24 Agustus 2011

:: Cerita dari Baksos OMI ::

Sabtu kemarin, akhirnya acara Baksos yang digelar oleh temen-temen OMI boleh dikata sukses berat, meski awal perencanaan kegiatan ini kita semua sempet keteteran karena personil OMI memiliki bejibun kesibukan masing-masing, hihihi... tapi alhamdulillah banget, di tengah kesibukan kami, acara tersebut bisa terselenggara dengan sukses :)

Dari saya sendiri, saya begitu senang banget bisa berada begitu dekat dengan adek-adek yang ada rumah singgah "Arafah" Meski sempet panik banget ketika berhadapan dengan mereka apalagi saat harus tampil berbicara di depan mereka, maklum naluri keibuan saya belum mateng semuanya, melihat keributan anak-anak kecil jadi stress sendiri...hihihihi...

Untunglah, saya ngga sempat ikut-ikut teriak ditengah anak-anak tersebut, saking stressnya.. :p 

ada rasa haru yang begitu meledak dari dalam diri saya, ketika melihat wajah-wajah polos mereka, yang seperti tanpa beban, lepas seolah-olah tak ada kekurangan dari mereka. 















Bahkan ketika berkenalan dengan mereka satu persatu, semua begitu ceria bersuka cita, bahkan beberapa diantara mereka mengajak kami bercanda. 


Ada rasa lega, karena segala persiapan yang  saya dan temen-temen di OMI lakukan untuk kegiatan ini, tidak sia-sia. Wajah-wajah penuh syukur dan ucapan terimakasih yang tulus dari adek-adek ini menghilangkan semua rasa lelah kami semua.  Terutama saya, yang jujur hari itu sebenarnya kurang fit dengan kondisi tubuh saya yang bener-bener lemes gumulai *halah
Tapi alhamdulillah semua itu sirna ketika berada diantara kecerian mereka.

Thanks Rabb,  sudah memberikan saya kesempatan untuk terlibat di acara ini, terutama temen-temen di OMI Production yang selalu kompak bekerjasama. 










semoga apa yang kita lakukan selalu mendatangkan kebaikan bagi sesama, amin..






salam


-MN-








17 Agustus 2011

:: Catatan Kemerdekaan dari balik Selimut ::

FYI, draft notes ini saya ketik di notepad BB,  ketika sy masih terkurung di balik selimut... :p

Dan setelah melalui editan sekilas, ini lah catatan saya tentang kemerdekaan yang inspirasi + mood nulisnya mendadak muncul ketika saya masih di balik selimut.Hehehe...!


Model : Green Fairy (dibaca : Selimut) + Tangan saya :p +  Fairy Bear
Lokasi : My Litte Heaven (kamar pribadi )


Rencananya habis sahur tadi dan nonton serial favorit saya, Para Pencari Tuhan 5 yang dilanjutkan dengan sholat Shubuh dan menyapa seseorang di whatsup (uhuk) sy bermaksud langsung mandi, karena hari ini saya mendapat giliran masuk kerja sampai jam 8 malam nanti.



Namun godaan  si Green Fairy (selimut) yang tergeletak di atas tempat tidur begitu kuat menggoda iman saya dan tanpa mikir lagi, handuk di tangan saya lempar dan segera masuk dalam pelukan Green fairy yang hangat, hihihihi.....



Suasana gelap plus hangat di balik selimut serta merta langsung  mengembangbiak-kan rasa males yang tiba-tiba hadir yg membuat sy berkali-kali  menguap. Pilihan yang ada di benak saya;   melawan rasa ngantuk ini dengan segera melempar si Green fairy dan berlari ke kamar mandi, atau merencanakan siasat kalasi  (licik) tingkat dewa untuk bolos kerja hari ini...???



Mendadak semua terasa delimatis... *halah



Di balik selimut, mendadak saya merenungi perjalanan hidup saya sampai detik saya berada di balik selimut ini dalam pelukan Green Fairy . Tema renungan yang lumayan berat sebenarnya untuk mengawali pagi hari. Tapi mendadak semua itu hadir bak slide-slide Power Point yang berterbangan di kepala saya. Seperti sebuah rentetan peristiwa yang saling berkaitan satu sama lain, membentuk garis merah bernama : pilihan.



Yah,  hidup adalah pilihan. Merdeka juga pilihan. Kelahiran kemerdekaan bangsa  ini juga atas pilihan bangsa indonesia 66 tahun yang lalu, yang memilih merdeka ketimbang menerima tawaran dari penjajah saat itu.



