika Pipik komplen atas pemugaran makam ust. Uje. Karena tanpa izin dari dia. Maka tak perlu membawa dasar hukum dari berbagai ilmu. Pipik sangat berhak untuk keberatan atas pemugaran makam Uje.  

Lalu bagaimana status perkawinan Pipik dan Ustads dalam hukum indonesia...? Berdasarkan Pasal 38 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UUP”), perkawinan menjadi putus karena kematian, perceraian, dan atas keputusan pengadilan. Maka secara Hukum, Pernikahan Pipik dan Uje, dianggap sudah berakhir atau putus. 

Status pisah perkawinan Pipik diistilahkan sebagai, ' Cerai Mati' yang mana statusnya beda dengan 'Cerai Hidup'. Dan hal-hal yang terkait dengan hukum pasca putusnya pernikahan (cerai mati dan ceria hidup) juga berbeda dalam pengaturannya  (searh google Pasal 38 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam ) cari sendiri aja yah, biar lebih memahami,sekaligus mengenal hukum, hehehhe...

Kembali pada kata, 'Mantan' yang dilontarkan oleh Ust. Aswan. Kalau kita telesik lebih dalam (tsaah) penggunaan kata,"Mantan" biasanya lebih banyak (dan lebih pas) disematkan pada mereka yang 'cerai hidup' (Pisah karena alasan-alasan tertentu, bukan karena ditinggal mati oleh pasangan mereka) bukan pada mereka-mereka yang ditinggal mati oleh pasangannya. Kasihan dan sangat kurang etis sih (imo)

Lalu jika Ust. Azwan tetap keukeh nih membenarkan penempatan kata Mantan istri pada status Pipik. Apakah Ust. Aswan juga berani menyebut istri-istri almurham Nabi Muhammad, SAW sebagai 'Mantan" istri Rasul..?

Bukankah dalam ajaran islam sudah dijelaskan terang benderang, bahwa jika seorang istri tetap menjaga kedudukannya (setia) sebagai seorang istri sejak ditinggal mati oleh suaminya, maka ia akan dipertemukan kembali kepada suaminya diakhirat kelak, dan menjadi pasangan suami istri yang abadi (CMIIW) ? Kalau berdasarkan ini, maka Pipik sangat tidak layak disebut Mantan Istri dan tidak berhak lagi atas segala hal yang terkait dengan urusan Almarhum Ustads Uje. 

Selama ia (Pipik) tidak menikah lagi dengan lelaki lain, maka kiranya ia tidak layak disebut Mantan istri Almarhum Ust. Uje.

Intinya perempuan manapun dibelahan dunia ini, yang tetap menjaga kesetiannya pada almarhum suaminya,  tidak akan rela disebut 'Mantan' dan ustads Aswan harus tahu itu :')


Ya begitulah kira-kira kesimpulannya, Mas Bro. Semoga kita sama-sama belajar dan ngambil hikmah dari kasus ini (berasa kayak penutupan pidato sambutan ketua erte) , hehehehe


Salam