31 Oktober 2010

:: Don't Cry Mhi.. ::




....Don't cry Mhi....!!

....Don't cry....

....Face it...

....Face your problem..

....And you will win... 



28 Oktober 2010

:: Itu Aku ::

Tadi sore, saat sedang bercanda dengan temen kantorku. tiba-tiba si temen nyolek dan nyuruh dengerin lagu ini, terus kita nyanyi bareng lagu Sheila On 7 yang judulnya 'Itu Aku" . Entah kenapa, tiba-tiba aku merasa " soul" yg hilang beberapa hari ini ada di lagu ini.... *pengaruh cuaca kale yeee..?? hihihi...

ITU AKU, SHEILA ON 7


Ribuan hari aku menunggumu
Jutaan lagu tercipta untukmu
Apakah kau akan terus begini
Masih adakah celah di hatimu
Yang masih bisa aku tuk singgahi
Cobalah aku kapan engkau mau

Tahukah lagu yang kau suka
Tahukah bintang yang kau sapa
Tahukah rumah yang kau tuju
Itu aku...

Tahukah lagu yang kau suka
Tahukah bintang yang kau sapa
Tahukah rumah yang kau tuju
Itu aku...

Coba keluar di malam badai
Nyanyikan lagu yang kau suka
Maka kesejukan yang kau rasa
Coba keluar di terik siang
Ingatlah bintang yang kau sapa
Maka kehangatan yang kau rasa

Tahukah lagu yang kau suka
Tahukah bintang yang kau sapa
Tahukah rumah yang kau tuju
Itu aku...

Tahukah lagu yang kau suka
Tahukah bintang yang kau sapa
Tahukah rumah yang kau tuju
Itu aku...

Percayalah itu aku...
Percayalah itu aku...

Tahukah lagu yang kau suka
Tahukah bintang yang kau sapa
Tahukah rumah yang kau tuju
Itu aku......


================================
Blesssttttttttttt...........


Mendadak kangen seseorang....







27 Oktober 2010

:: Kemarin, Hari Ini, Esok, Nanti dan Selamanya ::


Aku tahu, air mataku hanya setitik air yang jatuh di lautan samudera air mata yang menangisimu hari ini…

Aku tahu, doaku hanya sederet bahasa kalbu yang sedang mengantri diantara ribuan do’a  yang sedang menuju pintu pengabulan Tuhan hari ini…

Aku tahu, Ibaku hanyalah pelukan  yang terseok-seok diantara ribuan pelukan yang hendak memelukmu hari ini…


Aku tahu, engkau tahu, bahwa Kemarin, Hari ini, Esok, Nanti dan selamanya…

Kita adalah Indonesia yang terus mengibarkan Merah Putih..


Untukmu Indonesia
Kemarin, Hari ini, Esok, Nanti dan Selamanya…



24 Oktober 2010

:: Otak Atik Sejarah Baju Bodo' ::

Kemarin tanggal 19 Oktober 2010, tanah kelahiran saya Sulawesi Selatan merayakan hari jadinya ke yang - 341 tahun. Weitz.....sudah setua ini tanah kelahiran saya, tapi saya ngga tahu apa yang telah saya berikan untuknya.... *____*   (senyum kecut )

Tapi kemarin saya bersyukur, ketika kantor tempat saya bekerja turut berpartisipasi dalam memeriahkan hari jadi Sulsel, dengan mewajibkan unit bagian kerja saya untuk memakai baju bodo' dan karena ini hal yang langkah, maka patut diabadikan dalam pesta jepret-jepret dengan bergaya norak ria di depan kamera, hihihihihi.... dan belom lengkap dong, kalau hasil dandanan dari shubuh ngga dipamer..:P makanya setelah didandani lengkap dengan pakaian baju bodo' saya pun dengan jiwa narsisme tingkat tinggi mengabadikan penampilan saya dengan puluhan jepretan, hahahha...dan dengan noraknya memamerkan penampakan saya dalam baju bodo'..hihihihi...







