24 Agustus 2012

" Dengan radarku menemukanmu... " (Semacam Review Film Perahu Kertas)

Akhirnya, Jumat terakhir di bulan Ramadhan akhirnya nonton salah satu film yang saya masukkan dalam list film Indonesia yang wajib saya nonton di Bioskop : Perahu Kertas and of course with someone yang saya wajibkan pula untuk temani saya nonton film ini, hahhaha... ! 

 Meski melewatkan sekian menit beberapa adegan awal film ini, karena dia sedikit terlambat datang. Namun begitu memasuki ruang bioskop dan duduk manis di row:15 seat : 14&15 maka kami pun memasang radar untuk menyimak film ini, hehehe.. meski sebenarnya saya agak worry kalau manusia disamping saya yang sedang berusaha serius  nonton film ini akan bosen.. :P 

Buat yang sudah baca novel perahu kertas sebelum nonton film ini, saran saya lupakan seluruh imajinasi anda ketika membaca novel tersebut. Yah setidaknya biar ngga kecewa-kecewa amat kalau nantinya film ini ngga sesuai dengan harapan anda. Iya, sih! ngga semudah itu sebenarnya, apalagi kalau sudah terlanjur masuk dan jatuh kesegala lini di novel perahu kertas, yang memang penuh magic disetiap halamannya. Tapi dengan to the max banget, saya berusaha untuk tidak berekspektasi lebih terhadap film ini, meski saya akui sulit untuk menapik rasa ekspektasi saya yang tinggi akan film ini mengingat manusia-manusia hebat dibalik layar film perahu kertas. 


Tapi saya berusaha untuk menjadi manusia adil untuk cuap-cuap tentang film ini. saya sebagai penonton film dan saya sebagai pembaca novel perahu kertas. 

Dari sisi pemain :

Waktu liat trailer film ini di youtube dipilihnya Maudy Ayunda sebagai peran utama, Kugy. Sempet membuat saya pesimis. Secara wajah Maudy Ayunda terlalu "manis" untuk meng-visual-kan karakter Kugy secara total seperti apa yang tergambar jelas di dalam novel perahu kertas. Namun semua itu pupus meski tak semua, ketika melihat Maudy Ayunda sebagai Kugy mulai berkeliaran di layar lebar depan mata saya. Hmmm.. not bad, lumayan  dan bisalah (yah, ini pendapat saya lho.. ) Tapi sebaliknya saya benar-benar ngga nyangka dengan akting Adipati Dolken sebagai Keenan. Hufft, honestly beib...waktu liat dia di trailer, saya sempat bilang kebeberapa teman sepertinya memang ia sangat cocok untuk perankan Keenan. Tapi sayang banget, entah missing dimana, saya tidak menemukan kharisma "keenan" yang begitu kuat pada akting Adipati Dolken. Ngga ada aura keenannya sama sekali. (yah..yah.. sekali lagi ini pendapat pribadi saya lho...) Tapi saya sangat surprise sekali dengan akting Luhde yang diperankan oleh Elyzia Mulachela dan sosok Remi yang begitu apik dieksekusi oleh  Reza Rahadia, keduanya benar-benar sukses mencuri perhatian saya.. *halah.. hihihi dan 3 pemain pembantu, Ojos pacar Kugy, dan pasangan Noni dan Eko menurutku juga sukses mengeksekusi peran mereka secara tepat. Apalagi adega Ijab kabul Eko dan Noni, huakakakak itu bagian menurut saya yang paling "dewa" untuk mengocok perut penonton.



Oh yah, ada yang menarik lagi.Kehadiran Dewi (Dee) lestari, Hanung dan Titi Dj adalah surprise manis di film ini :) 


Kalau dari sisi cerita..?? 

Yang jelas ngga terlalu beda jauhlah dari novelnya, meski alurnya agak lamban dan sempat merasa bosen dibeberapa bagian, karena ada beberapa bagian yang menurut saya terlalu over dan dibagian lain ada yang kurang maksimal. But overall untuk kisah dengan genre film yang sama, ceritanya di atas rata-ratalah, diatas standar skenario film percintaan Indonesia. Yah tentang pencarian jati diri, cinta yang sesungguhnya antara Kugy dan Keenan yang sebenarnya diam-diam saling mencintai,namun harus menempuh beberapa peristiwa dalam hidup mereka masing-masing. Yang kemudian kelak mereka diperjumpakan kembali dalam pernikahan Eko dan Noni (Kalau di novelnya kan, eko dan noni tunangan, nah kalau di filmnya mereka udah nikah.. hahahaha )  Di sinilah kelak kenyataan perasaan mereka dipertanyakan kembali apakah benar Kugy dan Keenan benar-benar saling mencintai, mengingat ketika mereka kembali bertemu baik Kugy dan Keenan sudah memiliki pasangan masing-masing. Yang semuanya itu akan (sepertinya) dijawab dibagian ke dua film ini. Maksudnya film ini bersambung, Mhi..?? Yeps! Bersambung, anggap saja salah satu surprise di film ini, eh udah ngga surprise deh, hahhaha

Hmmmm apalagi yah..?? 


Overall film Indonesia kita ini lumayan menariklah untuk ditonton, apalagi Soundtracknya keren-keren! saya suka banget dengan lagu " Perahu Kertas" yang dinyanyikan sendiri oleh Maudy Ayund, terus ada lagu 2 manusia yang ngga kalah keren. Taburan-taburan Quotes di film ini juga ciamik, salah satu favorit saya;
 " Karena hanya denganmu, semua terasa dekat, terasa nyata.."
            -Kuggy to Keenan-


Dan setelah nonton film ini apa yang kami  rasa..?? LAPAR.. hahahha.. kami lapar banget, (secara bulan puasa, nontonya sore pula) dan sempet ngiler pas nonton adegan makan di film ini. Dan dengan memasang radar kami pun melaju bersama angkot mencari semangkok coto.. :)


" Kubahagiaaa... kau terlahir ke dunia, dengan radarku menemukanmu.... "