Kemerdekaan memilih juga diberikan sang Pencipta kepada kita. Bahkan sebelum lahir, konon katanya di ujung rahim Ibu kita, ketika kita hendak dilahirkan kita sudah diajak bernegoisasi tentang sebuah pilihan. Jika kita menyatakan sanggup menjalani hidup ini, maka kita akan dilahirkan dalam keadaan hidup, namun ketika kita menyatakan tidak sanggup menjalani kehidupan di dunia kelak, maka saat itu Tuhan tidak memberikan kesempatan kita untuk menghirup udara di luar rahim ibu . Dengan demikian, sesungguhnya kita yang terlahir di muka bumi ini adalah petarung-petarung tangguh yang  lahir dari pertarungan ribuan sperma yang berjuang mengapai ovarium dan selanjutnya dengan gagah beraninya di depan sang pencipta kita nyatakan bersedia menjalani hidup apapun yang akan terjadi di luar rahim ibu kita. Yang kita lupa berangkali, kita tidak pernah diperlihatkan kehidupan bagaimana yang akan kita jalani, takdir apa yang sedang menunggu kita, dan berangkali itu pula kita terlahir dengan suara tangis yang memekak telinga karena teringat bahwa kita lupa menanyakan kepada sang Pencipta tentang kehidupan yang akan kita jalani kelak sebelum akhirnya kita menyatakan sanggup menjalani hidup ini.



Yah, hidup kita berawal dari sebuah pilihan, kita hidup karena kita yang memilih untuk hidup.



Hoaammmm....kenapa catatan ini mendadak terasa berat, hihihihi....



Saya masih dibalik selimut dengan pilihan dilematis yang sedang saya buat sendiri. Dibalik selimut ini, dibalik kehangatan Green Fairy   di luar sana, tanggung jawab saya sedang menanti, ada bendera merah putih yang berkibar di mana-mana. Hari ini perayaan kemerdekaan bangsa ini, bangsa yang dengan gagahnya telah memilih untuk merdeka dari penjajahan.


Dan haruskah saya merayakannya dengan mengabaikan tanggung jawab saya di kantor dan menghabiskan sepanjang hari di balik selimut ini...?  

66 tahun lalu, untuk sebuah pilihan " Kemerdekaan" bangsa ini mengorbankan begitu banyak darah dan tetes air mata, dan rasanya bangsat sekali, jika di hari kemerdekaannya ini saya berdiam mengurung diri di balik selimut. Meski saya bagian dari rakyat yang biasa dikecewakan di negeri ini. Tapi bangsa ini, Indonesia ini, telah menjadi pilihan hidup saya, Indonesia adalah saya. Dan saya adalah Indonesia.

dan apapun di benak kita, bangsa ini sudah merdeka sepenuhnya, kemerdekaan itu ada di hati kita... 

“Jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dahulu harus
merdeka di dalam hatinya, sebelum kita mencapai political independence,
saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia
merdeka! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat
kita! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa
kita! Di dalam Saudi Arabia merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia
satu per satu. Di dalam Soviet-Rusia merdeka Stalin memerdekakan hati
bangsa Soviet-Rusia satu per satu” - Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945-

Merdekaaa....!


*lempar selimut*




15 Agustus 2011

:: Mengapa saya nge-Blog..? ::

Secangkir Moccacino dan konser tunggal Maliq D’essential dengan “dia”nya menguasai Playlist saya, ketika saya memutuskan untuk menulis sedikit catatan tentang petualangan saya di dunia blog. Sebenarnya semalam, saya agak kesal sekaligus kangen dengan seseorang nun jauh di sana. hufft... komplikasi yang aneh... -____- *sigh*


Daripada otak saya direcoki pikiran-pikiran negatip tentangnya, makanya semalam saya memutuskan untuk bercerita sedikit tentang dunia blog ini.

Sebenarnya menulis tentang ini, sudah lama saya niatkan, namun sayangnya selalu terbentur dengan mood nulis di blog  yang akhir-akhir ini kembali melempeng, dikarenakan  saya sedang sibuk-sibuknya mengerjakan project novel saya dengan seorang kawan. (doakan yah temen. Bulan depan sudah kelar, udah ngga sabar ingin berbagi cerita mengenai  proses kreatif  dibalik  novel yang tengah dalam proses ini.. )  

Saya sudah mengenal dunia blog, udah sekitaran 5-6 tahun, saya ngga tahu persisnya kapan saya pertama kali terjun di dunia blog. Namun saya masih ingat betul, betapa senangnya saya ketika pertama kali belajar ngeblog dan mengerti bagaimana menggunakan blog, saya seperti menjadi seorang Columbus ketika pertama kali menemukan daratan amerika dan  berteriak Tiera…tieraaa….



 pic dari sini


Dunia blog bagi saya seperti era baru dalam dunia curcol mencurcol pasca jaman keemasan buku diary(Oke, istilah curcol mencurcol kedengarannya agak aneh, sudahlah ngga usah dipertanyakan!)   .