 Eh, ngga nyangka antusias temen-temen dari daerah lain untuk mengetahu tentang baju bodo' ini lumayan banyak. akhirnya dari pada saya capek satu persatu menjelaskan ke orang-orang tentang baju bodo' makanya saya buat posting khusus untuk mengotak atik sejarah baju bodo' yang saya dapet infonya dari tulisan Suryadin Laoddang



Tahukah anda ? Baju Bodo, busana dengan potongan simetris sederhana, dengan efek menggelembung dan longgar, berasal dari etnis Sulawesi Selatan ini, ternyata salah satu busana tertua di dunia. Dalam Festival Busana Nusantara 2007 di Kuta - Bali, perancang busana kenamaan Oscar L awalata menegaskan "Baju bodo itu adalah salah satu baju tertua di dunia. Dan dunia internasional belum mengetahuinya,"

Diperkirakan, Baju Bodo sudah dikenal masyarakat Sulawesi Selatan pada pertengahan abad IX (pen), hal ini diperkuat dari sejarah kain Muslin, kain yang digunakan sebagai bahan dasar baju bodo itu sendiri. Kain Muslin adalah lembaran kain hasil tenunan dari pilinan kapas yang dijalin dengan benang katun. Memiliki rongga dan kerapatan benang yang renggang menjadikan kain Muslin sangat cocok untuk daerah tropis dan daerah beriklim kering.
Kain Muslin (Eropa) atau Maisolos (Yunani Kuno), Masalia (India Timur) dan Ruhm (Arab), tercatat pertama kali dibuat dan diperdagangkan di kota Dhaka, Bangladesh, hal ini merujuk pada catatan seoraang pedagang Arab bernama Sulaiman pada Abad IX [1]. Sementara Marco Polo pada tahun 1298 Masehi dalam bukunya The Travel of Marco Polo  menggambarkan kain muslin itu dibuat di Mosul, (Irak) dan dijual oleh pedagang yang disebut "Musolini".[2]  Uniknya, masyarakat Sulawesi Selatan lebih dulu mengenal dan mengenakan jenis kain ini dibanding masyarakat Eropa, yang baru mengenalnya para XVII dan baru popular di Prancis pada abad XVIII. 

Dalam perkembangan berikutnya, kain muslin juga digunakan untuk kain kasa/perban dalam dunia kedokteran, bahan layar dalam dunia pelayaran, juga dipergunakan dalam dunia pertunjukan, sinematografi, fotografi sebagai latar atau alat bantu penimbul efek cahaya. Didaratan Eropa, kain muslin juga dipakai sebagai lapisan kain selimut serta lapisan gaun para bangsawan Eropa.

Gilee, ternyata baju adat tanah kelahiran saya ini bener-bener baju yang luar biasa...:D bangga banget rasanya jadi orang Sulsel yang memiliki baju adat dengan sejarah yang luar biasa ini... 
Dan satu hal lagi yang menurut saya unik banget dari baju bodo ini, kalau warna-warna pada baju bodo' itu sendiri menyimpan aturan tersendiri . masih dari tulisan Suryadin Laoddang mengatakan bahwa dalam penerapan kehidupan sehari-hari, warna-warna baju bodo' itu memiliki aturan- aturan seperti : 
  • Anak dibawah 10 tahun memakai Waju Tokko yang disebut Waju Pella-Pella, berwarna Kuning Gading. Disebut waju pella-pella (kupu-kupu), adalah sebagai pengambaran terhadap dunia anak kecil yang perlu keriangan. Warna kuning gading adalah analogi agar sang anak cepat matang dalam menghadapi tantangan hidup. Berasal dari kata maridi (kuning gading), yang jika ditulis dalam aksara lontara Bugis, bisa juga dibaca menjadi Mariddi, yang berarti matang. 
  • Umur 10 s/d 14 tahun memakai Waju Tokko, berwarna jingga atau merah muda. Pemilihan warna Jingga dan merah muda dipilih karena warna ini adalah warna yang dianggap paling mendekati pada warna merah darah atau merah tua, warna yang dipakai oleh mereka yang sudah menikah. Selain itu, warna merah muda yang dalam bahasa Bugis disebut Bakko, adalah representasi dari kata Bakkaa, yang berarti setengah matang. 
  • Umur 14 s/d 17 tahun, masih memakai Waju Tokko berwarna jingga atau merah muda, tapi dibuat berlapis bersusun dua, hal ini dikarenakan sang gadis sudah mulai tumbuh payudaranya. Juga dipakai oleh mereka yang sudah menikah tapi belum memiliki anak. 
  • Umur 17 s/d 25 tahun, Warna merah darah, berlapis dan bersusun. Dipakai oleh perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak, berasal dari filosofi, bahwa sang perempuan tadi dianggap sudah mengeluarkan darah dari rahimnya yang berwarna merah tua/merah darah. 
  • Umur 25 s/d 40 tahun, memakai Waju Tokko warna hitam.   

