18 Februari 2017

What u Must Eat, when the rain is coming

Salah satu cara buat menikmati hujan adalah dengan cara ciuman dibawah hujan   M.A.K.A.N!!!

Yeps, Makan adalah cara asyik untuk menikmati hujan, menurut saya sih yah. Nah ditantangan nulis kali ini yang bertema hujan, saya bakalan nulis tentang kuliner-kuliner ajippp buat nikmati syahduhnya hujan dalam versi dunia mhimi ( Tsaahhh ) 

Berikut ini makanan wajib saya ketika hujan datang. Semoga bisa menjadi inspirasi kuliner buat kalian yang juga suka makan ketika hujan, hehehe...


1. Coto Makassar..

Malem-malem pulang kantor di tengah hujan rintik, adalah moment yang paling romantis untuk nikmati semangkok Coto Makassar dengan kuah hangat yang  rasanya super nendang!  1 mangkok Coto plus 2 ketupat ( biasanya lebih sih, hihihi) biasanya udah cukup buat mengenyangkan perut dan menghangatkan tubuh. Kalau lagi jadwal diet, biasanya saya ngga makan ketupat tapi cotonya sih 2-3 mangkok, huahahahha...! 

                                        http://mangcook.com/resep-coto-makassar-khas-sulawesi-selatan/

2.Kopi dan kamu 

Secangkir Kopi ditemani beberapa gorengan, duduk deket jendela yang basah karena hujan, sambil mencoba menghadirkan semua kenangan, eaaa... moment2 seperti ini saya yakin banget banyak yang lakuiin, mencoba men-dramatisi hujan dengan berpose ala-ala di video klip lagu-lagu galau, hahaha...
 
3.   Mie Kering  
Untuk menu yang ketiga ini , sebenarnya hujan ngga hujan sih saya tetap keserupan kalau sudah berhadapan dengan Mie kering, hahahha...! saya emang pecinta nomor satu untuk kuliner yang satu ini. Mie kering Awa menurut saya paling ajiiipppp, slrrpp....



4.  Kerajaan Indomie

Mau digoreng, direbus atau dikukus hingga dibakar sekalian (emang ada, mhi...?) yang namanya mie dari kerajaan Indomie tetap menjadi pilihan kuliner basah yang nikmat disantap dikala hujan. Indomie goreng telur mata sapi dengan taburan daun bawang segar plus perasan jeruk nipis di atasnya ngga ada tandingannya untuk mengganjal perut yang ngamuk sebelum jam makan siang datang. Biasanya, saya sih diam-diam kabur ke kantin kantor untuk nikmati menu ini, hehehehe....
Sebenarnya masih ada beberapa jenis kuliner yang wajib dinikmati saat hujan, tapi untuk kali ini cukup 4 dululah, kesannya rakus amat yak sayanya, hahahha...
Nah, kalau kamu hujan, sukanya ngapain ? *Uhuk 



28 Januari 2017

Mhimi itu gimana sih ?

Haloaaa weekend, senang banget, akhirnya merasakan libur sabtu-minggu  perdana di 2017 yang bertepatan dengan imlek dan deadline tantangan nulis Dari the Jones, yang kali ini bertema : 10 fakta tentang diri sendiri.

Dan secara random inilah 10 fakta (ajaib) tentang diri saya, uhuk :

1. Moody banget, apalagi h-3 menjelang PMS dan H-3 sesudah PMS, please jangan didekat aku, bawaaanya pengen makan org, hahahahah....

2. Tidak (pede)  bisa bernyanyi, paling mati kutu kalau diajak cowok duet, hahahahah....

3. Suka memberi nama pada benda-benda kesayangannya, kaos kaki buntutnya pun diberi nama : Benny. Karena dulu pernah nonton pilem (judulnya lupa) Benny itu digambarkan sosok yg dekil, bau tp berguna. Kayak kaos kakiku, hahahaha...

4. Gampang Ngakak, diputusin aja ngakak, hahaahah...

5. Akhir-akhir ini udah mulai berani nonton film horror ( tapi tetap harus rame2 nontonnya)

6. Pelupa. Absendmind banget orgnya. Lupa nama org, lupa alamat, lupa gebetan, lupa ini pacar org #eh. Pokoknya pelupa banget, jadi jangan heran kla liat HP ku banyak notes dan setinggan alarm yg  ndak jelasnya.

7. Gampang Gemuk, liat org makan aja bisa gemuk. Hahahaha

8. Akhir-akhir ini suka anak kecil, tapi cowok. Dan secara ajaib, melantik Bjorka ( Anak pasangan Ringgo & Sabai) sebagai anak angkatnya, dan bercita-cita suatu hari punya anak cowok yg di beri nama Bjorka, hahahahah....

