17 Oktober 2016

A Perfect Broken Heart (?)

 Ketika mendapatkan tema tantangan nulis kali ini dari team Jones, sebenarnya sedikit ragu bisa menuntaskan sebelum deadline. ( dan udah siapkan beberapa photo jelek untuk diposting sih, sebagai hukuman kla telat ngeposting di blog, hahaha ) 

 

 

Bukan hanya persoalan pekerjaan yang menggila di kantor yang bikin saya mengerjakan tantangan ini di detik2 terakhir menjelang deadline. Tapi juga pada tema kali ini, hahahahha... 

 

Kenapa sih harus bertema soal hati ? Kok ngga makanan aja :p 

 

I don't know yah, berangkali ini yang namanya beneran patah hati yah ? ( maksud loe,mhi? ) 

 

Maksudnya gini lho saudara2, sejak kejadian patah hati terakhir, saya semacam menemukan diri yang begitu kelelahan pada hal-hal yang berhubungan dengan persoalan hati. Saya tidak lagi merasakan sakitnya hati yang berlebihan sebagai mana layaknya orang yang sedang patah hati. Ketika hubungan terakhir yang saya jalani dengan penuh suka cita namun berakhir dengan duka cita, saya hanya menganggap bahwa thats life, baby Ini lah part dari hidup yang mesti saya jalani lagi. Meski sebenarnya saya ngga pernah menyangka bahwa dalam perjalanan yang sudah sejauh ini, saya harus kembali mengulang part yang selalu sama dalam hidup saya : gagal (again) * sigh*

 

 

Ironis emang, disaat semua terlihat matang dari segala penjuru angin, kamu harus dihantamkan kembali pada satu kenyataan pahit, bahwa apa yang kamu usahakan mati-matian, jika memang belum digariskan untukmu, maka semua yang kamu perjuangkan akan berakhir begitu saja, tanpa memberimu kesempatan untuk bertanya mengapa dan kenapa, selain menerima dan berdamai dengan itu semua. 

 

Yah saya sedang menerima dan berdamai dengan keadaan yang awalnya begitu asing untuk saya jalani. Dimana saya pelan-pelan terisolir dari segala hal-hal yang berbau relationship, menye-menye soal percintaan, romatisme kerinduan dan pelan-pelan merasa asing dengan sendirinya dengan semua hal yang berurusan dengan hati.

Yang dulunya saya begitu menyukai paduan kopi panas dan hujan, kini yang tersisa hanyalah kisah secangkir kopi pahit ditengah tumpukan file-file kerja, dan hujan yang selalu berakhir dengan macet dan banjir.  *hufft*

 

Saya bahkan pernah mencari beberapa novel percintaan yang teromantis untuk saya baca, sekedar menguji kepekaan hati saya, nyatanya mata saya ngantuk pada halaman-halaman awal. Atau bagaimaan saya berusaha menonton serial drama korea yang dianggap paling romantis, namun pada nyatanya, perasaan bosan saya lebih mendominasi dan akhirnya kisah serial drama korea itu hanya berakhir pada episode 1 itu pun tidak kelar. 

 

Dan lalu saya benar-benar menemukan diri saya semakin jauh dan jauh dari segala hal-hal yang berurusan dengan perasaan, pada hal-hal yang membuat saya akan menjadi lemah. Karena saya tahu, bahwa ketika saya sedang lemah, satu-satunya orang  yang bisa menolong saya adalah diri saya sendiri. And you know ? itu bener-bener melelahkan.

Dan itulah mengapa, saya menjauh dari semua hal-hal yang bisa melemahkan saya....apapun bentuknya itu, saya akan menjauhinya...

 

I just wanna rescue myself


it's a perfect broken heart, right..? hahahhahaa...


maybe...

Saya bukan tidak menyadari keadaan 'asing' yang sedang menimpaku sekarang, saya hanya berusaha menyakinkan diri bahwa keadaan ini hanya sementara, dan sudah menjadi bagian episode dari kisah yang sudah digariskan kepada saya.


Meski saya sendiri tidak tahu kapan episode 'sementara' ini akan berakhir.  Saya hanya sedang menjalankan peran saya baik-baik di episode ini, dengan berbagai kesibukkan yang tak kunjung sepi, berangkali kesibukan ini juga adalah cara Tuhan untuk menghibur saya, sampe episode 'sementara' ini benar-benar berakhir :')


3 komentar:

  1. Mhimi pasti bisa dongg melewati fase ini, pesen dari senior yang kelamaan moveon :D, jangan terlalu lama ya berada di episode ini :)

    BalasHapus
  2. Hahaha move on sih udah lamaa bangett senior.
    Cuma kla buat melukai diri dgn hal yg sama lagi, no, thanks 😝

    BalasHapus
  3. sukaak.. serasa kita lagi ngumpul duduk di teras, denger mpok Mhimi cerita, sambil ngeteh dan makan gorengan, dan set nya di luar lagi gerimis :D

    BalasHapus