Kok ngga ada penjelasan tentang warna biru...?? jangan-jangan baju biru untuk usia 40 tahun ke atas, hahahhahaha....... tapi kalau dari aturannya saya seharusnya memakai baju warna KUNING GADING *wink2* hihihihi....

Oke deh, semoga inpo ini bermanfaat buat temen-temen yang penasaran tentang baju bodo' untuk info lebih jelasnya silahkan bertandang ke pemilik info yg luar biasa ini di http://adinwajo.blogspot.com

And hoaaammmmmmm..........mulai ngantuk nih, saatnya ngopi..


Ngopi dulu yah..entar posting lagi deh.. :D



:: Complicated Life and Love ::

Minggu lalu, secara sadar dan menyenangkan saya mengubah status hubungan saya di FB dari " Single" ke " Complicated "  (Lah, kok bisa..?? ) ninggalin status jomblo untuk sesuatu yang "rumit"..?? hihihihih.....

Sebenarnya ini berawal dari obrolan sesat dengan beberapa teman yang tercecer diberbagai tempat; kampus, office, warkop, tempat parkir, YM, G-talk, FB, mailist alumi,  toilet (heu.?) :P  yang kalau saya Bold maka akan menemukan satu judul : Complicated Life and Love.




Semua ini bercerita tentang bagaimana kehidupan yang kita lalui yang awalnya biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang rumit dan membosankan. Bagaimana sebuah percintaan dengan keinginan yang sederhana untuk menyatu menjadi hal yang begitu amat sangat rumit. 

Dan bagaimana temen saya berkomentar : Bahwa sebenarnya hidup ini sangat menyenangkan, andai kita semua tidak pernah dewasa. Dewasa itu menyebalkan! pemikiran dewasa membuat hal-hal yang menyenangkan menjadi hal yang rumit.  Permen Sugus, Chiki, dan Wafer Superman menjadi cemilan yang terlihat aneh dalam pandangan orang dewasa, ketika kita mengunyahnya di bis dalam perjalanan ke kantor dengan pakaian seragam superman! * Ya, iyalah...hahahha  superman makan wafer superman*lol


Begitu juga, ketika suatu hari saya nonton film " Satu Jam Saja " dengan teman saya, Ajoe. Pembicaraan tentang cinta mengalir begitu saja, bagaimana kita mencoba mencari deskripsi yang tepat tentang "cinta" sampai kita menyimpulkan, " seberapa banyak manusia yang sedang jatuh cinta atau sedang dijatuhi cinta (Bahasa broken dari broken heart :p) begitu pula banyaknya pengertian cinta " one person, one love , one meaning

Dan ketika seorang kawan lainnya, dengan blak-blakan mengakui betapa inginnya dia seperti saya, yang nampak begitu menikmati hidup! *hahhaha, semoga ia tak menyesal dengan keinginannya ini..:D

 Yeaps, entah ini anugerah, akhir-akhir ini banyak yang bilang saya semakin dewasa ( yg artinya, "Menyebalkan" dlm pengertian "dewasa" versi teman sy di atas,dong! hahahha) dan begitu sangat menikmati hidup. Hehehe... terimakasih banyak sih, jika orang-orang disekitar saya menganggap itu :P yang jelas, orang-orang yang deket dengan saya, dan tau bagaimana "berdarah-darah"nya *lebay* saya dan tertatih-tatihnya saya merangkak hingga bisa "Sedikit berdiri" di sini. Itu semua tak lepas dari sebuah proses pematangan emosi yg sedang saya jalani. 

Ketika saya down, saya menjadi orang yang begitu susah mengkontrol emosi! dan selalu menghakimi diri mengapa mesti saya yg harus jalani ini, kenapa bukan orang lain....?? kenapa harus saya....???

