18 November 2012

:: Selfnote; Ini bukan menyerah...



Berangkali ini adalah akhir cerita dari segala hal yang
telah diperjuangkan, setidaknya kau berjuang sampai di
titik keputusasaan dimana harapan seperti celah kecil
diantara ribuan kenyataan-kenyataan yang menghantammu.
 
Berangkali ini petanda dari-Nya, bahwa ada hal yg
memang tidak sesuai yang kau harapkan meski telah kau
perjuangkan mati-matian, yang kau pinta dalam ribuan
lafadz munajat pada-Nya, pada akhirnya segala pemegang
ending dari skenario impianmu, adalah DIA yang maha tahu
segalanya yang terbaik untukmu... 

Ini bukan lagi menyerah atau tentang keputusasaan, ini tentang bagaimana kau bersikap arif menerima semua kenyataan-kenyataan yang ada dihadapmu, meski teramat pahit sekalipun. Dan mulailah menerima dan berkompromi dengan itu semua..  
   
Bersabarlah...
 Toh tak ada yang abadi, tak terkecuali rasa cintamu, serahkan
pada waktu. Sebaik-baiknya penghapus luka adalah waktu...
sisanya kau hanya perlu mempercayainya. Teruslah berjalan,
meski tertatih. Allah bersama orang-orang yang terus
mempercayai-Nya meski dalam rentetan musibah hati yang
terus menghantamNya... "




" Ucapkanlah Bismillahi Rahmani Rahim dan percayakan kelanjutan hidupmu pada-Nya.. "


-MN- 

15 November 2012

:: Kekuatan keyakinan.. ::

" Kau percaya pada kekuatan keyakinan, mhi...? ... "

Seorang teman bertanya ini pada saya, disuatu hari yang padat. Tentang keyakinan pada sesuatu. Sesuatu yang belum terjadi. Dan akan terjadi sesuai dengan keyakinanmu itu. Satu-satunya keyakinan yang pernah saya percayai pada kekuatan keyakinan, bahwa saya akan jatuh cinta pada dia, sebelum saya benar-benar jatuh cinta padanya. Saya hanya yakin, suatu hari entah kapan dan dimana, saya akan jatuh cinta pada dia. Dan ternyata benar, saya betul-betul jatuh cinta pada dia, jatuh cinta yang sebenar-benarnya.. 

Lupakan, saya tidak ingin membahas soal ini.. 

Kembali pada pertanyaan teman saya, yang menanyakan kepercayaan pada kekuatan keyakinan, entahlah, saya selalu gagal menjawab pertanyaan sejenis ini,tepatnya  gagal memahami atau mau sekedar mencoba memahami soal "kekuatan keyakinan" pada hal-hal yang belum terjadi.  Saya lebih cenderung melihat kenyataan di depan mata saya, meski kenyataan itu begitu pahit. Setidaknya itu nyata. lebih real, lebih 'ada'... 

Oke, kedengaran saya pesimis banget yak...?? hehehe ngga juga sih, tapi saya juga tidak akan melakukan pembelaan besar-besaran atas ini. Saya sendiri mengagumi sebagian orang yang terus berjuang dan bertahan pada kekuatan keyakinan di tengah gempuran kenyataan-kenyataan pahit yang ada, yang bisa saja melemahkan keyakinan itu. yah, sesuatu kekuatan yang tidak saya miliki :) 


Honestly,  saya sempat menkhawatir diri saya tentang hal ini, tentang tidak kepercayaan saya pada kekuatan keyakinan, tentang saya yang terlalu realistis dalam hidup, tentang bagaimana ketika saya mendapatkan diri, tidak berani lagi bermimpi....... 

" Keyakinan itu pekerjaan alam. cukup kau menyadari keyakinan itu ada dalam dirimu. Meski kau sendiri tidak mengerti kenapa keyakinan itu ada pada dirimu. Biarkan saja. Tak usah berusaha keras menyakinkan dirimu untuk menyakini keyakinan itu. Cukup biarkan dia tumbuh, dia punya jalannya sendiri buat kau mempercayainya kelak...." 
-seorang kawan, disalah satu obrolan kami tentang keyakinan


Yah, sepertinya saya sepakat dengan kawan saya ini, soal 'Kekuatan Keyakinan.. ' :)
Sampai di sini, mendadak saya ingin sekali mendengar lagunya The Corrs- What Can I do.. 

