3 Januari 2016

Teman (?)

6 bulan terakhir ini saya merasa seperti tak perlu sesuatu yang bernama 'teman' kalau pada akhirnya rasa sakit dan dikhianati justru datang dari manusia-manusia yang selama ini saya beri label 'teman baik'.

Makin ke sini, jarak saya kebeberapa orang semakin menjauh. Bukan saya menghindar. Semua terjadi begitu saja. Berangkali ini yang disebut seleksi alam ?

Entahlah...

Yang saya tahu, semakin kesini, urusan yang bernama pertemanan itu semakin mengkrucut begitu saja.

Tapi positifnya, saya jadi tahu siapa sebenarnya kawan baik dan lawan selama ini, dan siapa sebenarnya the real friends. Bukan sekedar teman yang mengaku teman, yang setiap saat  menyerang kamu tanpa babibu lalu berdalih dengan seenak hatinya : "becandaa doang, jangan dibawah hati. Kamu terlalu sensi"

Lalu macam beginian mau disebut teman ? Teman yg tdk tahu memperlakuan perasaan kamu?

Entahlah, atau mungkin saya yg telah gagal menjadi teman dimana-mana!




2 Januari 2016

Count the blessings 2015

Heloa 2016

Tadi ngunjungin blongya si Eny di sini, yang ngepoting soal resolusi dia di tahun 2015. Semacam asyik nulis kayak gitu, sesuatu yang jarang banget saya lakukan di blog, atau emang ngga pernah sih. Saking lamanya  ngga ngeblog :p

Well, memulai tahun 2016 with something good here , saya pengen ngeposting semacam ‘ Count the blessings 2015’ juga, sebagai ucapan terimakasih sama pemilik jagat raya atas semua yang telah terlalui di tahun 2015 kemarin ;)

1.  Kerjaan di Kantor, Alhamdulillah awal tahun januari 2015. ‘Status Kepegawaian ‘ di kantor saya akhirnya berubah setelah melalui pengabdian sebagai karyawan outsourcing dan rangkaian test yang panjang dan melelahkan.  Ini benar-benar sesuatu yang mengharubiru di awal tahun 2015, sampe nangis-nangis telpon orang tua ngabarin kelulusan .  Karena memang untuk sampai ditahap ini, adalah hal yang tak mudah,untuk seorang yang hanya ngandalin kemampuan otak pas-pasan dan sedikit keberuntungan dari alam.

2.   Fallin’ in love and broken heart (again) in the same year. Well, ceritain bagian ini sebenarnya agak-agak gimana gitu. Nyerinya masih hangat, rasa cintanya juga masih nyut-nyut di hati. Ngga nyangka bahwa saya kembali harus berada di periode ini lagi. Tadinya saya mengira bahwa dia adalah rumah terakhir untuk dituju. Tapi nyatanya tak sesederhana itu, perjalanan menuju rumah itu ternyata panjang dan melelahkan,  dan pada akhirnya saya berhenti pada sebuah persimpangan, tak mundur tak jua ingin melanjutkan perjalanan menuju rumah itu. Saya terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan itu, tapi terlanjur kepalang rasanya berada sejauh ini, lalu mundur begitu saja. Tapi sudahlah, toh dipersimpangan ini, bisa saja ada jalan lain menuju rumah itu, atau rumah lain yang bisa saja itulah rumah yang sesungguhnya hendak kutuju. Saya hanya sedang kelelahan untuk hal-hal seperti ini dengan segala remeh-temeh percintaan, saya terlalu lelah untuk itu semua. Saya hanya ingin sesuatu yang lebih simple dan lebih nyata dari hanya sekedar sebuah perasaan yang menggebu tak jelas arah.


 
2015, kamu dan jalan-jalan!

3. Sejak status kepegawaian di kantor berubah, Alhamdulillah rejeki juga ikut berubah, lebih baik. Jauh lebih baik. Sudah bisa nabung, sudah bisa sedikit merenov rumah mungil saya. Meski belum sepenuhnya, beli gadget impian. Menambah koleksi buku-buku. Alhamdulillah bangetlah untuk bagian ini. Tinggal bagaimana mengkontrol napsu belanja yang kadang-kadang hilang kendali, apalagi kalau udah  liat bejibun label discount dimana-mana, hahahha…
 
      4. Meski setahun kemarin, ngga dapat jatah cuti sejak resmi perubahan status kepegawaian di Kantor, tapi urusan trip tahun ini, saya masih bersyukur banget. Diantara selipan tanggal-tanggal merah di tahun 2015 sukses terisi dengan short trip kebeberapa tempat, dari ngepulau sampai ke lereng gunung tertinggi di tanah toraja. Bahkan bisa belajar diving. Pokoknya tetap alhamdulilah bangetlah untuk urusan trip di tahun 2015.


5. Orang tua, meski belum bisa (again) membahagiakan mereka dengan kabar pernikahan dari saya, tapi saya tahu bahwa tahun ini adalah tahun yg juga membahagiakan mereka sebagai orang tua dari seorang anak bernama : Mhimi Nurhaeda Demmu, hahahaha… dari sisi kesehatan keduanya memang lagi up down gitu, mencemaskan banget sebenarnya. Tahun kemarin, doa untuk kebaikan dan kesehatan bagi keduanya, adalah doa yang paling mendominasi permintaan saya kepada sang kuasa. Tuhan sehatkan keduanya selalu. Masih banyak utang  janji membahagiakan mereka yang harus saya penuhi sebagai wujud terimakasih saya terlahir sebagai anak mereka :’) 

   6. Dalam soal pertemanan dan pertemuan dengan orang-orang baru, tahun kemarin adalah tahun membahagiakan dan sekaligus penuh pembelajaran. Saya banyak berjumpa dengan orang-orang baru yang menyenangkan dan sekaligus kekecewaan yang besar pada beberapa orang yang kukira teman selama ini. Ternyata nusuk dan malah menjadi penghancur beberapa hubungan saya dengan orang lain, salah satunya dengan dia. Njitt banget sebenarnya. Tapi itu semua adalah pembelajaran berharga yang hanya bisa saya dapat dijagat raya ini dan saya rasa wajib memasukkannya dalam list count blessing 2015 ;)

  
     Saya merasa tak ada yang perlu saya sesali dengan semua yang udah terjadi di taon 2015  Semua memang seharusnya terjadi, termasuk semua hal buruk didalamnya, memang harus terjadi, Karena kalau ngga, saya ngga tahu apa saya masih bisa berkata terimakasih pada Tuhan ? Yang bisa saya jadikan catatan penting di 2015, bahwa saya ngga pernah lari dari setiap masalah yg ada, meski terkadang keinginan untuk sembunyi dari itu semua begitu kuat, tapi saya tetap memilih untuk tetap hai-hai sama semua masalah yang datang, hahaha... 


     2016 ? Yah tetap dengan harapan lebih baik, ngga terlalu muluk, pokoknya dipertemukan dengan segala hal yang baik-baiklah. dan tetap bisa hai-hai  dengan semua apapun yang terjadi kelak, amin :) 


      Happy new year 2016 untuk semua yang sudah mampir di dunia kecil saya ini ^^



     Love,
  
     MN





h