Pertanyaan-pertanyaan klasik di masa-masa krisisnya hidup yang justru membuat saya semakin terpuruk. akhirnya pada suatu hari, saya memikirkan banyak hal  yang telah saya lalui dalam hidup, dan semua itu adalah pilihan yang saya buat dengan segala kesadaran yang saya miliki. Seperti halnya ketika saya memilih mencintai seorang, dan betapa besar keinginan saya untuk memilikinya secara utuh. Saya menyadari satu hal, bahwa seberapa besar keinginan untuk memilikinya, semakin besar pula untuk kehilangan dia. Karena rasa cinta yang saya miliki telah mengabur dalam sebuah "keegoisan" yang dengan salah kaprahnya saya artikan : CINTA. 

Secara simple, ketika kita mencintai seseorang, apa sih yang kita inginkan dari orang tersebut...?? KEBAHAGIAAN! yeps, tujuan dari sebuah hubungan adalah mencari kebahagiaan, yang mana kebahagiaan ini tidak hanya lahir dari si punya hubungan tapi lingkungan dan alam turut bekerjasama  membentuk dan melahirkan kebahagiaan ini. Saya mencintai dia. Dan dia mencintai saya. Dalam pengertiaan sederhana kami, kalau kami berdua menyatu dalam suatu hubungan maka kami akan bahagiah. untuk sementara iya. Namun, setelah kami berdua renungkan dan menemukan satu kesimpulan bahwa sebenarnya ada pintu kebahagiaan yg jauh lebih besar untuk kami berdua ketimbang kebahagiaan yang akan kami raih ketika kami bersatu. Bingung...?? hehee...itulah mengapa saya mengubah status hubungan saya menjadi complicated :P  kesimpulannya kita berdua tak ingin karena keegoisan masing-masing diri malah menghalangi kebahagiaan kami yg lebih besar, meski jalan menuju kebahagiaan itu adalah perpisahan :)
Sebagian orang mengira,  saya termasuk rumit melihat suatu hubungan. Tapi sebenarnya tidak sih kalau yah menurut saya...hehehhe...saya hanya berpegang pada satu prinsip : Jika saya mencintai seorang, orang itu harus bahagiah dengan cinta saya, meski cinta saya terkadang berwujud sebuah perpisahan. Bukankah cinta tidak selamanya berwujud setangkai bunga mawar indah....?? 

Meski setelahnya itu, saya akan nangis darah di pojokan kamar, haahahha.... tapi beginilah saya melihat sebuah cinta dan beginilah cara ketika saya mencintai seorang. Seperti Mark Conrad katakan : " Kita butuh distraction, kita butuh ilusi dan penipuan-diri, untuk menghindarkan kita terhadap 'kenyataan menyakitkan dari hidup'. Kenyataan, bahwa apa yang kita punya sekarang hanyalah sementara..." tidak ada yang abadi, sesempurna apapun hubungan kita.  Dan seluas apapun itu cinta, dan bagaimana tak terbatasnya itu sebuah cinta, namun yang perlu kita ingat, bahwa kemampuan manusia sebagai pelaku cinta itu sendiri ada batasnya. Dan saya menyadari bahwa saya sebagai manusia yang sangat biasa-biasa ini memiliki keterbatasan kemampuan dalam mencintai seorang, meski seorang filosofi cinta berkata, bahwa cinta mampu melampaui batasan-batasan akal sehat seorang. Tapi bagi saya, cinta tidak pernah meminta kita untuk bunuh diri atau menjadi gila karenanya... :)