" There's only so much I can take
And I just got to let it go
And who knows I might feel better
If I don't try and I don't hope..."



*Catatan dari seorang yang sedang belajar mengenal keyakinan itu..

-MN-
 

8 November 2012

:: Do'a ::

Pagi ini ada doa yang kuubah , doa yang tak lagi sama. Doa yang lebih jelas , lebih terinci . Lebih terarah dan lebih kuat.
 
Saya tahu , sebenarnya tanpa memperjelas isi doa kita Tuhan pasti tahulah dengan keinginan kita .Kan Tuhan maha mengetahui ? Iya kan ? Tapi kalau kita berpikir begini terus, jadi buatapa ada yang namanya Doa ? Hehehehe

Sebenarnya sih bukan untuk bertujuan agar Tuhan ngerti dengan isi doa kita , biar DIA ngabulin Doa kita sesuai yang kita mau, sesuai yang kita inginkan . Tapi sebenarnya lebih memperjelas ke kita , ke diri kita sendiri . Apa sih yang kita mau? Apa sih yang kita inginkan sebenarnya ? Yang benar - benar kita butuhkan? Beneran ngga sih kita butuh banget doa ini dikabulkan? Atau doa ini semacam pemenuhan akan ego kita selama ini ? 

Yah jangan sampai kita terjebak dalam doa kita . Meski Allah tak pernah salah menangkap isi doa kita . 

Tetapi yah sekali lagi coba merenungkan isi doa kita selama.Beneran ngga sih kita benar - benar berdoa ? Bukan menyampaikan ke Tuhan apa yang terbaik untuk kita , ngatur Tuhan tentang list doa kita yang harus Tuhan penuhi ?
 
Berangkali sebelum berdoa , ada baiknya kita review doa kita , agar doa kita tidak lagi semacam " list keinginan " semacam " tuntutan " kepada Tuhan untuk memenuhi kewajiban Tuhan kepada kita dengan mengabulkan semua doa kita karena kita merasa sudah memenuhi kewajiban sebagai hamba- Nya selama ini . Merasa kita sudah menjadi manusia baik-baik selama ini jadi Tuhan harus mengabulkan segala doa kita.
 
Ingat doa itu bukan surat tagihan kepada Tuhan akan semua amal kebaikan yang kita rasa sudah lakukan.

" Berdoa itu meminta petunjuk kepada-Nya apa yang terbaik untuk kita, bukan menunjukkan kepada-Nya apa yang terbaik untuk kita"





 



Catatan sederhana dari seorang yang terus belajar berdoa dengan baik . . 

MN




pic from here 

7 November 2012

:: Aku, Kau, Senja dan Matahariku ::



" Ketika kau terbangun di pagi hari menjumpai matahari yang menyapu lembut wajahmu, Itu adalah aku.  Aku yang melebur dalam lirik rindu yang kutitipkan pada senja kemarin 
yang menjelma menjadi matahari pagi di kotamu. 
Membawa keseluruhan rinduku, menyapamu diseberang sana.. 
Aku cinta kamu,hari ini, esok dan selamanya " 


- Aku, Kau, Senja dan Matahari-

5 November 2012

" The more I think, The more confused I get... " - Cabut kepala, tidur!*

Saya ngga mau bilang hari ini saya galau, yang jelas sedari pagi pikiran dan perasaan saya ngga jelas gitu dikarenakan dengan satu kejadian kecil tentang benda yang saya cari-cari selama ini, dan ternyata setelah saya menemukannya, ada perasaan menyesal telah mengetahui keberadaannya selama ini. Kenapa saya harus mengetahui benda itu..? kalau pada akhirnya perasaan saya tiba-tiba menjadi ngga jelas begini...? 

Berangkali saya tidak perlu tahu benda itu hilang kemana, cukup saya tutup saja, benda itu hilang. Sudah! 

Tapi sayang, benda itu muncul dengan satu kenyataan yang membuat saya......

ah, sudahlah... 






Betul kata Batman, " Ketidaktahuan itu semacam berkah tersendiri... " 


Seharusnya saya tak perlu tahu lagi kemana keberadaan benda itu sejak ia menghilang dari saya... -___- 



Ah, sudahlah.... 

Ikhlas...?? I don't know.. 

Masih terlalu dini untuk mempertanyakan soal ikhlas atau tidaknya untuk sebuah benda yang kau sayangi. Lagian berangkali ini bukan persoalan ikhlas.. tapi kepercayaan... 