9. Pernah jadi ketua OSIS (buakakakak)

10. Suka jatuh cinta pertamakali dengan cowok lewat cara makan si cowok dan jari tangannya, hahahahah....

Demikian fakta ini dituangkan dari dalam hati yang terdalam.

Lebih dan kurangnya silahkan kontak penulis untuk diajak kenalan lebih dalam, siapa tahu bisa apa gitu.... *halaa*

2 Januari 2017

Drama dari sebuah LDR

Sebelumnya saya mau berterimakasih buat Team Jones yang sudah mau berbaik hati memperpanjang deadline sampai dengan tgl 2 januari'17 *kecupsatu2*

Tema kali ini masih bercerita tentang relationship yg memang masih menjadi pusat paporit orang dimuka bumi ini, termasuk saya. Karena saya masih manusia belum jadi alien, dikit lagi kayaknya =))

Kadang saya sendiri bertanya, kenapa sih harus ' relationship seseorang dgn seseorang selalu jadi menarik untuk dikepo-in ? Yah klau misalnya kita ketemu kawan lama nih yah, pertanyaan yg paling sering tanya : dah nikah ? Lagi jalan sama siapa? Jomblo yah ? Sama dong... Hahahah...

Kenapa bukan hal lain gitu lho? Semacam pertanyaan; " eh loe sedang maen game apa ? Piaraan loe apa nih ? Gw dong, dinosaurus! "

Kan lebih seru ? Iya kan?

Back to tema kali ini, ngomongin soal LDR saya jadi ingat cerita bahagia dari ibu CEO team Jones yang sedang jatuh cinta dan terikat dalam hubungan LDR dengan seseorang yang jauh dimata deket di hati #uhuk.

Bahagia tentu dirasakan ama semua jejejaran team jones saat mengetahui ketua genk kami sedang kasmaran.

Cinta bisa mengubah segalanya, termasuk uni kami, uni DEESAN, ketua genk team jones, ibu ceo kami yg baik hati dan tukang PHP.

Tiap uni bercerita tentang 'laki' nya ini, kami semua bisa menangkap aura kebahagiaan dari kalimat-kalimatnya yang berhamburan di group jones, bagaimana uni yg begitu semangat tiap kali bercerita ttg kisah asmaranya.

Ah Uni, aku turut bahagia atas semua kebahagiaan yang uni rasakan saat ini.

Semoga kisah LDR yang uni sedang jalani ini berakhir indah dan kami-kami semua dapat undangan plus tiket utk menghadiri resepsi uni secepatnya, aaaminnn.....

Pesan saya uni, meski saya pejuang LDR yang tergolong gagal total, hahaha... Tapi tolonglah dicatat hal ini, bahwa satu-satunya penyakit dalam Hubungan LDR itu hanyalah : Rindu.

Selamat berjuang Uni, semoga cinta selalu merangkul uni dan dia selalu. Aminnnn...

MN

Anggota Jones yg masih Jones 😂

6 Desember 2016

Tentang Ibu

FYI :  Ngetik tulisan ini dalam keadaaan ngos-ngosan, gegara baru saja keluar dari tumpukan berkas kerjaan yang entah mengapa begitu numpuk hari ini, efek dari akhir tahun kali yah...? Entahlah yah, yang jelas masuk desember ini, kerjaan kayak air yang mengalir tiada henti, tp disyukurin aja. Setidaknya, menandakan saya masih bekerja, masih dibutuhkan sama perusahaan, dan tidak sekedar bergaji buta ( ini gaji buta, siapa yang ciptain sih..? ) 

Okay, tema tulisan ini ditentukan oleh uni deesan, yang sepertinya aura keibu-annya sedang berkembang, sehingga memutuskan tema tulisan kali ini bercerita tentang ' Ibu' 

ehem...

Dan sebelumnya saya mau minta maap ama uni, yang tadi sudah yakin banget, saya akan kembali gagal lagi dalam tantangan nulis kali ini, berhubung menjelang deadline tinggal beberapa jam, saya masih terperangkap sama kerjaan yang segunung.  

Sorry to say Uni, bahwa keinginan uni untuk melihat penampakan photo jelek saya di sosmed, harus kandas seiring terpostingnya tulisan ini sebelum jam 00:00 Wita. * Ketawa Songong *  


Ibu, 


yang terjelas pastilah sosok perempuan yang paling sabar menghadapi ujian dari Tuhan karena telah menitipkan aku lewat rahim-nya. How lucky me, Mom, become your daughter ;)

kadang disaat segala penat penuh dalam diri, ingin rasanya mencuri sedikit ketenangan Ibu dalam menghadapi tiap masalah. Mencuri kesabarannya lewat pelukannya, ketika saya merasa bumi seakan tidak menerima saya. 