Yeah, I know tidak semua orang bisa sependapat dengan apa yg saya utarakan. Saya tidak akan mempermasalahkan ini, hal yang wajar dan biasa-biasa saja. Terlalu mengistimewakan suatu hal juga kadang ngga bagus lho  apalagi mengistimewakan masalah yg kita hadapi. Percayalah di dunia ini dengan trilliunan manusia-manusia yang berkeliaran, kita tidak sendiri yang sedang bermasalah. Lalu apa yang begitu kita resahkan...?? hmmmm....kedengarannya terlalu gampang yah...?? hehehe...lalu sampai kapan kita mendoktrin diri kita untuk melihat segala hal menjadi suatu yg begitu amat rumit...?? satu hal yang saya ketahui, bahwa semua ada batasnya. Begitu pula segala permasalahan yang kita hadapi. Dan Tuhan sangat-sangat mengerti keterbatasan hamba-Nya. Hanya terkadang, tanpa kita sadari, bahwa kitalah yang sebaliknya terkadang kurang menyadari bahwa kita memiliki kemampuan terbatas. Menyadari keterbatasan diri dan kekurangan diri, bukanlah sifat pasrah dan menyerah. Sebuah kemenangan tidak selalu harus berwujud dalam bentuk MEDALI JUARA. Sebuah keberhasilan tidak selalu harus berwujud dalam bentuk KESUKSESAN. Kekalahan, keterpurukan yang mengantarkan kita pada perenungan panjang tentang kehidupan dan hakikatnya kita sebagai manusia adalah sebuah kemenangan, keberhasilan yang "mewah" yang tak membutuhkan tepuk riuh penonton, karena medali dan sukses sejati  yg kita peroleh lahir dari diri kita, bukan pengakuan semu orang-orang di sekitar kita...:)


Btw, sepertinya saya terlalu cerewet deh di postingan kali ini...hehehhehe... yeah apa yang tulis di sini, adalah sebagian cara saya melihat hidup ini... :)


Happy Sunday....


salam

~MN~

21 Oktober 2010

:: Gado-Gado Siang. Eh, Sore Maksudnya :p ::


Hari ini bener-bener super lemas kuadrat *lebay* sejak aktif kuliah, nyaris bener-bener hidup tanpa liburan. Yang ada minggu ini saya mulai drop dari sisi kesehatan.Fiuhhh....

Tapi saya sadar, ini adalah konsekwensi yang harus saya jalani ketika memutuskan untuk kembali kerja di tengah kegiatan kantor yang lumayan padat. Yeah semoga saya benar-benar bisa ngelewati ini semua....*amien*

Hmmm...nulis apa lagi yah...?? 

Bingung..!

Jujur, mendadak kangen seorang. Seseorang yang seharusnya ngga bisa dikangenin lagi. Seseorang yang kini milik seseorang yang lain. Beginikah rasanya merindukan kekasih seseorang....?? hhahahahha....*ketawa garing*


Akhir-akhir ini lagi deket sama seorang yang lain juga, bukan orang baru sih. Kita sempet deket, kemudian memilih untuk berpisah sebelum terjebak dalam cinta sesaat. Tapi entah mengapa, godaan untuk memulai hubungan baru lagi semakin kuat akhir-akhir ini. Apalagi, komunikasi kami semakin intens. Tapi untuk sementara, saya lebih memilih begini sajalah dulu. Lagian seluruh konsentarsi hidup saya sedang berfokus pada : Kerja dan Kuliah. Dan saya sedang sangat (berusaha) menikmati kesendirian ini..meski terkadang keinginan untuk menjadi special dan menspecialkan orang lain sering datang menggoda, hehehehhe....

Ah, posting apa sih...?? hehehhee...

Udah ah, hari ini pulang kerja lebih awal dan pengen tidur sepuasnya...dan melupakan segalanya...yeah segalannya...... -___-






PS : Saya pernah mendapatkan komentar dari seseorang disalah satu postingan saya, dan untuk melengkapi postingan gado-gado ini, saya pengen posting komentar ini, dibagian akhir postingan saya kali ini.. ;)

waktu ada dimanapun, terjadi pada siapapun, ia tidak dapat dimaknai hanya dari satu tempat. tidak pula dari satu cakupan masa dan dibalik segala kerumitan itu waktu tidak menghakimi karena "bukan untuk sembarang hati"
waktu akan takluk  dan menjadi masa yang baru.....


Dan semoga masa yang baru itu, segera tiba dalam hidup ini... :)

17 Oktober 2010

:: Kenapa Hukum...??

@ Warnet, pulang kuliah dengan membawa ole-ole setumpuk tugas : P




Kenapa hukum…? Pertanyaan ini selalu menjadi hal pertama yang terlontar dari orang-orang di sekitar saya ketika mereka mendengar bahwa saya kembali kuliah dan mengambil jurusan hukum. Pertanyaan dengan mimik wajah yang nyaris sama ketika mereka bertanya, " Jomblo lagi, Mhi..? " *lol atau " Kapan merried,mhi..?? " hihihihi....