Ngeblog bagi saya juga semacam terapi. Terapi apa namanya, ngga tahu. Yang jelas setiap saya kesal atau ada yang mengganjal, saya selalu membuka blog saya, kalau lagi dapet mood dan ide untuk nulis, saya akan langsung nulis. Kalau pun ngga, saya biasanya membaca arsip-arsip postingan saya, atau  blog walking menghabiskan waktu sepanjang hari. 

"Blog   menjadi tempat no. 2 setelah kamar saya yang membuat saya nyaman dan bisa betah berlama-lama dalam satu tempat.  Ngeblog seperti punya pulau sendiri, negara sendiri, bangsa sendiri yang semuanya bisa saya atur hanya lewat ketikan-ketikan tulisan saya, hehhee.. "

Meski selama ngeblog saya ngga pernah mendapatkan award dalam dunia per-blog-kan, yah karena emang sih blog yang saya buat bukan blog untuk kompetisi untuk diikutkan diajang lomba-lomba yang ada dunia blog. Dan memang dari awal saya ingin blog ini senyaman kamar saya. Menjadi dunia kecil yang merdeka dan menjadi tempat saya menulis tanpa tuntutan apapun. Karena hidup saya sudah penuh dengan tuntutan rutinitas yang sinting banget;  Kerja dan kuliah. Dua hal itu saja sudah merenggut sebagian besar kebebasan dalam diri saya, dan saya benar-benar ngga bisa berkutik. Karena yah tuntutan hidup yang mau tak mau harus saya jalani kalau saya masih ingin bernafas di dunia ini.

Tapi kalau ini bisa disebut sebuah AWARD TERTINGGI di dunia blogger, maka bagi saya award itu adalah Pembaca-pembaca yang sengaja atau tak sengaja nyasar di blog ini. Mereka yang meluangkan waktu, membaca dan memberi komentar di postingan-postingan yang ada di blog saya, bagi saya sudah merupakan Award yang luar biasa untuk blog yang penuh dengan catatan-catatan yang terkadang tak penting dan ngga layak diposting .

Dan satu persatu manusia-manusia yang saya temukan di  dunia blog ini, yang selanjutnya berinkarnasi menjadi sebuah jalinan pertemanan yang amazing juga merupakan AWRAD TERTINGGi yang tak ternilai harganya. Entah berapakali sudah  saya takjub dengan pertemuan dan pertemanan yang terjalin dengan beberapa orang yang awalnya saya kenal hanya melalui flat world ini. Blog.  

Diblog juga saya menemukan jalan yang lebar untuk mimpi besar saya, yang semula sudah saya gantungkan tinggi2 di langit tanpa ada harapan lagi untuk menggapainya. Hobby saya yang memang menulis menemukan pasangan jiwanya dengan beberapa blogger yang selanjutnya dari dunia blog buku pertama saya yg berisi kumpulan cerpen saya dengan dua orang senior saya di dunia blog, Bunda Okky (Garut)  dan Bu Jini (jkrt) menjelma dalam lembaran-lemabaran halaman yang bersampul 3Colours dan semuanya berproses dalam dunia blog ini.

Dan perjalanan menuju mimpi saya pun semakin berwarna, ketika saya berhasil memenangkan lomba cerpen yang bertemakan hukum yang diselenggarakan oleh Mba Risa Amrikasari, yang akhirnya saya terlibat dua season buku kumpulan cerita hokum Good Lawyer-1 & 2 yang diterbitkan oleh RoseHeart Publishing.

Semua hal ajaib yang saya alami di dunia Blog sampai detik ini,semakin menguatkan keyakinan saya, bahwa ngeblog bukan hanya sekedar berposting, ria, berceloteh ngga jelas, curcol-curcol melangkolis,  berburu komentar, mengejar rating, berharap award.  tapi ngeblog mengajarkan saya untuk berbagi “rasa” yang tidak bisa saya bagi jika saya berada di dunia nyata. Tentang bagaimana saya menjalani hidup saya, bagaimana ketika saya sedang jatuh cinta, dan ketika saya harus menuliskan rasa sakit ketika patah hati, memperkenalkan tatto ajaib ayah saya. Bercerita tentang kelinci kesayangan saya, dan bagaimana saya mengejar mimpi-mimpi saya dan memandang hidup ini dari balik dunia mhimi… 


 pic dari sini

"Ngeblog adalah rumah jiwa bagi saya, rumah jiwa di dunia  tanpa batas..."