Tuhan, hari ini hamba bener-bener bingung.... +___+




4 November 2012

:: Reportase singkat dari Workshop Capoeira GFC Makassar ::



Sore yang mendung sukses membuat saya dan Rosifa Ousada Ag dari GFC Makassar, (Tapi saya lebih senang menyapanya dengan Moonlee,hihihi.. ) Harap-harap cemas tak karuan. Sembari berpikir cepat apa yang harus dilakukan jika hujan turun..?!? akan kemanakah hubungan kami dibawah..?? #eh..?? hihihi

Di pete-pete (angkot) menuju eat@out Karebosi Link jemari tangan saya pun tak kalah cemasnya mengirim  pesan singkat berkali-kali ke Pak Johan, manager Eat @Out yang luar biasa kerjasamanya kali ini, mendiskusikan untuk mencari tempat alternatif secepat mungkin seandainya hujan deras semalam. Meski sesekali keyakinan kami menguat bahwa hujan tidak akan turun malam itu.

            ( -) ’Aduh gimana nih, Pak johan. Cuaca di sana mendung yah,? huhuhu! Di sini awannya mendung merona bikin cemas Hiks 

( -)Mendung kan tidak berarti hujan, Mbak Mhimi. Kalau Di sana awannya  merona , di eat@out awannya sementara tersipu malu-malu mbak! Semoga tak hujan..

(-) Amiinnnnn!!!!!


Sesampainya di lokasi, saya langsung menjumpai teman-teman Capoeira, yang rupanya sudah melakukan pemanasan dibawah pohon rindang yg ada disekitaran air mancur eat@out.  Rian, yang menjumpai saya mengatakan tentang rencana mereka yang akan memindahkan Workshop di hari senin mengingat cuaca buruk yang terus mengintai. Apalagi dari keterangan Moon lee bahwa lantai disekitar air mancur, basah dan tergenang air di mana-mana sangat tidak memungkinkan untuk melakukan Workshop hari ini (kemarin.red) Dengan kata lain Workshopnya dibatalkan...?? Oh No..! ini benar-benar situasi yang amat menjengkelkan ketika hal yang kamu sudah siapkan sematang mungkin jauh-jauh hari, harus terbengkalai begitu saja. Sesaat saya teringat kembali dengan puluhan artikel Capoeira yang pernah saya baca. Salah satunya tentang filosofi Capoeira, bagaima kita memanfaatkan keterbatasan yang ada.  


Workshop harus tetap berjalan hari ini, pekik saya dalam hati. Segera mungkin saya menghubungi Pak Johan kembali, meminta bantuannya agar timya segera membersihkan genangan air di sekitar air mancur, yang Alhamdulillah banget direspon cepat. Tak lama kemudian beberapa petugas kebersihan dari Eta@Out segera menyapu bersih area Eat@Out, dan keajaiban selanjutnya gerimis pun pergi seiring senja sore yang nampak dari kejahuan. Keyakinan kami pun semakin kuat, hujan tak akan turun malam itu. Alhamdulillah..

Akhirnya keputusan untuk membatalkan Workshop kemarin, tidak jadi. Kita semua kembali kerencana awal,Workshop tetap berjalan. Tapi rupanya kendala tidak hanya disampai itu, ternyata malam itu ada juga rencana live music di eat@Out, dan ini tentu saja akan menjadi penghalang besar buat Workshop lagi, Huftt….!

Tapi syukurlah, pihak manajamen Eat@Out tetap mengutamakan Workshop GFC, panggung live music segera dipindahkan dalam ruangan, sementara area sekitar air mancur menjadi milik GFC Makassar malam itu, Axeee!!!


Lepas magrib, Rian dan Moonlee pun mulai mengarahkan pasukan Capoerista untuk segera mengambil posisi masing-masing untuk mulai Workshop. Dan saya pun tak ingin ketinggalan sesegera mungkin mengambil duduk paling nyaman untuk menyaksikan Workshop Capoeira, yang untuk pertama kali saya liat. Dan ini betul-betul pengalaman yang menyenangkan lagi buat saya tentunya... ^^


Lebih dari tiga jam, Workshop yang ditutup dengan Open Roda dan Surprise B’day untuk salah seorang Capoerista yang berulang tahun, berlangsung begitu meriah dan penuh semangat. Pekik suara dan dentuman alat-alat musik membahana ke langit malam itu, mengabarkan semangat hidup para capoerista ini. Tak nampak kelelahan di wajah-wajah mereka yang penuh keringat, yang ada tawa canda dan semangat kebersamaan diantara mereka. Inilah moment favorit saya sebenarnya ketika berada diantara Caporiesta, berada diantara semangat mereka, canda tawa dan kebersamaan dalam penuh persahabatan yang sederhana. Yah bahagia itu sederhana bukan..?