            “ Kenapa mesti ngambil hukum sih, mhi..?? lama pula…”

            “Hukum…?? Kenapa ngga ngambil ekonomi aja sih, kan kamu tinggal transfer beberapa mata kuliah kamu sebelumnya, biar kuliahnya bisa cepet kelar...”

            “ Hukum…?? Ngga ada jurusan lain yang bisa kamu pilih yang lebih simple kalau hanya untuk menggenapkan gelar kependidikan kamu…?”

            “ Hukum..mhi..? kereeen banget ! tapi kenapa mesti hukum sih..? (lha..?) cari jurusan yang lebih ringan dari hukum deh… (heu..?emang hukum ilmu berat apa..?hihihihi…)



            Sebagian dari mereka menganggap keputusan saya memilih jurusan hukum, dikarenakan keterlibatan saya dalam 2 proses pembuatan buku Good Lawyer yang bercerita tentang seputar kehidupan dunia hukum. Anggapan yang tidak salah juga sih, apalagi mengingat background pendidikan saya sebelumnya  dan pekerjaan yang sedang saya jalani sekarang jauh dari aroma hukum :D



Juju, awalnya sih mengenal dunia hukum secara agak serius memang berawal dari keikutsertaan saya di buku Good Lawyer season pertama. Meski menjadi pengacara, ternyata masuk dalam daftar cita-cita saya sejak kecil, selain jadi superman dan tukang takbir keliling tentunya, hehehehe......



Dalam proses pembuatan dua cerita hukum saya di Good Lawyer pertama, saya menemukan banyak hal, bahwa ternyata hukum itu adalah sesuatu yang begitu dekat dengan kita, dan saya berani mengatakan bahwa jarak antara hukum dan diri kita itu, hanya berjarak satu inchi saja. Nyaris tanpa jarak!



Dan interaksi-interaksi saya dengan orang-orang dari dunia hukum semakin membuat saya tertarik untuk mempelajari dunia hukum lebih dalam.



Keputusan saya untuk kembali kuliah di tengah pekerjaan dan aktivitas saya yang (anehnya) semakin padat. Sebagian juga dinilai hanya untuk mengejar gelar. Hehhehe…kalau untuk ngejar gelar sih, dari dulu kalee saya kuliah serius…hihihihi…but whateverlah…yang kutahu, bahwa saya mengambil jurusan hukum ini sangat serius untuk mendalami dunia hukum dan mengetahui lebih dalam seluk beluk hukum Indonesia. Dan saya sedang tidak main-main untuk pilihan ini… :D

Mau jadi apa kelak saya dengan gelar sarjana hukum ini...?? yang jelas jadi orang yang paham soal hukum... ;)


 

10 Oktober 2010

:: Film Satu Jam Saja ::

Hi, pa kabar...? wekzz...ternyata ini postingan pertama saya di bulan oktober'10. tepat banget dengan tanggal 10.10.10 bukan sengaja milih  tanggal ini lho, tapi emang baru kali ini ada niat buat ngeblog lagi,hehehhee....

Btw, kali ini saya pengen ngobrolin film Indonesia yang kemarin saya nonton tanpa rencana sebelumnya, dengan seorang teman. Ajoe.  Alasan utama nonton film ini, karena satu hal : ADA RANO KARNO YANG MAIN, hahahahhah.....

Yeps, saya memang pecinta si Doel Anak Sekolahan ini, dan masih menyimpan harapan besar kalau kelak " Si Doel Anak Sekolahan " bakal masuk Bioskop, hihihihi....

Tapi setelah nonton filmnya dan meski hanya melihat akting Rano Karno yang sepintas doang, overall untuk Film-film Indonesia bergenre Drama. Film ini layak untuk ditonton selama tidak dijadikan sinetron*lol


Kenapa... ? inilah  obrolan singkat saya tentang Film Satu Jam Saja yang semoga bisa jadi referensi buat yang pengen nonton film ini.


