19 Maret 2011

:: Seperti yang kau minta ::

Ada satu keadaan yang pada akhirnya akan kita tempu meski itu bukan jalan satu-satunya dan meski pun jalan itu akhirnya membuat kita saling menyakiti satu sama lain...

Kita berangkali butuh sekali (lagi) untuk saling menyakiti untuk mengetahui seberapa sakit yang kita rasakan ketika saling menyakiti dan seberapa kuat pondasi ego kita masing-masing pada kebenaran yang kita yakini masing-masing..

Yah..Aku, kamu satu-satunya hubungan yang tidak ingin habis kucerna...


Dan pada akhirnya...


Aku kan mencoba menjadi seperti yang kau minta......... *




Menjauh, ribuan kali lipat dari jarak yang terbentang di antara kita...


Seperti yang kau minta.....
*Seperti yang kau minta, Mytha

12 Maret 2011

:: Di sini hujan ::

Hai kamu, di sini hujan…

Seperti harapanmu yang jauh di sana yang selalu berharap hujan merata hingga di kotaku.  Tempatku berdiri di sini dengan secangkir kopi  sembari menikmati rintik hujan dari balik jendela dan membayangkan wajahmu….

Dan kau tahu, aku selalu tersenyum ketika berhasil merekam wajahmu dengan begitu sempurna di kepalaku… :)



Hmmm… apalagi….?? 

Jim morisson berangkali.. 

Ah, kau membencinya karena katamu Jim Morisson selalu merampas kata-katamu  apalagi kau tahu bagaimana aku jatuh cinta sama Jim Morisson, seperti Arai yang menggilai Jim Morisson meski kau pun pernah berkata (kalau aku tak salah ingat) perasaanmu lebih hebat ketimbang perasaan Arai pada Nurmala.

Ah,  aku juga kadang membenci  Jim Morisson, ia selalu berhasil mencabik-cabik  laraku…
“ I’m gonna love you till the heaven stops the rain....."
Lihatlah tingkah pola Jim Marisson di atas..?? dia benar-benar kejam kalau menciptakan sepotong lirik. Kau tahu, aku pernah membuat hujan dari air mataku demi mendengar lagunya itu..

Dan bukankah karena " The End"nya Jim Marisson pula kau memutuskan mengakhiri semua dan menghilang begitu saja dan meninggalkan satu alasan yang membuatku tak habis berpikir sampai sekarang...
“Saya lebih mau mencintai dan hilang daripada tidak sama sekali....”



Ini benar-benar membuatku mati gagu, karena aku mulai merindu...

Aku benci merindu sebenarnya. Karena di rindu, ada jarak. Dan aku benar-benar tak menyukai jarak antara kita, tapi aku tak kuasa.  Seperti katamu, “ biarlah ajal yang menjaganya.. “  Dan jarak itu pun semakin membentang dan aku tak bisa melihat ujung jarak itu, terlalu jauh…

..........biarlah ajal menjaganya, seperti katamu.


Di sini hujan,

Aku, Jim Morisson dan Arai..


Yang sekarat dalam gagu…



PS : Kau berhutang banyak puisi atas semua ini…..!!!