Betul kata Moonlee : ” Bahwa energi dari Roda memberikan semangat bagi para Capoerista... ”


Axee!!

31 Oktober 2012

:: Pohon Rasa ::

Suatu hari, kami berdua sepakat untuk sama-sama tumbuh bersama rasa yang kami sepakati untuk tak memberinya nama. Kami hanya ingin tumbuh subur bersama rasa itu. Membiarkan diri kami bertiga tumbuh bersama alam yang menyelimuti kami dengan hangat.

Aku, dia dan rasa itu.


Kami tumbuh bertiga, kadang saling menggenggam satu sama lain, atau sesekali rebah di bawah induk kami; jagat raya. Bercerita dan bercanda dengan sahabat karib kami bertiga ; waktu.



Kami bahagia; aku, dia dan rasa yang tak kunjung kami beri nama.

Hingga suatu hari aku bertanya pada dia, sampai kapan rasa itu tumbuh tanpa nama diantara kita? Dia menggeleng kepalanya, lalu dengan senyumnya yang hangat ia mengajakku menemui induk kami ; jagat raya.

Kepada jagat raya, ia memintaku sekali lagi untuk tumbuh bersama rasa . membiarkan rasa itu menemukan namanya sendiri dalam diri kami...

Hingga suatu hari rasa itu menemukan wujudnya; dua buah hati

Ia bertanya padaku, kenapa ada dua buah hati? Adakah yang berkhianat diantara kita? Aku tak dapat menjawabnya seketika sang waktu menyeretku mundur dan semakin jauh darinya yang terus berdiri mematung mengenggam dua buah hati dengan tubuh bergetar. Dan aku terus memaki waktu yang mengkhianati kami. Yang mengurungku di titik lampau yg kelam.

Hingga suatu hari, dengan tubuh terseok kujumpai pohon besar yang menjadi rumah kami bertiga; aku, dia dan rasa.

Tak kujumpai dia lagi, kecuali rasa yang sudah berwujud menjadi buah hati, hanya satu. Tak lagi dua kecuali sepucuk surat di dekat buah hati:

kepada kamu, saudara rasaku. Aku selalu berharap rasa itu hanya berbuah 1 hati saja, yang kelak kita nikmati bersama dalam pelukan bunda kita, jagat raya. Sayangnya rasa itu tumbuh dan berbuah dua hati. Satu untukmu dan satu untukku. Untuk kita nikmati bersama tapi masing-masing. Sendiri-sendiri. Keadilan yang menyakitkan bukan?

Sudahlah, toh kita tak pernah berkuasa akan rasa ini bukan? Bahkan dari awal kita sepakat tak menamainya dan membiarkan ia tumbuh sendiri dan menemukan namanya dalam diri kita sendiri. Dia tak hanya menemukan, tapi juga wujudnya, dia berwujud hati dan bernama cinta. Tapi masing-masing satu untuk kita..

Saudara rasaku, perempuan yang kutemani tumbuh bersama rasa...

Perjalanan tumbuh kita bersama rasa udah usai.. Inilah jawaban yang disembunyikan ibu kita; jagat raya. Dua buah hati untuk kita nikmati masing-masing sendiri..


Aku, lelaki yang tumbuh bersamamu dengan rasa.
-P-
 
 
=========
 
 
Form " Pohon Rasa " My embrio new book 

-MN-

:: Capoeira Corner & Workshop Capoeira ::

Saya lagi unyu-unyunya dengan hal-hal yang berbau Capoeira. Baru-baru ini saya iseng menyelusuri Aplikasi Android yang berbau Capoeira, yang hulalala…. Ternyata Android banyak banget nawarin Aplikasi tentang Capoeira rupanya (hei, kemana aja loe, mhi..?hihihi) , salah satunya Capoeira Corner. Mungkin buat kalangan Capoeirista yang gadgetnya berbasic Android  udah pada punya kali yak…?? saya yang telat, hihihi..  Sayangnya aplikasi ini  harus full koneksi internet untuk mengoptimasikannya. Tapi begitu terkoneksi, dijamin bakalan betah mengutak-atik aplikasi ini. Axee!!