Pemain: 
 Vino G.Bastian, Revalina S.Temat, Andhika Pratama, Rano Karno, Widyawati, Marini, Rima Melati, Imey Liem, Rini Yulianti 

Sutradara: Ario Rubbik
Penulis: Rano Karno
aProduser: Ranty Karno
Produksi: Karnos Film



Adegan film ini lebih banyak bercerita tentang flashback persahabatan yang terjalin diantara  3 orang;  Andhika ( Vino G. Bastian) Gadis (Revalina S. Temat) dan Hans ( Andhika Pratama).

Konflik dibuka dengan satu kenyataan pahit yang dialami Gadis. Ia hamil di luar nikah. Tragisnya kehamilannya disebabkan oleh salah satu sahabatnya, Hanz. 

Hans sendiri begitu terpukul dengan kenyataan ini . Kenyataan kalau dia sendiri yang menghamili sahabatnya sejak SMA. Ya iyalah, Sahabat cewek kan seharusnya dilindungi, tapi ini malah dihamili...*lol

Kenyataan ini membuat Hans kebingungan, sampai akhirnya ia memilih menyendiri ke suatu tempat ( yang najissss, kereen banget tempatnya,hahaha...)  Namun sayang, keputusan Hans untuk menyepi dianggap sikap pengecut oleh Gadis. yang menganggap Hans ingin lepas dari tanggung jawab.Dan akhirnya membuat Gadis begitu membenci Hans. 
Andhika yang tak kala shocknya mendengar kehamilan Gadis apalagi mengetahui siapa pelakunya. Berusaha sekuat tenaga mencari keberadaan Hans Namun sayang, Hans hilang ibarat ditelan bumi. Komunikasi terputus total dengan Hans. 

Dan akhirnya Andhika mengambil keputusan terberat dalam hidupnya. Membatalkan beasiswanya ke Jerman dan menikahi Gadis. Meski Gadis sangat menolak pada awalnya. Karena ia tidak mencintai Andhika, dan bukan seharusnya Andhika yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Namun setelah Andhika menyakinkan Gadis bahwa ia menikahi Gadis demi nama baik Gadis dan keluarganya, dan jika Hans kembali hadir maka Andhika akan melepas Gadis, karena ia tahu kalau Gadis sebenarnya mencintai Hans sejak dulu. 
Pernikahan ke duanya pun berlangsung hambar. Sikap dingin Gadis terus bertahan di awal-awal pernikahan mereka. Dan kekakuan Gadis dan Andhika melakoni pernikahan pura-pura mereka justru menghadirkan adegan lucu yang cukup mengundang tawa penonton. Bagaimana mereka yang awalnya saling berkata, " loe"," Gue" kini berubah " saya", " Kamu" dan betapa groginya Andhika, ketika Gadis tiba-tiba menyapanya dengan " Mas" dan mencium tangan Andhika sebagai pelengkap sandiwara mereka di depan Ibu Gadis yang saat itu mampir ke rumah mereka :D


Dan Hans pun muncul........


Andhika yang begitu mengetahui kebencian Gadis terhadap Hans, begitu sangat kewalahan dengan kehadiran Hans yang terus mendatanginya agar dipertemukan dengan Gadis. Pertemuan keduanya sempat diwarnai dengan adegan Fisik dan pertengkaran mulut yang penuh dengan konflik bathin  antara ke duanya. Cukup menjadi nilai point untuk film ini. 

Gadis yang sedang mengalami gangguan pada kehamilannya, akhirnya mengetahui kalau Hans telah kembali. Kenyataan ini menambah parah kondisi kehamilan Gadis, apalagi ketika Hans tiba-tiba hadir di hadapan Gadis. Kemarahan Gadis memuncak dan memilih meninggalkan Andhika dan kembali ke rumah Ibunya. Andhika yang mengetahui Hans menemui Gadis diam-diam tanpa persetujuannya, begitu marah pada Hans. Dan dengan emosi ia meluapkan kemarahannnya pada Hans. Hans yang begitu sangat terbebani dengan perasaan bersalah sama ke dua sahabatnya ini,  hanya bisa pasrah ketika Andhika memukulnya dengan membabi buta. 