Honestly. ceritain sosok Ibu, saya selalu kehabisan kata-kata untuk mendiskripsikannya dalam kata-kata, menjabarkannya dalam deretan huruf. 

Well, saya selalu gagal untuk menjelaskan bayangan tentang Ibu saya.

Hanya satu yang saya tahu tentangnya, bahwa dikehidupan manapun, saya ingin tetap terlahir dari rahim beliau. (semoga beliau juga berharap begitu,sih ) 

Dan tiap ingat tentang Ibu, saya selalu berharap banget, bahwa saya semoga tidak gagal menjadi anak yang diharapkannya, meski berangkali saya belum bisa membahagiakan beliau seutuhnya, seingin dia tentang aku sebagai anaknya.

Ibu,

I know you can't read my posting about you, here. ( My mom, ngga tahu internetan) tapi percayalah bahwa satu-satunya keberuntungan yang selalu menyelamatkanku disaat langit seakan runtuh dihadapanku, adalah keberuntungan terlahir dari rahimmu... keberuntungan menjadi anak dari seorang perempuan semulia dirimu, ma :)


With Love,


Anak perempuanmu yang sedang belajar menjadi dirimu, setidaknya separuh saja seperti dirimu. Wish me luck, mom :-*

31 Oktober 2016

Too much SOSMED will kill you!!

Hai, tema tantangan tulisan episode kali ini bertema tentang dari dunia maya ; Sosmed.

Suatu hari dalam percakapan random dengan beberapa orang dan diberbagi tempat dan lokasi, Saya sering kali dipertemukan pertanyaan seperti ini :

              “ Napa, sih loe Mhi. Sosmed loe kesannya private banget deh, IG di gembok, Path ngga semua bisa add, FB apalagi, nge add BBM loe susahnya minta ampun. Line apa lagi. Belum Whatsapp Loe batasi siapa-siapa yg bisa ngeliat PP loe...”


Well, sebenarnya Saya bukan mau sok gimana yah di dunia maya, khususnya pergaulan di sosmed. Bukan apanya sih yah, Saya dulu punya pengalaman buruk soal sosmed. Waktu photo-photo Saya yang terposting di FB dicomot oleh orang sinting yang menjadikannya cover video porno. Saat itu Sayaemang belum memakai hijab. Tapi sebenarnya sih, meski ngga pake hijab, Saya emang ngga pernah posting poto2 yang melampui batas aurat Saya sebagai perempuan. Kecuali rambut saat itu yah. Malah penampilan Saya sebenarnya rada-rada tomboy saat itu. Tapi dasar orang gila yah, tetap aja memajang poto-poto Saya disitus-situs porno, dan akhirnya saya kebanjiran email-email horror permintaan bobo bareng  -,-

Sampe sekarang, meski sudah tahu siapa orang itu, tapi saya ngga pernah berhasil ketemu dia di dunia nyata, kalau sampai saya ketemu, Saya yakin orang itu akan Saya bikin gila benaran,hahahha…

Saya dendam ? iyalah…..

Karena gara-gara kejadian itu, Saya sampe parno bersosmed, sempet vakum beberapa lama. Dan bener-bener mensortir pertemanan Saya di sosmed dan beberapa sosmed yang Saya punya sekarang semacam mati suri. Kayak FB.

FB Saya sekarang kayak mati suri. Saya buka biasanya lewat opera mini doang, itu pun kalau ada something urgent yang membuat Saya harus membuka  FB. Selebihnya Saya anggurin lagi.

Tapi sebenarnya Saya mendapat banyak hikmah dan pelajaran maha penting dari kejadian dengan orang sinting itu. Setidaknya, dari kejadian itu Saya secara tak langsung mendapatkan ilmu soal IT, khususnya dalam jejaring social.

Kejadian itu juga menghantarkan Saya pada interaksi beberapa orang yang pandai melacak kelakuan-kelakuan orang di dunia maya.  Bagaimana mengetahui siapa pelakunya, dan sebagainya.

Ini Saya anggap sebagai bonus besar buat Saya. Setidaknya ke-gaptek-an Saya di dunia IT tidak semakin parah, malah berkat kejadian itu Saya sempet nyaris membuka kedok orang gila. Sayangnya, orang gila itu lebih gila sih. Bagaimanapun yang waras ngalah bukan ? :p *ngeles*

Semoga cerita singkat pengalaman Saya di dunia sosmed, bisa memberi pelajaran sendiri buat-buat teman-temen yang kebetulan nyasar membaca tulisan ini.  

Sebelum catatan ini berakhir, saya ingin katakana bahwa tidak semua hal-hal yang kita alami di dunia nyata harus digembor-gemborkan di Sosmed, terkadang. Ada persoalan real yang memang harus diselesaikan di dunia yang lebih nyata, ketimbang harus mengobralnya di Sosmed.