Tak hanya update terkini dari tweet-tweet para Capoerista seluruh dunia, di corner musicnya ngga kalah ciiihuyy music-musicnya secara otamatis terupdate, entah gimana cara kerjanya, yang jelas begitu ada lagu terbaru yang bertema Capoeira, secara otomatis list lagu di corner ini akan bertambah. Ada beberapa lagu yang saya suka banget dengar di corner ini.  " Capoeira " yang dinyanyikan sama Nessa bikin seluruh tubuh ingin bergoyang, hmmm.. saya dengar lagu ini, sambil ngebayangin aksi para Capoerista yang salto ria di udara, hahaha... ! "Samango" yang dibawakan oleh Mestre Acaraje juga ngga kalah apik, dentuman musik akustik yang berasal dari Berimbau, Pandeiro, dan Atabaque bikin berasa ada ditengah kehidupan para budak-budak afrika yang saat itu meramu gerakan-gerakan Capoeira. 



Angka 7 dari 10 untuk Aplikasi ini deh, karena harus terkoneksi full inetnya itu yang bikin saya ngga terlalu bisa menikmati aplikasi ini jika berada di daerah nerakanya sinyal IM3, huhuhu !

Btw, sabtu ini tgl. 03 November ada event Workshop Capoeira di Outdoor Eat @ Out (deket Air mancur) Nah, Workshop ini keren banget menurut saya, dan semua orang. Hahhha....! Karena buat kita-kita yang pengen kenal Capoeira lebih mendalam, lebih dekat dari hati ke hati.. *Tsahhh.... ini moment yang paling tepat, karena kenapa...?? di sini di workshop ini kamu akan diajak untuk mengenal Capoeira, dari gerakan dasar hingga yang paling rumit. Tak hanya itu kalian pun bebas sebebas-bebasnya untuk nanya ini itu tentang Capoeira. Tunggu apalagi hanya Rp. 30.000, kamu akan memasuki dunia Capoeira yang penuh dengan persahabatan :) 




Axee!!

23 Oktober 2012

:: Kenapa kita menikah :: (Test Pack Movie Review)

" Kaulah yang pertama ingin kulihat, saat mentari mulai bersinar...
   Kaulah yang terakhir ingin kulihat saat kupejamkan mata... "
 

Lirik lagu happy ending dari Abdul & Coffee theory mengalun lembut di handsfree yang terpasang ditelinga kananku yang seksi (hihihi) ketika mood saya bangkit dari mati surinya,  untuk nulis review film " Test Pack"  yang berhasil saya nonton berkat ajakan nobar dari seorang teman.

Sebenarnya bukan review murni sih, (lalu apa dong Mhi..?) Yah, jujur saja saya bukan tukang bikin review film yang handal  (ciyuss..?) saya lebih senang tulisan ini disebut cuap-cuap tentang film (terserah eloee deh mhi..!!)

Begini cuap-cuapnya,

Setelah terpontang-panting dibuat penasaran oleh beberapa tweet temen yang bercerita tentang film ini, akhirnya Malaikat gaul yang menjelma dalam wujud salah seorang teman saya, berbaik hati banget menawarkan satu tiket gratis untuk nonton film ini. Dan sesaat setelah menerima uluran tiket gratis tersebut, saya pun dengan se-ember Popcorn duduk manis di samping temansayayangbaikhatiygbelikantiketdanngasihpopcornsatuember untuk menyaksikan adegan peradegan dalam film "Testpack"

Film yang menurut jutaan sumber diadopsi dari novel yang berjudul sama, (sayangnya, saya belum pernah baca novelnya) ini berkisah tentang sepasang suami istri yang sudah nikah selama 7 tahun tapi belum dikarunia anak.  Masalah klasik sih, dan lumrah banget kayaknya di dunia per-rumah tangga-an jaman sekarang.

Tapi jangan berpikir film ini akan tampil selumrah-lumrahnya skenario sinetron-sinetron yang menyebar virus ke-lebay-an dalam tiap adegannya. Tak ada adegan nangis yang berlebihan, tak ada mertua yang sadis, tak ada menantu yang mau racuni mertuanya, tak ada rebutan harta gona gini, tak ada adegan perempuan miskin ditabrak pemuda tampan yang kaya raya dan semenit kemudian mereka nikah. Film ini tampil murni dengan realita seada-adanya, dan ini menurut saya point paling bintang di film ini.