Gadis pun memilih jujur pada Ibunya tentang siapa Ayah sebenarnya dari anak yang ia kandung.  Andhika yang menemui Ibunya Gadis akhirnya jujur tentang perasaannya selama ini pada Gadis. Ada satu kalimat yang cukup melekat di memory saya pada pengakuan Andhika akan perasaannya terhadap Gadis.

" Saya akan menunggu Gadis mencintai saya, walaupun itu hanya untuk satu jam saja..."

Tuing....#_#

Tuing...#_#

Tuing...#_#


Ngga tau deh mo ngomong apa pas di adegan ini, hiihihi...

Lanjut..!!



Pengakuan Andhika ini, secara tak sengaja didengar oleh Gadis. Dan sejak saat itu, perlahan sikap dingin Gadispun mencair pada Andhika. Banyak adegan-adegan segar di bagian ini. Apalagi saat Gadis mengajak Andhika yang selama ini tidur di luar untuk tidur satu kamar, meski pun Andhika tetap tidur melantai karena ranjang yang ditempati tidur selama ini oleh Gadis memang hanya untuk satu orang. Obrolan-obrolan ringan antara Gadis dan Andhika ditambah perasaan Grogi Andhika yang akhirnya bisa merasa begitu dekat dengan Gadis menjadi sisi lain yang menarik dari film ini.  Kalau saya sendiri, paling suka banget pada saat Gadis bercerita tentang keinginannya memiliki tempat tidur yang besar agar mereka bisa tidur bersama. Keinginan yang sederhana namun begitu sangat indah dipendengaran Andhika...(yahhh jelaslah...hahahaha) 

Dan paling suka banget juga, ketika Andhika dan gadis menikmati kebersamaan keduanya di pusat perbelanjaan yang dibalut dengan satu lagu yang begitu sangat pas " Dari Hati"nya Club Eighties (jempol deh untuk memilih lagu ini..)
" Ku ingin kau menjadi milikku.....entah bagaimana caranya......lihatlah mataku untuk memintamu.... " 

Namun sayang, kebahagiaan yang baru saja hendak mereka jalani, harus pupus. Ketika Gadis harus melahirkan secara prematur karena kondisi kehamilannya yang semakin parah. 

Saran saya, jika sudah masuk di adegan ini. Siapkan tissue anda, dan jangan jauh-jauh dari genggaman tangan kekasih anda, ketika kebetulan anda menonton ini dengan orang yang anda sangat cintai..hihihihi...


Di sesi terakhir film yang begitu memilukan ini, ada satu adegan yang cukup menyentuh dan membuat mata saya berkaca-kaca, ketika Gadis yang tengah kritis meminta maaf pada Andhika karena tidak bisa mencintainya sampai detik terakhir, namun jika ia bisa meminta waktu pada Tuhan ia ingin diberi kesempatan untuk mencintai Andhika dengan sepenuh hati walaupun itu hanya untuk satu jam saja....


" Satu jam saja....kuingin diam bersama...mengenang yang pernah...ada..."


Anjritttttt...........!!

Adegan + Lagu ini sukses mengoyak-ngoyak perasaan saya dari dalam, hihihihihihi....

Sampai saya ngga sadar, diam-diam  berharap pada satu jam itu, jika kelak bisa diberi kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai dengan sepenuh hati, meski itu adalah  satu jam terakhir dalam hidup saya...


Oh....Tuhan...

saya mulai ngacau...

Ada yang punya tissue...???
Saya mau ke toilet..

Nangis darah...

Satu jam saja.......





1 Oktober 2010

:: Tunggu aku di puncakmu... ::

Gara-gara status FB Tebeh, " Kapan lagi naik gunung...?? " mendadak pengen naik gunung,Hehhehe....

Yeps, naik turun gunung, bukan hal yang aneh buat aku. Masa kecilku di toli-toli sulawesi tengah, sebagian besar kulalui dengan petualangan ini, yang hampir tiap liburan sekolahku, ayahku pasti mengajakku naik gunung.

Btw, lagi buru-buru...mau ke kampus, notes ttg naik turun gunung ini akan aku lanjut sesegera mungkin :D

Ehem...hari ini aku resmi tercatat Mahasiswa Hukum, masih berasa aneh sih! doakan yah sukses... :)


And Mahameru, tunggu aku di puncakmu...

Aku pasti datang...........