Bagaimanapun sosmed adalah panggung kita masing-masing. Kita bisa jadi Sutradaranya bahkan  bisa jadi tukang pel panggungnya sekaligus. 


Tapi berangkali kita sama-sama bisa sepakat, bahwa tidak semua kisah dibalik panggung harus dipentaskan di atas panggung bukan ? :')





Cheers 

MN



17 Oktober 2016

A Perfect Broken Heart (?)

 Ketika mendapatkan tema tantangan nulis kali ini dari team Jones, sebenarnya sedikit ragu bisa menuntaskan sebelum deadline. ( dan udah siapkan beberapa photo jelek untuk diposting sih, sebagai hukuman kla telat ngeposting di blog, hahaha ) 

 

 

Bukan hanya persoalan pekerjaan yang menggila di kantor yang bikin saya mengerjakan tantangan ini di detik2 terakhir menjelang deadline. Tapi juga pada tema kali ini, hahahahha... 

 

Kenapa sih harus bertema soal hati ? Kok ngga makanan aja :p 

 

I don't know yah, berangkali ini yang namanya beneran patah hati yah ? ( maksud loe,mhi? ) 

 

Maksudnya gini lho saudara2, sejak kejadian patah hati terakhir, saya semacam menemukan diri yang begitu kelelahan pada hal-hal yang berhubungan dengan persoalan hati. Saya tidak lagi merasakan sakitnya hati yang berlebihan sebagai mana layaknya orang yang sedang patah hati. Ketika hubungan terakhir yang saya jalani dengan penuh suka cita namun berakhir dengan duka cita, saya hanya menganggap bahwa thats life, baby Ini lah part dari hidup yang mesti saya jalani lagi. Meski sebenarnya saya ngga pernah menyangka bahwa dalam perjalanan yang sudah sejauh ini, saya harus kembali mengulang part yang selalu sama dalam hidup saya : gagal (again) * sigh*

 

 

Ironis emang, disaat semua terlihat matang dari segala penjuru angin, kamu harus dihantamkan kembali pada satu kenyataan pahit, bahwa apa yang kamu usahakan mati-matian, jika memang belum digariskan untukmu, maka semua yang kamu perjuangkan akan berakhir begitu saja, tanpa memberimu kesempatan untuk bertanya mengapa dan kenapa, selain menerima dan berdamai dengan itu semua. 

 

Yah saya sedang menerima dan berdamai dengan keadaan yang awalnya begitu asing untuk saya jalani. Dimana saya pelan-pelan terisolir dari segala hal-hal yang berbau relationship, menye-menye soal percintaan, romatisme kerinduan dan pelan-pelan merasa asing dengan sendirinya dengan semua hal yang berurusan dengan hati.

Yang dulunya saya begitu menyukai paduan kopi panas dan hujan, kini yang tersisa hanyalah kisah secangkir kopi pahit ditengah tumpukan file-file kerja, dan hujan yang selalu berakhir dengan macet dan banjir.  *hufft*

 

Saya bahkan pernah mencari beberapa novel percintaan yang teromantis untuk saya baca, sekedar menguji kepekaan hati saya, nyatanya mata saya ngantuk pada halaman-halaman awal. Atau bagaimaan saya berusaha menonton serial drama korea yang dianggap paling romantis, namun pada nyatanya, perasaan bosan saya lebih mendominasi dan akhirnya kisah serial drama korea itu hanya berakhir pada episode 1 itu pun tidak kelar. 

 

Dan lalu saya benar-benar menemukan diri saya semakin jauh dan jauh dari segala hal-hal yang berurusan dengan perasaan, pada hal-hal yang membuat saya akan menjadi lemah. Karena saya tahu, bahwa ketika saya sedang lemah, satu-satunya orang  yang bisa menolong saya adalah diri saya sendiri. And you know ? itu bener-bener melelahkan.

Dan itulah mengapa, saya menjauh dari semua hal-hal yang bisa melemahkan saya....apapun bentuknya itu, saya akan menjauhinya...

 

I just wanna rescue myself


it's a perfect broken heart, right..? hahahhahaa...


maybe...

Saya bukan tidak menyadari keadaan 'asing' yang sedang menimpaku sekarang, saya hanya berusaha menyakinkan diri bahwa keadaan ini hanya sementara, dan sudah menjadi bagian episode dari kisah yang sudah digariskan kepada saya.


Meski saya sendiri tidak tahu kapan episode 'sementara' ini akan berakhir.  Saya hanya sedang menjalankan peran saya baik-baik di episode ini, dengan berbagai kesibukkan yang tak kunjung sepi, berangkali kesibukan ini juga adalah cara Tuhan untuk menghibur saya, sampe episode 'sementara' ini benar-benar berakhir :')