Adalah Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), yang sedang berupaya disegala lini buat dapetin momongan diusia pernikahan mereka yang sudah 7 tahun. Ditambah lagi desakan dari Ibu Mertua mereka yang sudah ingin sekali punya cucu. Pokoknya segala cara dicoba dari makan toge sampe suntik hormon, pokoknya asal mereka punya anak deh!

Namun sayang banget, usaha mereka sia-sia. Tata tak kunjung hamil. Puluhan merek testpack dicoba untuk mengetahui Tata hamil atau tidak, hasilnya selalu negatif. Bukan salah test packnya memang! :)

Ditengah keputusasaan Tata untuk bisa dihamili oleh suaminya, (eh kayaknya bahasanya rancu di sini deh, hihihi... ) terkuaklah fakta yang menyakitkan bahwa ketidakhadiran seorang anak dalam kehidupan rumah tangga mereka, ternyata disebabkan oleh si suaminya Rachmat,  yang ternyata secara hasil medis divonis tak mampu memberi keturunan.  *hugs Reza Rahadian, eh?*

Tata pun murka, merasa Rachmat sengaja merahasikan ini semua dari dia. Dan memilih untuk berpisah sementara dengan Rachmat.

Ditinggal begitu saja oleh Tata, Rachmat yang putus asa akan kelangsungan rumah tangganya, bertemu dengan  Sinta, mantan kekasihnya yang seorang model yang baru cerai dari suaminya karena tak mampu memberikan keturunan.

Merasa senasib,si Mantan yang diperankan sangat manis oleh (Renata Kusmanto)  berupaya membangkitkan memory kebersamaan dia dengan Rachmat. Rachmat yang nyaris terlena dengan kebersamaannya dengan Sinta, terkejut luar biasa ketika dipergoki oleh Tata yang bermaksud berbaikan dengan Rachmat. 



Adegan ini menjadi puncak sepuncak-puncaknya masalah rumah tangga Tata dan Rachmat. Tak hanya tudingan menyembunyikan rahasia medis tentang kemampuan reproduksinya, Rachmat pun kembali dituding selingkuh oleh Tata. Makin mantaplah keinginan Tata untuk cerai dari Rachmat.

Di sinilah pertanyaan dan alasan mengapa mereka menikah, dipertanyakan, dipertegas kembali oleh keduanya.

Benarkah mereka nikah hanya untuk tujuan untuk mendapatkan keturunan..?? dan jika tujuan itu tak tercapai, maka usai sudahkah pernikahan mereka...??

Di bandara, ketika Tata memutuskan ke Thailand dan bermaksud meninggalkan Rachmat untuk selamanya, dengan sekuat tenaga Rachmat berusaha menyakinkan Tata untuk tidak meninggalkan.  

“ Cinta aja ngga cukup yah, neng…? “ Tanya Rachmat diujung keputusasaannya menyakinkan Tata untuk tidak berpisah.

Demi apapun, adegan ini sukses menjungkir balikan perasaan saya sekita. Dan mempertanyakan hal yang sama pada diri saya. “ Apakah cinta benar-benar tidak cukup…? “

Sampai di adegan tersebut, saya hanya bisa menghela nafas panjang,  betapa film ini yang semula saya anggap akan biasa saja ternyata mampu menggeser sedikit pemahaman saya tentang pernikahan.

Dulu saya menganggap kalimat lamaran dengan ucapan, “ Maukah kau menjadi Ibu dari anak-anak kita kelak…? “  adalah proses lamaran yang maha romantis. Setelah nonton film ini, semua itu menguap entah kemana dan hanya meninggalkan satu pertanyaan di kepala saya : “ Kapan nikah, mhi..? “ eh, salah..!!  “ Mengapa engkau ingin menikah, Mhi..? “

Yah mungkin kelak jika saya sudah bisa menemukan jawaban itu, Tuhan pun akan memberikan bonus yang manis untuk saya… ;) #eaa!!

Menutup cuap-cuap tentang film ini, izinkan saya mengutip kalimat dari penulis novel Test Pack ini, Ninit Yunita :

“ Seringkali kita mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak berubah—entah jadi jahat, jadi tidak pintar, atau jadi miskin. Will you still love them, then?



-MN-