Mari ngeblog..^^

Salam

MN



8 Agustus 2011

:: Impian ::

Sedikit lagi kawan...
Impian sudah di depan mata kita...
Untuk memberitahu dunia, kita bukan pemimpi di siang bolong...

 Sedikit lagi kawan.........








5 Agustus 2011

:: Blue Sky Collapse ::



Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse

-Adhitia Sofyan-




"Tetap bersamamu, bahkan ketika langit runtuh "



 

3 Agustus 2011

:: Catatan ‘aneh’ kepala tiga ::

Seharusnya catatan ini terposting sebelum ramadhan. Tapi karena satu dan lain hal dan mungkin juga takdir catatan ini harus terposting hari ini, maka akhirnya catatan dengan judul yang lumayan aneh ini terposting juga.. *lega

Anyway, semua yang sedang mengenal saya mungkin dah tahu, bahwa kemarin tepatnya di bulan Juni saya baru saja memasuki usia yang dimana baru kali ini saya merasa dah tua.. *fiuhh..kenapa berat banget untuk nulis di bagian ini, hihihihi…




Kepala Tiga… *sigh*

Saya tidak tahu mengapa, sejak sadar sudah berusia kepala tiga, saya menjadi aneh.. :p aneh dalam arti kata, saya jadi sering mikir dan mulai berpikir tentang hidup ini. Mau saya bagaimana kan hidup  saya…? Yang dulunya emosi saya meluap-meluap, kini agak mendingan sih  setidaknya ini pengakuan dari beberapa orang (yg Insya Allah, tuluslah) yang dekat dengan saya. Yang dulunya saya termasuk cuek dalam segala hal, dan selalu mengambil putusan tanpa berpikir panjang, sekarang sudah mulai berpikir. Pokoknya apa-apa yang ingin saya lakukan saya awali dengan berpikir..! otak saya benar-benar menjalankan fungsinya buat mikir begitu efektif saat saya memasuki usia kepala tiga ini.


Honestly keadaan ini justru membuat saya merasa menjadi orang aneh. Saya menjelma  menjadi orang pemikir dan ini benar-benar ngga enak banget buat manusia yang jarang mikir kaya’ saya, hihihihi… maksudnya, saya ini kan tipikal orang yang ngga mau ribet deh  dalam berpikir,  praktis dan terkesan naïf .

Selama  ini pola pikir saya sesimple 1+1 = 2.  dan ketika memasuki angka kepala tiga. Keanehan mulai terjadi, saya mulai mempertanyakan mengapa 1+1 harus menjadi 2…? Kenapa bukan 3..?? dan siapa orang aneh yang menciptakan dan memaksa kita harus mengakui satu tambah satu itu samadengan dua..? *nah lho…??

ketika saya mendiskusikan ini kepada seorang teman, kata teman ini hal yang wajar ketika kita memasuki fase dewasa dan menjelma menjadi orang dewasa yang sesungguhnya. Tapi kata teman saya lagi, sebenarnya saya termasuk telat untuk menyadari bahwa sebenarnya saya sudah dewasa, secara udah  kepala tiga baru nyadar  kalau udah tua. Hahhahaa…

Entahlah, saya hanya merasa aneh setelah menjadi kepala tiga. Sering mikir tentang hidup ini, dan yang lebih parah, saya mulai bersabar dalam menghadapi segala hal, haaha…!

Yah kata “ Sabar” menjadi salah satu kata favorit yang melengkapi keanehan di kepala tiga ini. Tapi di sisi lain saya juga mulai sering bersyukur dengan semua hal, udah mulai jarang ngeluh. Kalau pun ngeluh dijamin ngga bakalan lama bertahan. Suka ngelus dada sendiri * husst jangan piktor :p * seperti Ibu-ibu yang sedang diuji kesabarannya ketika menghadapi kenakalan anak-anaknya. Hehehhe…


Entahlah, sebenarnya saya juga bingung dengan keadaan ini. Yang saya lakukan hanya lebih merapat kepada-Nya dan meminta petunjuk-Nya ketika kembali saya mulai berpikir aneh tentang hidup ini.

Saya jadi ingat kata-kata sinchan. Bahwa menjadi orang dewasa itu aneh.  Yah,  sinchan benar. Dewasa itu aneh. Sangat aneh..!

Oyah, sebelum nutup posting aneh kali ini. Izinkan saya pemilik tunggal dan sah duniamhimi.co.cc mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa buat yang sedang menjalani dan maaf lahir bathin untuk semuanya.. ^^

Salam


~MN~



pic taken from here